Diantara Kepungan Debu

Bagaimana peluh?
pernah dia bercerita kepadamu
saat air garam melewati pori
dan napas tersengal
ketika urat-uratmu kelelahan

Sudahkah engkau bercerita
kepada tujuh keturunanmu
dari temurun
ketika ragamu usang
dan pundakmu peot
kau masih tersenyum

Dan pernahkah engkau mengeja
bagaimana terik mengupas ari
saat pigmenmu bergumul
dan hitam mentato epidermismu
kau masih tegar
di situ juga ada senyum

Diantara kepungan debu
demi anakmu
demi cucu yang belum terlahir
kau membangun rumah-rumah batu
dengan tiang pancang menusuk bumi
kau beri mereka hidup
demi manusia hingga akhir waktu

Dan teriakan-teriakan muncul
sesekali uratmu menegang
matamu rabun dan mereka membuta
tersenyummu tak tersampaikan
ceritamu dianggap usang
hingga akhir waktu kau masih tersenyum
diantara kepungan debu

Baca Selengkapnya

Laskar Patah Hati

Lama aku tak menulis cerita cinta. Kadang, menurut pendapat beberapa orang yang membaca blog ini, jika aku telah menulis cerita cinta, entah itu kesedihan atau apalah, mereka merasa terhanyut dan seperti merasakan apa yang aku rasakan.

Kalau kulihat, tulisanku jarang melakukan ekspolarasi bahasa dan bahkan terlalu verbal. Aku mendikte perasaanku kepada para pembaca, memaksa mereka merasakan apa yang kurasakan dan tidak membuat mereka hanyut dalam lambaian kata-kata. Tapi entahlah, toh yang mampu menilai secara universal adalah pembaca.

Laskar patah hati.

Percaya atau tidak, banyak di dunia ini lelaki yang menjadi prajurit kalah perang. Mereka adalah lelaki-lelaki yang tertusuk hatinya lantas patah. Asa mereka menggelepar. Hati mereka hancur berkeping. Lutut mereka bergetar. Mata menangis. Mereka patah hati.

Aku pernah menjadi bagian dari mereka dan bahkan hampir selalu. Untuk urusan cinta, aku memang selalu kalah, sampai saat ini. Kalau ibarat, aku ini seperti keledai dengan kelamin jantan. Sosok yang selalu jatuh pada lubang yang sama. Lubang itu bernama cinta.

Baca Selengkapnya

Nasip Operator Call Center

Berikut adalah sekelumit suka duka menjadi call center di satu operator selular di Indonesia

Mimpi apa gw smalam.. Hari ini banyak pelanggan iseng, terutama malam ini… Belom apa2 skumpulan para remaja telp 116 (kerja gw) nih nomornya..0852 47181 059, ngata2in gw anjing kek, babi (ga pake flu), seluruh keluarga binatang d sebutnya.. Maklum kurang kerjaan, telp CC 116.. Juragan.. Miss call dia Juragaaan!! dendam nee…

====================================

Oh ya ada crita serem plus lucu.. Tp bukan pengalaman gw.. Temen gw..

Waktu itu sekitar jam 3an pagi

temen (t): ******sel slamat pagi, ada yg bs dbantu?

Pelanggan (P):hshs…sh..(tdengar suara hembusan nafas)

t: halo.. Bpk ato ibu dgn siapa saya brbicara?

P: hs..hsss..

T: ya? Halo..(penasaran bgt)

P: mass..hhhss..(tnyta suara cewe)

Ttumben jam sgini ada yg blum tidur?) ya ibu silahkan…

P: massh.. Tolong… Jangan diinjak rambut saya..

T: hiyaaaa!!… JEDUAAK!! (Langsung lututnya mbentur meja, n keybordny jatuh..)

Baca Selengkapnya

Dan Waktu

kau tahu?
berapa juta detik aku telah berdiri
mulai teriak, merangkak, melangkah
untuk setiap debar jantung
untuk semua nafas yang terhembus
waktuku tak mampu surut
barang setapak

aku rindu pulang
kembali ketika aku masih menjadi satu dari sejuta
kembali ke tempat kelam
diantara delapan belas purnama

waktu tak pernah membuatku menang
bahkan ketika semua mengantarkan ku pergi
hingga aku tinggal sendiri
semua debar itu terasa
dari peluh yang banjir lagi membara
tak juga aku menang

ketika waktu mengantarkan
saat gunung telah lepas
dan lautan telah kering
ketika kita semua bertelanjang
aku tidak juga menang

menang membuatku berhenti
kalah membuatku berlari
aku cuma ingin tersenyum
diakhir waktu

Baca Selengkapnya

Logaritma, Aku Terkagum

Diantara semua sahabat, ada seorang yang membuatku bangga. Aku ingin dia tak tahu betapa bangganya aku terhadapnya, karenanya marilah kita beri dia inisial “Logaritma“.

Aku punya beberapa sahabat, namun tak ada yang sedrastis dia. Keinginannya menjadi manusia yang terbaik dalam menjalankan agama membuatku terkagum. Engkau tahu kawan? Banyak kulihat orang-orang yang dulunya baik namun melemah karena kurangnya iman, atau mungkin karena kejenuhan. Terkadang mereka adalah orang-orang yang tidak tahan mendengarkan olok-olok dari sebagian orang.

Logaritma dulunya adalah sekumpulan mereka, kaum-kaum yang berada diambang olok-olok. Dulu dia adalah seorang yang memandang sebelah mata pada bidadari yang mencoba menjalankan keputusan Tuhan dengan segenap keikhlasan, orang-orang yang tidak cuma berucap cinta kepada Tuhan namun tanpa disertai dengan perbuatan, bukan mereka orang-orang yang berangan-angan tentang Tuhan.

Baca Selengkapnya