Semakin Melekat

Saban hari, ingatan-ingatanku tentangnya semakin melekat. Ya. Hampir tanpa jeda kepada dia yang aku sebut istimewa. Terkadang ketika aku membuka email, aku cuma ingin melihat log kunjungan dia ke tiap halaman di websiteku ini.

Kadang ketika malam tiba, aku pun membuka Yahoo! Messenger-ku lebih lama cuma ingin melihat namanya ada. Terkadang aku membiarkannya, tidak menyapa, karena aku mencoba untuk mengerti betapa sibuknya dia dengan segudang kegiatannya. Cukup hanya melihat nama, hatiku sudah dingin dibuatnya.

Di dalam keheningan, kerinduan tentangnya semakin saja hebat dan berkelebat. Rasanya, 1000 hari yang aku janjikan kepada diriku sendiri terlalu lama datangnya. Aku berusaha membangun pondasi-pondasi punggungku. Aku memang salah. Teramat lalai dalam hidup, membuatku lupa bahwa kelak aku akan hidup sebagai seorang lelaki dewasa yang harus memikul tanggung jawab juga kiranya.

Baca Selengkapnya

Kebingungan Mutlak

Dari kemarin aku tidak enak mood, tetapi berusaha tetap menjadi biasa. Perasaan itu sangat mengangguku. Perasaan bersalah. Nantilah akan kuceritakan bagaimana kronologisnya tentang kesalahan yang aku perbuat terhadap dosenku tersebut. Aku sangat kebingungan.

Sebenarnya tidak butuh pendapat orang lain bahwa yang jelas-jelas salah adalah aku, namun aku ingin menuangkan semua rasa kesalku terhadap diriku sendiri. Dan keadaan semakin rumit. Aku adalah tipe cowok yang agak penakut dan hampir dipastikan tidak berani memasang wajah untuk meminta maaf.

Makan rasanya hambar. Aku cuma makan kalau memang sudah teramat lapar dan kakiku menggigil serta kedinginan. Aku ingin bercerita kepada dia namun rasanya dia terlalu sibuk. Jadi lebih baik aku bercerita kepada kawanku yang lain.

Baca Selengkapnya

Robot Error

Beginilah kalau robot error. Seperti kata pepatah dalam pemograman “masukan sampah, keluaran juga sampah” Jadi ketika robot ini memiliki input yang salah dalam pemograman, maka akan salah pula eksekusinya. Misalnya, eksekusi tidak tepat sesuai dengan input masukan, akan terjadi looping yang berulang.

lihat deh di ujung-ujung video ini.

Baca Selengkapnya

Memori Tsunami

Hari ini, 26 Desember 2010 adalah memorial peringatan tsunami keenam. Enam tahun yang lalu suatu peristiwa mahadahsyat telah terjadi di sini. Menurut data Bakornas, tidak kurang 120.000 jiwa merenggang nyawa. Hari itu juga hari Minggu, satu hari setelah natal tiba, 26 Desember 2004.

Aku mengingat peristiwa itu. Beberapa senter kudengar, di Jawa sana mereka mempersalahkan tsunami di Aceh karena keinginan Aceh untuk memisahkan diri dari Indonesia. Itu adalah hukuman bagi Aceh, begitu para pemberi khutbah di sana menuturkan.

Di sini, aku dengar lagi. Mungkin kelak jika Quran belum turun, peristiwa ini pun akan diberitakan dalam ayat-ayat suci. Suatu peristiwa yang datang begitu tiba-tiba. Ketika air hitam setinggi 30 meter menghampiri manusia datang dengan kekuatan yang begitu dahsyat. Memporak-porandakan segala. Manusia, tidak tua dan muda, tidak buruk dan baik, mati. Kebanyakan manusia yang mati dalam keadaan bertelanjang. Apakah itu cerita tentang suatu kaum yang ingkar? Aku tidak tahu pasti.

Baca Selengkapnya