Cuma Untuk Manusia

Aku lihat perempuan-perempuan, lelaki-lelaki. Mereka manusia atau hewan? Jika hewan, marilah kusebut mereka betina-betina dan pejantan-pejantan.

Engkau lihat. Perempuan-perempuan yang engkau kata adalah pembaharu, mereka dengan ide-ide kesetaraan. Mereka tak lebih daripada pembodohan. Mereka cuma pesolek. Mereka lacurkan wanita kembali kepada kebiadaban hewani. Mereka solek wanita-wanita lantas pria pun berdecak kemudian apa yang terjadi: pria tidak lagi menilai wanita dari kewanitaan selain daripada kecantikan. Tak ada lagi harga bagi ide-ide segar yang dipanggang dari otak-otak wanita. Wanita menjadi betina.

Dan untuk lelaki. Engkau agungkan lelaki dari otot-otot mereka. Engkau bawa lagi lelaki jauh ke dasar jurang hewani, ketika lelaki cuma menjadi pekerja. Lelaki sejati dinilai dari seberapa tangguh otot-otot mereka. Engkau sadari itu. Kau juga hewan.

Baca Selengkapnya

Tina Toon dan Blogger

Dari kemaren aku buka blogdetik, yang pertama nampang itu wajahnya Tina Toon. Itu loh yang terkenal dengan lagunya: “Baiquni bolo-bolo, gantengnya bolo-bolo, sumpah mati bolo-bolo…” (lagu diedit secara maksa tanpa mengenal etika. Jangan ditiru!).

Aku buka blog na dia eh cuma nampang 1 postingan, ada fotonya dia, trus beberapa ucapan singkat yang intinya dia itu mantan pacarku perkenalan gitchu deeh… Tapi ya Tuhan, itu komentar banyak banget. Padahal kalo mo narsis, aku mah lebih narsis, lageee…

Aku jadi pengen jadi seleb kek na. Biar blog aku banyak yang komentar.

Baca Selengkapnya

Manusia-manusia

Terkadang. Bukan hanya terkadang, mungkin hampir terlalu sering aku lelah dengan manusia. Lelah memahami setiap keinginan-keinginan mereka. Terkadang keinginan mereka begitu berlimpah, abstrud, tak jelas, dan plin-plan.

Tidak hanya itu, manusia juga sering kali berubah haluan secara drastis. Akupun sekarang adalah manusia. Dan aku menjadi lelah terhadap diriku sendiri.

Memahami apa yang jiwaku inginkan. Keinginan-keinginan yang terkadang dianggap lahiriah namun sebenarnya adalah keinginan-keinginan yang semata-mata dituntun oleh napsu. Hanya sebuah keinginan, bukan sebuah cita-cita. Adalah berbeda antara keinginan yang menjadi harapan kosong dengan sebuah cita-cita. Sebuah cita-cita adalah sebuah keinginan yang menuntut penyelesaian, namun harapan kosong selalu menjadi alam khayal yang tak pernah mampu memayapada.

Baca Selengkapnya

Sebaik-baik Lelaki

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).(Q.S. An-Nur : 26)

Sebuah logika sederhana dan penuh keadilan dicetuskan Tuhan. Seorang lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula. Dengannya diharapkan jika ingin mendapatkan seorang istri yang baik sudah sepatutnya seorang lelaki juga harus menjadi baik.

Apakah patut? Seorang lelaki yang tidak menjaga dirinya mendapatkan seorang wanita yang selalu menjaga dirinya dan berserah diri kepada Allah.

Baca Selengkapnya

El, Aku Rindu

Peluhku belum lagi kering, tanah masih membara, dipandu terik mentari menyengat. Tanah ini tidak berpasir, namun retak seperti merekah sepenggal. Warnanya kuning, keruh.

Aku berjalan, langkahku gontai. Seperti telah habis tenaga, napasku cuma tinggal satu-satu. Bahkan untuk menghirup dan membuang napas, aku seperti kehilangan tenaga. Terik mentari membuatku sangat lelah. Namun rindu lebih membuatku kebingungan.

El, aku rindu.

Baca Selengkapnya