Tag Archives: rindu

Air Mata

Untuk siapa air mata itu hadir?
Mengapa dia mampu mengalir?
Apakah oleh hati yang sedang terluka atau karena bahagia?

air mata

sumber: http://sebuah-catatanku.blogspot.com

Hampir setiap orang merasa bahwa tangisan mampu membalikkan keadaan. Mungkin itu alasan mengapa setiap kesedihan memperanakkan air mata. Aku sendiri tidak mengerti, mengapa air mata harus tumpah, karena sesungguhnya yang sakit adalah hati.

Malam itu aku mendengarkan lagi isakan dari air mata yang menetes tumpah. Awalnya pelan, lantas seperti deru ombak dia mengeras, sebelum kemudian menjadi badai yang memilukan.

Aku katakan dengan sungguh! Dengan seluruh jiwa dan ragaku! Berhentilah menangis. Tolong berhenti…

Suaraku saat itu cuma mampu tertelan oleh tangis yang telah membadai. Terombang-ambing oleh hati yang mengkeruh. Aku tidak mengerti, tidak menyimpan duga, atas apa air mata itu sampai hadir dan sekarang menjadi gulma. Yah, terkadang air mata pun mampu menjadi gulma. Tumbuh seketika dan menyebar menutupi seluruhnya.

Tangisan itu mulai membangunkan orang-orang. Membangunkan mereka, terutama yang terikat oleh hati.

Continue reading

Incoming search terms:

  • kata kata paling haru

Bilanya Rindu Maka Tahanlah

Bilanya rindu, maka tahanlah
Belum digenapkan hari
Takdir kita belum lagi sampai

Engkau, aku pun sama
Merindu durjana
Memberontak batin ingin jumpa
Bersitatap dengan si putih di kepala
Bersama menentukan hari-hari bahagia

Bilanya rindu, maka tahanlah
Tak perlu gusar menghitung hari
Jangan tanya ucap kapan datang
Bila waktu telah sampai
Nanti, pasti tiada akan menghalangi

Hari belum lagi genap seribu
Janji belum lagi waktu untuk tunai
Maka bersabarlah
Semoga Tuhan lapangkan jalan kita

Mari kita bungkam
Diamkan segala peri-peri ini

Apa kau sama?
Bila rindunya, gelisah menjadi tanda
Makan melamun
Setiap sudut ada kau wajah
Setiap zikir ada kau nama

Bilanya rindu, maka tahanlah
Menunggu terbit waktu pagi
Takdir tunai ditepati
Maka olehmu, sekarang diam
Jangan sepatah kata terucap
Cinta, bukan untuk dibincangkan

Continue reading

Menawan Rindu

Pernahkah sampai kepadaku tentang fatwa rindu? Tentang hati yang selalu berdebar ketika nama sang kekasih disebutkan. Saat duduk, tidur, dan berdirimu, nama kekasih tidak juga jeda menemani. Kisah tentang rindu yang tidak memiliki episode untuk berhenti.

Aku ingin menawan rindu, di dalam sel yang bahkan tidak memiliki terali. Aku ingin rindu itu tidak pergi. Telah aku tuliskan satu nama untuk satu rindu di dalam satu hati. Nya.

Dia yang aku sebut kekasih, sesungguhnya telah memiliki nama. Tetapi aku ingin menyebut dengan Nya. Aku ingin nama itu adalah nama persembahanku untuk Nya. Tentang lelaki yang sedang mencintai, dan memberikan nama baru untuk sang kekasih. Dan aku memilih “Nya”.

Aku merindukan Nya. Dalam duduk, tidur, dan tegakku. Nya telah menghisap semua energi rindu. Tidak ada ruang lain selain merindukan Nya. Dan aku teramat mencintai Nya. Aku ingin rindu ini ditawan, agar aku tidak berpaling ke lain hati. Aku ingin, dalam hatiku cuma ada satu Nya yang cuma satu.

Continue reading

Incoming search terms:

  • Kata kata tega
  • kata-kata tidak bisa bobok

ABC Negeri Cinta

Kerinduan yang bagaimana jikalah semua telah ada di depan mata. Ketika semua tabir-tabir hati telah terbuka, dan keduanya telah saling memahami apa yang dirasa. Ketika Layla telah menerima Majnun dan begitu pula sebaliknya. Ketika Hawa telah berdiri di samping Adam. Ketika satu hembusan napas menjadi satu kesatuan. Namun saat itu kerinduan tetap hadir. Kerinduan yang bagaimana?

Aku selalu merindukan dia. Walau tidak sepatah mungkin terucap. Atau ketika beribu ucap tentang kerinduan hadir. Saat itu, kerinduan tetaplah ada. Tidak berkurang, bahkan semakin menjadi.

Aku ingat, dulu pernah ada sebuah cerita tentang kerinduan yang diibaratkan sepenuh lautan dan samudera, dan yang mengalir dari ucap adalah seperti apa yang menetes dari jarum yang dicelupkan ke dalam lautan, dan sebutir tetes itulah kerinduan yang hadir dari semua ucap. Lainnya, tetap menjadi lautan yang berisi palung-palung yang teramat dalam.

Bidadari ketiga. Sungguh aku rindu.

Continue reading

Rindu dan Gila

Kerinduan. Berjalan pelan-pelan di antara hati kita. Walau kita sama-sama berdiri dalam keberdiaman, jauh dari suatu kebisingan. Aku dan kamu yang saling jatuh rindu. Sama-sama yang saling jatuh gila.

Bagaimana jika aku rindu?” Seseorang kembali bertanya.

Aku diam. Entah mungkin bisa dijabarkan lewat seribu bahasa. Yang jelas, aku cuma mampu diam. Karena jika aku berbicara, aku tidak akan mampu berbicara dengan satu bahasa. Butuh banyak bahasa untuk mengungkapkan kerinduan. Jika dipaksakan cuma satu bahasa, yang ada cuma racauan. Ricuh bertubi-tubi dari bibir yang tidak lagi mampu akulturasi dengan otak yang dihimpit beban.

Kadang, jika demikian aku akan bertanya. “Apa kau rindu aku?

Continue reading

Menakar Rindu

Menakar rindu, namun tak pernah kunjung usai. Terus menderai, tak jua dia mereda.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Dari semalam mataku tak mampu juga tertutup. Kepalaku serasa ingin pecah. Namamu menderai memenuhi selaksa selaput korteksku. Aku hapalkan namamu agar aku reda, agar terlelap aku lantas memimpikan kamu. Namun tidur semalam tak pernah ingin bersahabat. Dia menjadi penentangku setentang-tentangnya: dia ingin aku alpa soal kamu.

Aku berontak. Aku luluhkan seluruh saraf yang berjejal di sekujur kulit ototku. Aku memaku napas-napas berlahan, dari perut dia aku masukkan lantas melalui mulut aku buang. Mataku terpejam, tegak punggung dengan posisi bersila. Namamu, aku sebut pelan-pelan di atas bayang. Namamu yang tak kunjung usai, tak pernah mati, nan abadi.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Continue reading

Incoming search terms:

  • cara agar dia memimpikan kita