Pak Bos adalah orang yang agak strict. Dia sangat menjaga pergaulan antara lelaki dan wanita. Cocok sekali menjadi ketua kaderisasi yang memang dibutuhkan untuk itu, terlebih dia sangat mencintai dakwah. Berbeda sekali denganku yang cenderung lebih bebas, dan kadang orang berpikir, lebih nyeleneh.
Suatu hari, di ujian kelas intensif I Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh, aku menemukan sesuatu yang membuatku sangat kagum kepada seseorang. Orang tersebut aku beri nama “Sang Nama”, karena namanya aku lupa namun perbuatannya aku ingat selalu.
Malam harinya, kepada No. 34 aku bercerita tentang apa yang aku temukan tersebut. Iseng aku berikan penekanan, mungkin dia calon kandidat berikutnya.
Huh, dasar No. 34. Dia membocorkan hal tersebut kepada Pak Bos.