Kemarin, aku memiliki sebuah ruang yang kunamakan ruang hati. Di tempat itu aku sering berteduh, bercerita, dan sesekali curhat tentang aku dan kehidupanku. Namun, ruang itu sekarang ketika aku melihat sudah disegel. Sebuah papan bertuliskan: “SEDANG DIRENOVASI” ditulis besar-besar menghalangi pintu masuk.
Aku bingung. Gundah. Tak mengerti.
Ruang itu terlalu sering aku gunakan, ketika hujan sepi datang di sekitar pekarangan jiwaku, ruang itu selalu aku masuki. Hujan sepi terlalu sering datang, dan aku dulu terlalu sering kehujanan. Cuma ruang hati itu tempat aku berteduh, sangat spesial, karena selain berteduh dari sepi, di sana aku juga menemukan kehangatan. Di sana cinta bersemayam, sering sekali memberikanku selimut untuk menghalau semua berkas hujan sepi yang membasahi diriku.
Aku kangen cinta. Aku sayang cinta. Aku mencintai cinta karena cinta.