Adakah Aku di Hatimu?

Tak henti aku bertanya, adakah aku di hatimu?

Kapankah waktu akan bermula, untukku mulai berakar di hatimu. Untukku mampu menjajah hati seseorang yang selama ini begitu kupuja. Inginku kuat mengambil hati itu, lantas kusimpan, kujaga, kurawat, dan tak akan kembali kuberikan air mata kepada hati itu. Cukup aku yang menangis, untuk semua waktu yang telah engkau ceritakan.

Langit boleh selalu mendung, siang dengan terik abadi. Semua adalah pantas kecuali sebutir air mata yang meleleh dari dua bola matamu.

Baca Selengkapnya

Lelaki Semua Bintang

Lelaki itu melihatku sayu, ditepuknya pundakku. Senyumnya belum lagi kering. Dan aku melihat ke atas, jauh ke langit melewati semua bintang. Tanpa ada kelabu dari awan yang bertumpuk, atau ledakan plasma dari ion yang berlonjatan di antara awan. Aku melihat langit dengan amat jernih, seperti ketika gunung pecah saat melihat wajah Tuhan.

Aku rindu. Lama lelaki itu menghilang, bersembunyi di balik diri-diriku yang lain. Aku rindu ingin bertanya, tentang segala langit dan bintang-bintang. Aku rindu tamparannya, aku rindu celotehnya, aku rindu bentakannya. Aku rindu ketika aku bercermin, tak ada wajahku di sana. Aku rindu ketika aku bukan lagi aku.

“Kemana engkau selama ini pergi?” Tanyaku rindu.

“Aku bersembunyi di antara tasbihmu yang hilang, aku bersembunyi dari bibir-bibir keringmu.”

Baca Selengkapnya

I am Blogger !!!

1 November 2007 yang lalu, Aceh Blogger Community berdiri. Kini, genap sudah 2 tahun berdiri. Tak terasa berbagai kegiatan telah kami tempuh selama 2 tahun perjalanan kami. Dimulai dari pelatihan Blogging untuk anak-anak SMU seluruh Banda Aceh yang disponsori oleh Telkom Speedy dan Harian Aceh sebagai media partner, hingga penggalangan dana untuk muslim Rohingya yang terdampar di Aceh. Bahkan khusus untuk menggalang dana bagi muslim Rohingya tersebut kami membuat sebuah website dengan alamat www.saverohingya.com. Dari penggalangan dana, serta pelatihan blogging bagi siswa-siswi SMU se-Banda Aceh lah nama kami pun mulai berkibar.

Tak terasa pula sudah 2 tahun lebih saya ngeblog. Website ini dibuat pada tanggal 31 Maret 2007 bertepatan dengan ulang tahun saya pribadi. Tak terasa pula telah lebih dari 250 artikel dalam berbagai kategori, baik itu puisi maupun curhatan-curhatan saya yang dimasukkan ke sini. Banyak warna dalam kehidupan saya yang terekam. Entah itu duka, lara, nestapa, prahara, juga perasaan nelangsa dan sengsara. Sedikit sekali saya memberikan kebahagian saya melalui blog ini.

Blog ini adalah catatan kehidupan saya. Berisi hampir dari apa yang saya rasakan, tak dipungkiri penyampaian perasaan saya terkadang membuat beberapa pihak sakit hati bahkan para lelaki terkadang turun tangan menghubungi saya, mengkonfirmasi. Tak jarang beberapa adegan diedit sedemikian rupa agar tidak menyudutkan siapapun.

Blog yang penuh dengan subjekfitas. Demikianlah adanya.

Baca Selengkapnya

Jika Senyum Telah Mati

Jika senyum telah mati
engkau bagaimana?
saat warna gigi tak lagi putih
juga tak menguning
cuma ada sapuan merah bibir
sunggingmu terkubur

Dulu bahkan aku bisa melihat
jelas di retinaku warna lidahmu
kau mengakak
keras, bahkan langit pecah
namun sekarang cuma ada diam
bahkan lebih membisu dari tembok-tembok berlumut

Aku harus bagaimana
pesan telah terkirim
dering masih menyisakan gema
namun kamu diam, tak membalas
kalut aku dalam kebingungan
menunggumu tersenyum

Aku tak mengerti
bagaimana senyum itu mampu hilang
mukamu cuma datar tak memberi kabar
atau memang telah waktunya
bahkan senyumpun memiliki masa

Baca Selengkapnya

Mimpi Taman Surga

Barusan aku terbangun dari tidur. Aku bermimpi Taman Surga.

Dengan agak malas aku beranjak bangun, kemudian menyeret langkah ke kamar tidur untuk mengambil handuk kemudian mendaratkan langah menuju kamar mandi. Aku mandi, cuci rambut, gosok gigi.

Selesai mandi, aku tidur telentang. Pandanganku mengarah ke langit-langit, namun dalam pikiranku cuma tercatat satu nama: Taman Surga. Ku beranikan diri untuk mengsms dia.

Apa kabar? Baik-baik aja kan

Namun hingga aku menulis blog ini tak ada jawaban dari seberang. Mungkin aku masih terlalu dibenci. Dan aku kebalikannya, aku masih terlalu mencintai. Kadang aneh, jika dipikir hampir 2 tahun kami berjalan dengan arah berbeda, tidak lagi sehati namun mengapa namanya tidak juga lekang.

Baca Selengkapnya