(Bukan) Dari Mata Turun ke Hati

Dari 5 (lima) kali jatuh cinta, 2 (dua) yang terakhir aku cintai tanpa pernah bertatap muka langsung dengan mereka alias melalui dunia maya. Jadi, bagiku pepatah yang berkata: dari mata turun ke hati, tidak 100% adanya. Mungkin bagi orang-orang yang menomor satukan masalah rupa hal itu bisa saja terjadi, namun aku tidaklah demikian.

Salah seorang temanku, ketika bercakap-cakap denganku di udara pernah berkata begini: “Ben, aku tak percaya ada cinta yang berasal dari dunia maya tanpa menatap langsung orangnya.

Awalnya akupun tak percaya. Namun interaksi bisa membuat rasa itu hadir. “Tak kenal maka tak cinta,” begitulah kata pak lurah di desaku. Dan benar adanya, interaksi mampu membuat seseorang yang terpisahkan oleh jarak ribuan kilometer mampu jatuh cinta.

Baca Selengkapnya

Bidadari dan Bidadari Ketiga itu BEDA

Mungkin banyak yang bertanya-tanya dan kebingungan dengan istillah bidadari dan bidadari ketiga. Harus kutegaskan di sini bahwa sebutan itu mengacu kepada 2 orang yang berbeda. Sebutan bidadari tanpa embel-embel ketiga itu sebenarnya tertuju kepada bidadari kedua, yang mengajarkan aku shalat di sepertiga malamku, sedangkan bidadari ketiga adalah seseorang yang sedang kucintai saat ini.

Sekarang hatiku ini hanya tertuju kepada seseorang, yaitu bidadari ketiga. Jadi hubunganku dengan bidadari cuma persahabatan biasa, tanpa ada embel-embel yang lain.

Dengan bidadari ketiga? Ya berteman seperti biasa juga, tanpa ada embel-embel. Namun hati ini tidak dapat dipungkiri bahwa dia memiliki rasa. Aku sendiri tidak bisa menduga kapan rasa ini akan selesai, atau akan terus berlanjut.

Baca Selengkapnya

Menjadi Akuntan Sehari

Hari ini badanku pegel-pegel, kebanyakan duduk dengan cara bungkuk di depan laptop buat ngetik laporan RAT koperasi mamak.

Aku yang jadi tukang ngetik keluarga dan Ayah yang menjadi akuntan sebenarnya. Hehehe. Berbicara akuntan aku jadi teringat Aik, kawanku yang besar seperti cumi-cumi. Dia bekerja banting tulang, muter otak sebagai akuntan publik. Ternyata menjadi akuntan itu susah juga, apalagi harus memeriksa begitu banyak transaksi. Ini baru transaksi di sebuah koperasi simpan-pinjam, belum lagi yang lain.

Kukira menjadi seorang akuntan itu mudah, ternyata tidak!

Baca Selengkapnya

Jika Ibu Adalah Kartini, Maka Siapa Ayah?

Beberapa jam lagi akan menjadi pengubah tanggal, dari tanggal 21 April menjadi tanggal 22 April. Lalu apa masalahnya? Masalahnya, semua pembicaraan tentang Kartini dan Perempuan akan lenyap, berganti dengan topik-topik lainnya. Ya, memang harus begitu, masa mau ngomongin hal yang itu-itu saja tiap harinya.

Yups, benar sekali. Tidak bisa disangkal, kalau sudah menyinggung tentang perempuan biasanya akan marak di tiap tanggal 21 April dan di 22 Desember. Inilah dua bulan kepunyaan perempuan. Setelah itu? Bablas. Boro-boro disinggung, diingat saja sudah sukur.

Wah, kalau begitu perempuan sepatutnya bangga, masih ada yang mau mengingat mereka meski hanya dua kali dalam setahun. Lalu bagaimana dengan Laki-laki? Jangankan disinggung, diingat saja syukur.

Baca Selengkapnya

Mungkin Salah Sangka

Si Nidya, alias suka kolah alias patkai, alias tukang ngepet lagi online. Beberapa minggu terakhir ini dia suka sekali online malam, ntah kenapa. Beberapa waktu yang lalu aku sempat telepon dan sms dia tetapi enggak dibalas.

Waktu dia online tadi, langsung kuserobot: “napa telepon ama smsku ga kowe balas?

Hp ku dipake ma mama aku,” begitu katanya dengan mukanya yang bego.

Akhirnya akupun curhatlah ke dia soal bidadari ketiga. Aku bilang ke dia, “ternyata memang benar bukan aku yang “dia” suka. Aku salah paham selama ini“. Gitu aku ngomong ke dia.

Baca Selengkapnya