No Iseng di HP ku

Beberapa hari ini ada aja nomor iseng yang masuk ke handphone-ku. Kerjaannya cuma gangguin aja, miscal-miscal, pokoke sesuatu yang ga penting banget deh. Kerjaan orang-orang ga ada kerjaan.

Berikut ini adalah nomor-nomor yang isengin aku:

– 081808355360 (10 Juni 2009 – 03:48)
– 081362725086 (09 Juni 2009 – 19:19)
– 085267717754 (08 Juni 2009 – 05:56)
– 081397151037 (06 Juni 2009 – 23:33)
– 085260430027 (02 Juni 2009 – 22:31)
– 085287757605
– 081362747407

Buat kamu yang memiliki tingkat keisengan tinggi, silahkan kerjain nomor-nomor itu atau apapun yang ingin Anda lakukan. Mau bomb sms juga boleh, mc sepuasnya juga oke… Kerjain aja lah !!!

Bagi yang punya nomor-nomor itu dan merasa bersalah, silahkan hubungi saya dan akan saya hapus no tersebut dari list daftar.

BEBERAPA NOMOR KEMUNGKINAN BESAR MILIK CEWE-CEWE, SO… SILAHKAN DIKERJAIN OKEY !!!

Baca Selengkapnya

Cinta Butuh Dewasa

Jikalau ku mengenang jejak, ada satu pelajaran berharga yang kudapat: Cinta Butuh Dewasa.

Dulu, aku pertama mengenal cinta yang dapat kupahami secara kasat. Aku mampu memberikan cinta, aku mampu menelepon cinta, aku mampu tertawa bersama cinta. Hingga prahara datang, membordirku dalam bentuk yang tidak lagi kupahami.

Sadar. Cinta telah hilang.

Pernah kutanyakan pada cinta, “apakah engkau membutuhkan aku menjadi dewasa? Sungguh aku tidak dewasa.”

Cinta tersenyum. “Tidak.” Begitu katanya.

Awalnya aku paham cinta adalah jujur, hingga ketika prahara datang bahwa semua adalah dusta. Ternyata, cinta butuh dewasa.

Dewasa datang bak hantu blawu. Seperti gundorowo. Aku takut, aku tak berani menyerangnya. Aku ingin cinta bahagia, makanya aku diam. Aku tahu, cinta butuh dewasa.

Aku berlari ke belakang, aku takut. Aku bingung ketika cinta bilang, “kamu jangan lagi menghubungiku, ya!”

Baca Selengkapnya

Sampai Saat Ini, Aku Masih Cinta

Pada satu orang aku berkata jujur, “sampai saat ini aku masih cinta.”

Dia minta aku ke rumahnya, ambil tutorial animasi membuat bearing dengan software Blender. Tapi ketika dia memintaku, kukatakan aku tidak bisa.

“Daerahmu terlalu mengundang sejuta kepingan waktu yang ingin ku lupa. Aku tak sanggup!” Ucapku via YM saat itu.

Dia yang tahu problemku cuma terkekeh. Sialan! Umpatku.

Kemudian dia menyindirku dengan perkataan seseorang itu, perkataan seseorang kepadaku yang akhirnya ku tahu cuma alasan picisan. Alasan yang membuatku semakin tidak paham dengan makhluk yang bernama perempuan.

Baca Selengkapnya

Masih Tentang Lagu Gaza

Masih tentang lagu We Will Not Go Down in Gaza Tonight, seharian aku mendengarkannya. Disela-sela sakitku yang begitu menggebu. Sakit? Lho, aku belum cerita ya kalau aku sudah 4 hari sakit. Awalnya ketika dari Lampuuk, sehabis mamam Pop Mie plus kelapa muda kepalaku langsung pusing-pusing dan perutku terasa sakit sekali. Untung saja aku perginya barengan fifi, jadi ga repot bawa kereta dengan kondisiku yang seperti itu.

Jadi kira-kira sudah 3 hari aku ndak masuk kantor juga. Berat rasanya badan ini, mana perutku tegang. Semalam baru ke dokter, gile bayarannya 75 ribu sekali periksa. Perasaan terakhir sakit aku cuma bayar 50 ribu doank gitu.

Pokoknya disela-sela tanpa rutinitas itu, aku mendengarkan sayup-sayup lagu Gaza Tonight didendangkan. Suara khas Michele Heart bertalu-talu memenuhi gendang telingaku. Seperti biasa, aku menangis. Aku meresapi apa yang juga dirasakan oleh anak-anak Palestina, mereka yang kehilangan ibu/bapak/anak/saudara. Bagaimana mereka merasakan apa yang dinamakan genocide, suatu cara keji pemusnahan suatu etnis.

Baca Selengkapnya