Mungkin Jodoh

Aku teramat sering merindukanmu
Menunggumu seringnya dalam diam
Berkaca di layar yang penuh dengan aksara
Melihatmu bercerita tentang segala hal
Walau sejujurnya, yang aku tunggu
:kau bercerita tentangku

Pikiranku terbang
Di awan yang tidak putih
Dan langit tidaklah serupa bumi
Di sini, setiap rintik hujan
Jatuh menetes, membentuk namamu

Dari seluruh perjumpaan
Ingin rasanya aku hidup dalam sel-mu
Menuliskan namaku dalam setiap dna-mu
Jadi, jika engkau beregenerasi, aku pun ikut
Saat kau membiak, aku pun ada
Namaku abadi dalam jejak keturunanmu

Entah mengapa,
Kata orang, mereka yang serupa adalah jodoh
Dan kau perhatikanlah
Senyum manisku berubah menjadi semanis kamu

— Bandung, 6 Juni 2015 —

Incoming search terms:

  • hendrik

    Pilan kata atau diksinya ..seharusnya tidak menggunakan ilmiah ,mungkin menggunakan kata yg mengibaratkan atau kata benda yg mewakili perasaan…klo menggunakan kata2 ilmiah sulit untuk pembaca berimajinasi dan merasakan#maaf berkoment…peace

  • ayasha

    Oke2 aja tuh.. menurut saya penggunaan kata atau nama ilmiah justru membuat puisi ini terasa lebih hidup dan nyata.

  • nice artikel sangat menarik sekali,, sukses slalu buat websitenya

  • Dalem banget ya mas puisinya :’)