Sang Nama

Pak Bos adalah orang yang agak strict. Dia sangat menjaga pergaulan antara lelaki dan wanita. Cocok sekali menjadi ketua kaderisasi yang memang dibutuhkan untuk itu, terlebih dia sangat mencintai dakwah. Berbeda sekali denganku yang cenderung lebih bebas, dan kadang orang berpikir, lebih nyeleneh.

Suatu hari, di ujian kelas intensif I Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh, aku menemukan sesuatu yang membuatku sangat kagum kepada seseorang. Orang tersebut aku beri nama “Sang Nama”, karena namanya aku lupa namun perbuatannya aku ingat selalu.

Malam harinya, kepada No. 34 aku bercerita tentang apa yang aku temukan tersebut. Iseng aku berikan penekanan, mungkin dia calon kandidat berikutnya.

Huh, dasar No. 34. Dia membocorkan hal tersebut kepada Pak Bos.

Baca Selengkapnya

Keterkaitan

Banyak orang sering sekali mencoba mengkait-kaitkan sesuatu dengan banyak hal yang terjadi dalam hidupnya. Dulu, aku pernah bertemu dengan seseorang yang bertanya hari apa aku lahir. Sepertinya dia mencoba mengkaitkan kecocokan antara hari lahirku dan hari lahirnya.

Tanggal lahirku 31 dan dia 13. Mungkin seperti itu yang coba hendak dikaitkan.

Aku pun pernah demikian. Mencoba mengkait-kaitkan keabsahan hati yang ada di dalam dadaku dengan pengujian kait-mengkaitkan. Dengan perhitungan angka-angka. Namun, itu bukan ramalan, cuma mengcoba menghibur hati kemungkinan-kemungkinan yang mungkin bisa terjadi di masa datang. Khayalan tepatnya.

Beberapa orang yang sedang mencintai seseorang juga sering sekali mengkait-kaitkan tanggal-tanggal lahir mereka yang dia cintai ke dalam bagian dari namanya.

Baca Selengkapnya

Jangan Berhenti Untuk Tersenyum

Tiba-tiba saja aku teringat seseorang. Dan aku mengambil sebuah pelajaran bermakna, bahwa apa yang kita tangiskan kemarin mungkin akan berbuah senyuman hari ini.

Dulu sekali, aku berharap dia akan mengisi hidupku. Dia adalah yang mengajari aku bangun di sepertiga malamku. Dan sekarang dia sudah menikah. Malah sudah hamil. Entah mengapa, aku pun berbahagia. Sangat bahagia bahwa orang yang dulu pernah aku cintai telah menemukan kebahagiannya.

Padahal, dulu ketika kami bersepakat untuk berhenti memberitakan malam. Ketika kami bersepakat, biarlah malam kami kejar, namun tak usah kami ceritakan. Biarlah sebuah sujud hadir karena bukan akibat bunyi dering yang membangunkan. Aku menangis ketika itu.

Bahkan aku pernah berharap. Kelak jika punggungku tegak, dia yang akan aku kabari untuk itu. Namun, sebelum punggungku tegak, dia telah menyelesaikan satu takdir terbaiknya.

Baca Selengkapnya

Pentingnya Komunikasi

Komunikasi bisa menjadi sebuah pisau bermata dua. Kadang dengannya kita akan semakin akrab, namun dengannya pula akan timbul masalah. Walau bagaimana pun, komunikasi adalah hal yang sangat penting.

Beberapa waktu yang lalu saya menjadi setan. Alasannya, karena saya menjadi pendengar di antara dua cewek yang sedang curhat. Cuma saya lelaki di situ. Dan saya malah menjadi penganggu acara curhat-curhatan tersebut. Ketika seseorang wanita sedang mengeluhkan apa yang sedang dicurhatkannya, saya sering dengan sengaja membalikkan arah perbincangan ke hal-hal yang tak penting. Jahat ya 😉

Dalam satu sesi curhat tersebut, terceritakan tentang kekesalan wanita tersebut kepada seorang pria. Dan saya adalah orang yang memiliki level menyebalkan sama dengan pria tersebut.

Saya tidak tahu mengapa di mata wanita tersebut, pria yang hendak menikah tersebut begitu menyebalkan. Berkali-kali facebook pria tersebut di-remove dan kemudian di add kembali. Dan katanya, di depan saya pula itu, dia juga akan me-remove facebook saya karena saya adalah orang yang paling menyebalkan.

Baca Selengkapnya