Taman Surga Ultah ke 24

Selamat Ulang Tahun Datul. Semoga umurnya semakin berkah.

Hari ini Datul ultah, seperti yang sudah-sudah akupun mengucapkan selamat kepadanya. Namun kali ini setiap kukirimkan sms ucapan selamat selalu gagal, aku tidak tahu mengapa. Mungkin sudah ganti nomor.

Aku tidak pernah mendengarkan lagi kabar tentangnya. Di facebook, sebelum aku matikan akun facebookku, orang terakhir yang kutambahkan sebagai teman adalah Puan, kawan dekat Datul dulu.

Di facebook Puan maupun Suri, aku tidak menemukan dia. Foto-fotonya pun tidak ada. Jujur, aku rindu.

Tulisan ini kubuat paksa dengan handphone karena sudah 3 hari ini aku demam dan tidak bisa membuka laptop. Aku begitu pusing dan mataku rawan sekali cahaya. Tapi aku merasa harus menulis pesan ucapan ini untuk menghormatinya.

Selamat ulang tahun Datul, semoga dengan semakin bertambahnya umur engkau mampu memaafkan aku. Menjadi sahabat seperti dulu lagi.

Baca Selengkapnya

Berhenti Berinteraksi

Setelah ulang tahunku yang 24 ini, aku mulai mencoba sesuatu yang baru. Langkah awalku adalah mencoba lepas dari berbagai ketergantungan, terutama ketergantungan dengan facebook. Aku merasa terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia yang satu itu. Banyak sekali membuang-buang waktu tanpa memberikan dampak positif atau sesuatu yang bernilai finansial. Kedua adalah aku juga berhenti di beberapa social-networking yang kuikuti, ada sebagian yang kuhapus accountnya dan ada sebagian yang tidak pernah kusinggahi lagi.

Namun ada satu ketergantungan yang belum juga lepas yaitu Yahoo! Messenger. Namun aku merasa suntuk dengan Yahoo! Messengerku yang lama maka kubuatlah account yang baru. Di akun yang baru ini, beberapa teman yang sering berinteraksi denganku satu bulan belakangan ini kutambahkan dan beberapa clientku agar mereka tidak kerepotan mencari support. Akun yang lama masih kupakai cuma sesekali, barangkali ada yang terlewatkan. Istillah kerennya adalah: backup.

Baca Selengkapnya

Aku Hapus Pesanmu

Tadi aku membuka inbox sms di handphoneku. Di situ ada banyak sms dari “dia” yang belum lagi kuhapus, padahal kami sepertinya telah lama tidak berinteraksi. Aku melihat banyak pesan antara kami berdua. Ternyata dahulu terlalu sering ada senyum, diselingi keluh-kesah.

Namun entah kenapa aku merasa begitu bosan hari ini. Semua pesan-pesan itu kuhapuskan. Aku merasa dia tidak lagi membutuhkan aku, begitu juga sebaliknya. Takdirku terhadapnya sudah selesai. Habis telah hutang-hutangku menjadi lunas. Aku sekarang bebas.

Aku lupa. Kapan terakhir sekali kami mulai berhenti saling menyapa.

Baca Selengkapnya