Kata murabbi-ku, dakwah ini perlu regenerasi, karenanya kelompok kami diwajibkan untuk mencari binaan, minimal satu orang. Kita tidak cukup menjadi orang saleh, namun dalam agama dakwah ini kita dituntut agar menjadi bekal bagi kesalehan orang lain. Mungkin dakwah ini akan berjalan di tangan kita, namun jika kita telah habis masa maka akan berhenti jika tidak ada proses berkelanjutan dalam membina suasana tarbawi ini.
Ketika dipaparkan hal demikian, aku cuma terdiam. Diam yang mendalam.
Aku merenung. Jangankan untuk memberi makan hati orang lain, untuk memberi seteguk iman kepada hatiku sendiri saja aku kerepotan. Aku compang-camping. Mungkin tanpa berada dalam lingkungan orang-orang yang ketika berada di dekat mereka kita menjadi tenang, aku akan lebih liar dari saat ini. Bahkan ketika berada bersama mereka, aku masih belum lagi mampu menegakkan muka.