Berpikir Dengan Sudut Pandang Berbeda

Datul…

Aku pernah menulis dia dalam beberapa episode kehidupanku. Menuliskan betapa aku mencintainya hingga detik ini. Terkadang aku mengerti, terlalu memperhatikan dan terlalu mengacuhkan bisa menjadi petaka dan prahara. Aku salah.

Terkadang aku berpikir, apakah ada pria lain yang mampu sepertiku? Memandangnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Menatapnya kapan dia sakit dan kapan dia bahagia. Memandangnya tanpa jemu tanpa jeda. Memberikan perlindungan. Lagi-lagi aku salah.

Dulu aku pernah bertanya, “Aku tidak dewasa, bagaimana?”

“Cukuplah kamu, aku tidak membutuhkan yang dewasa.”

“Apa yang kau inginkan?” Tanyaku.

“Sebuah cinta yang tulus.” Katanya sembari tertawa kecil.
Baca Selengkapnya

Pengkhayal

“Sumpah, baru kali ini aku menemukan cowo seperti loe Ben.” Sahabatku tiba-tiba berkata demikian saat kami sama-sama sedang menikmati sensasi ketinggian dari puncak gunung, saat kami sama-sama sedang duduk-duduk di tepi jurang.

”Emang kenapa dengan gw sahabat?” Tanyaku tak mengerti.

”Loe tuh tukang khayal! Dan khayalan loe tuh terlalu jauh. Jauh banget!” Lanjutnya.

”Aku?” Tanyaku menegaskan. ”Aku pengkhayal?”

”Yoha… dan khayalan loe tuh kejauhan. Khayalan tingkat tinggi.” Katanya lagi.

”Apa ada yang salah dengan khayalan? Loe tau kan pesawat terbang itu juga awalnya muncul dari khayalan manusia yang ingin terbang. Loe ga lihat sahabat, bagaimana mobil, listrik, lampu, telepon, handphone tercipta? Semuanya berawal dari khayalan. Dari mimpi. Dan apa salah jika aku bermimpi?” Kataku membela diri.
Baca Selengkapnya

Dialog Hari Ini: Aku – Andre

baiquni: ndree
baiquni: ;))
baiquni: aku dah plong
baiquni: nama cowok tu YUNA
baiquni: aku dah hubungi cowok tu semalam
baiquni: anak Calang
baiquni: memang dia cowoknya datul skrg
andryenatore: lama tu sakitnya ben
andryenatore: ko da liat fs miftah ?
andryenatore: da ada tu foto cowoknya
andryenatore: hahahah
baiquni: cuma 1 hari
baiquni: setelah bicara ama cwonya dia yg baru
baiquni: plong
baiquni: bagi gw datul bahagia
baiquni: kalo loe tau gmn datul kisahnya
baiquni: mgkn gw lebih sayang ke dia daripada cinta
baiquni: asal dia bahagia
baiquni: gw rela
andryenatore: ko da ngomong ama cowoknya ?
andryenatore: cerita apa ?
baiquni: ada
baiquni: aku tanya nama dia sapa
baiquni: trus aku tanya knal datul kapan
baiquni: mereka knal awal bln 5
baiquni: datul bilang si yuna lebih dewasa
baiquni: dia dewasa
baiquni: gw kan enggak
baiquni: jadi aku rasa ndri, datul bakal bahagia dengan yuna
andryenatore: yuna – yanif
baiquni: :))
andryenatore: brengsek !!!
baiquni: 🙂
andryenatore: ben
andryenatore: introspeksi ben
baiquni: maksudnya ndre
andryenatore: ko taulah
andryenatore: be better tomorrow !!!
andryenatore: itu yg aq lakukan
andryenatore: paling ga klo jumpa miftah aq ga ada rasa lagi
andryenatore: status aq diatas dy
baiquni: rasa itu jgn ditipu
andryenatore: n aq merasa dy lah yg patut rugi
baiquni: biarlah dia menjadi seperti sisa manisan dalam hidup
andryenatore: ga ditipu ben
andryenatore: skrg aja aq udah merasa gitu
baiquni: jgn diingkari
baiquni: biarlah semua itu tertanam dalam hati
andryenatore: karena aq bukan dia
baiquni: sambil berdoa, agar yang terbaik bagi kita dan dia. kita selalu punya rencana ndre, tapi Allah yang Mahatahu, yang terbaik untuk kita
baiquni: ndree..
baiquni: tau ga ndre, obat yang bikin aku cepat melupakan dan merasakan plong yang luar biasa
baiquni: padahal waktu kemaren pertama kali dengar dari kamu, aku tuh macam terkhianati banget dan sakit banget
baiquni: namun habis Isya semalam, semuanya begitu plong
andryenatore: wew
andryenatore: ga lama lagi umurko 😛

Semalam, setelah Shalat sunnah plus baca Quran, sedikit demi sedikit beban yang kurasakan begitu plong. Afif (Novelis Yusaku) sang psikologku juga membantu begitu banyak, walau bukan masalah tentang persoalanku tetapi lebih ke permasalahan diriku yang introvert.

Wendri juga membantuku di siangnya, aku dengan puas menangis (walau dia tak tahu). Ternyata Wendri juga sedang mengalami seperti yang aku alami. Tetapi dia memilih sikap: mencintai dengan hati.

Dan Allah adalah yang paling berperan dalam menolongku kali ini. Dalam tahajud semalam, aku cuma mampu berdoa: “Ya Allah, berikanlah yang terbaik bagi Datul. Tuntunlah dia ke jalan-Mu. Beri dia hidayah dan lapangkanlah segala urusannya. Jangan buat dia menangis lagi. Bahagiakan dia walau kali ini aku harus menjadi yang tersiksa.

Ada sejuta sensasi plong yang menembus diri ini. Dan secepatnya, kebencian yang kurasa awal juga menjadi sirna.

Kali ini, jalanku semakin terbuka dan lurus ke depan. Jalan mencari ridha Rabb-ku dan jalan dimana diujungnya telah menanti seorang bidadari yang dipersiapkan untukku.

Bidadari, aku berharap itu dia. Tetapi aku tak ingin berspekulasi… Aku selalu menanti kejutan Rabb-ku, kejutan-kejutan yang indah.

Ya Allah, tanamkanlah cinta di dadaku tanpa setitik pun benci. Dan jadikan aku termasuk orang-orang yang bersabar dan berserah diri. Amien

Baca Selengkapnya

Puisi Kutukan

Menjadi terkutuk aku…
maka terkutuklah semua yang ada dibumi
termasuk dirimu yang membaca diriku

tak pantaskah aku menjadi pecundang?
mengapa memaksa aku eksis
biarkan saja aku di sini menggelepar
dalam sunyi, sepi, hampa

padamkan semua cahaya
biarkan semuanya tanpa warna
cahaya hanya memberi sudut, arah, dan ruang
membuat segala perbedaan terlihat jelas
membuat ego menjadi gamblang

makilah !!!
makilah aku yang berbicara tanpa terikat bait
makilah aku yang berteriak tanpa mengeja huruf
atau aku yang terbang di ujung langit

siapakah yang awal?
putih atau hitam?
cahayakah yang mengerangi gelap
atau gelap yang menutupi cahaya?

wahai kamu yang terombang-ambing
yang masih berperang dengan diri sendiri
aku sudah khatam tentang itu
dirimu itu ternyata tak bermakna
jauh ribuan jutaan kali terlahir dan mati
yang ada hanya hampa dan kekosongan
yang kau cari tak pernah hilang,
karena ianya tak pernah ada

mengapa mengutuk langit yang berwarna?
langit tak pernah salah, sedari awal ia tercipta tanpa warna
yang salah adalah cahaya
cahaya yang memberi warna

Baca Selengkapnya