Bidadari dan Bidadari Ketiga itu BEDA

Mungkin banyak yang bertanya-tanya dan kebingungan dengan istillah bidadari dan bidadari ketiga. Harus kutegaskan di sini bahwa sebutan itu mengacu kepada 2 orang yang berbeda. Sebutan bidadari tanpa embel-embel ketiga itu sebenarnya tertuju kepada bidadari kedua, yang mengajarkan aku shalat di sepertiga malamku, sedangkan bidadari ketiga adalah seseorang yang sedang kucintai saat ini.

Sekarang hatiku ini hanya tertuju kepada seseorang, yaitu bidadari ketiga. Jadi hubunganku dengan bidadari cuma persahabatan biasa, tanpa ada embel-embel yang lain.

Dengan bidadari ketiga? Ya berteman seperti biasa juga, tanpa ada embel-embel. Namun hati ini tidak dapat dipungkiri bahwa dia memiliki rasa. Aku sendiri tidak bisa menduga kapan rasa ini akan selesai, atau akan terus berlanjut.

Baca Selengkapnya

Tembus 203 Pengunjung

Begitu melihat statistik pengunjungku hari ini, aku senang sekali. Kemarin, pengunjung blogku tembus 200 orang, tepatnya 203 pengunjung. Padahal dulu, tempat tertinggi di statistik diduduki oleh si 198 pengunjung. Rata-rata pengunjung blogku tidak banyak, sekitar 80 – 100 pengunjung per hari, kadang-kadang bisa bergerak di 150 – 160 per hari, namun jarang terjadi. Biasanya di deretan 80an.

Apa mungkin, statistik yang melonjak begitu cepat ini dikarenakan SPAM?

Beberapa hari ini aku menemukan banyak sekali SPAM yang diloloskan oleh akismet. Spammer itu semakin canggih saja, mereka menggunakan trik mengirimkan komentar dengan komentar yang sudah pernah di approve. Biasanya spammer itu kan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak jelas dengan beberapa link yang tersembunyi. Sekarang malah mereka tidak menggunakan link kecuali pada link bagian nama saja.

AKU BENCI SPAM !!!

Baca Selengkapnya

Menjadi Akuntan Sehari

Hari ini badanku pegel-pegel, kebanyakan duduk dengan cara bungkuk di depan laptop buat ngetik laporan RAT koperasi mamak.

Aku yang jadi tukang ngetik keluarga dan Ayah yang menjadi akuntan sebenarnya. Hehehe. Berbicara akuntan aku jadi teringat Aik, kawanku yang besar seperti cumi-cumi. Dia bekerja banting tulang, muter otak sebagai akuntan publik. Ternyata menjadi akuntan itu susah juga, apalagi harus memeriksa begitu banyak transaksi. Ini baru transaksi di sebuah koperasi simpan-pinjam, belum lagi yang lain.

Kukira menjadi seorang akuntan itu mudah, ternyata tidak!

Baca Selengkapnya

Jika Ibu Adalah Kartini, Maka Siapa Ayah?

Beberapa jam lagi akan menjadi pengubah tanggal, dari tanggal 21 April menjadi tanggal 22 April. Lalu apa masalahnya? Masalahnya, semua pembicaraan tentang Kartini dan Perempuan akan lenyap, berganti dengan topik-topik lainnya. Ya, memang harus begitu, masa mau ngomongin hal yang itu-itu saja tiap harinya.

Yups, benar sekali. Tidak bisa disangkal, kalau sudah menyinggung tentang perempuan biasanya akan marak di tiap tanggal 21 April dan di 22 Desember. Inilah dua bulan kepunyaan perempuan. Setelah itu? Bablas. Boro-boro disinggung, diingat saja sudah sukur.

Wah, kalau begitu perempuan sepatutnya bangga, masih ada yang mau mengingat mereka meski hanya dua kali dalam setahun. Lalu bagaimana dengan Laki-laki? Jangankan disinggung, diingat saja syukur.

Baca Selengkapnya

Mungkin Salah Sangka

Si Nidya, alias suka kolah alias patkai, alias tukang ngepet lagi online. Beberapa minggu terakhir ini dia suka sekali online malam, ntah kenapa. Beberapa waktu yang lalu aku sempat telepon dan sms dia tetapi enggak dibalas.

Waktu dia online tadi, langsung kuserobot: “napa telepon ama smsku ga kowe balas?

Hp ku dipake ma mama aku,” begitu katanya dengan mukanya yang bego.

Akhirnya akupun curhatlah ke dia soal bidadari ketiga. Aku bilang ke dia, “ternyata memang benar bukan aku yang “dia” suka. Aku salah paham selama ini“. Gitu aku ngomong ke dia.

Baca Selengkapnya