Bertubi Rindu

Aku rindu dia. Bidadari ketiga.

Lama tak ada kabar, sudah dua hari lebih tak saling sapa. Aku rindu. Bertubi rindu. Rindu sekali.

Aku ingin bilang bahwa aku suka dia: tapi tak berani.

Aku belum mampu. Belum lagi tangguh, dan tegak punggungku berdiri.

Namun hati ini juga sakit. Awalnya kukira rasa yang tersimpan dalam hati ini memiliki celah untuk sebuah balasan, namun diagnosaku salah. Bukan aku yang sedang ada di dalam hatinya.

Aku tak peduli. Tak peduli dia cinta padaku atau tidak. Aku cuma mencintainya, cukuplah itu, telah tertulis hal tersebut dalam buku catatan takdirku.

Bertubi rindu. Menunggu balas, entah kapan tiba. Aku rindu.

Baca Selengkapnya

Ayo Bersabar !!!

Mempelajari kesabaran itu serta keikhlasan memiliki kedalaman seluas lautan. Kesabaran tidak mengujimu dari seberapa berat penderitaanmu, namun juga menguji seberapa sanggup engkau menerima sebuah kenikmatan. Kebanyakan yang diuji dengan kesulitan berhasil lolos, namun ketika diuji dengan kenikmatan, betapa banyak yang jatuh bergelimpangan. Zuhud adalah jalan untuk tetap bersabar dalam kenikmatan.

Tuhan menguji kesabaranku dengan cinta. Dijadikan aku seorang lelaki yang pemalu. Tak pernah berani mengunggapkan cinta kepada orang-orang yang kucintai, sehingga akhirnya mereka-mereka yang kucintai itu satu per satu melangkah pergi, digandeng oleh orang-orang yang berhasil memperoleh cinta mereka.

Tuhan juga memberiku begitu banyak kecemburuan dalam hati, sehingga seseorang yang mencintaiku akan ditimpa ujian berupa kecemburuan yang sangat dariku. Mereka pun pergi karena tidak tahan dengan kecemburuanku dan berujung akulah yang harus kembali bersabar.

Baca Selengkapnya

Ikhlas itu Sungguh Teramat Indah

Hari ini aku chatting dengan bidadari. Dia bertanya mengapa aku menghapus dia di akun facebooknya. Sebelumnya dia sudah sms aku, telepon juga sudah. Dia minta kejelasan dan konfirmasi, jangan-jangan aku termakan seseorang yang sedang mengganggunya. Dia takut jika aku lebih mempercayai orang tersebut daripada dirinya yang sudah lama berkenalan.

Jelas dia salah sangka. Aku memang telah menutup akun facebookku jauh-jauh hari.

Kami pun chatting. Dia bercerita bahwa dia akan menikah tahun ini. Kali ini jujur-sejujurnya. Aku pun bahagia, dan entah mengapa tidak ada perasaan yang mengganjal di hati. Dulu, jika dia berucap demikian, akan sakit sekali hati ini namun sekarang perasaan itu telah pergi. Aku mungkin telah belajar setetes embun dari ikhlas.

Baca Selengkapnya

Cinta Ada Saatnya.

Perasaan yang membuncah, entah mengapa membuat aku mengirimkan pesan kepada sahabat terbaikku: lelaki. Isi pesannya, cukup aku dan lelaki yang tahu.

Aku masih menyimpan pesan Nuril, temanku di FLP yang tomboy, jenggo, dan suka sewot sama diriku yang entah mengapa tiba-tiba pengirimkan pesan tentang cinta. Akupun heran, dugaku, mungkin dia sedang jatuh cinta.

Assalamu’alaikum saudaraku,

Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju ridha-Nya, bersabarlah dengan keindahan. Demi Allah, dia tidak datang karena kecantikan dan ketampanan, kepintaran ataupun kekayaan. Tetapi Allahlah yang menggerakkan.

Janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum Allah mengizinkan. Belum tentu yang engkau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah?

Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap-derap hati rapat-rapat. Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang tepat.

Baca Selengkapnya