Kutukan November

Sepertinya aku dikutuk di bulan November ini. Apa pasal? Yang jelas aku sial melulu.

Baru saja, aku kelupaan membawa dompet. ketika hendak mengambil fruit tea untuk kubeli, eh ketika merogoh celana, dompet tidak ada. Malu, aku meletakkan fruit tea tersebut kembali ke tempatnya semula.

Tadi sore juga, aku membeli mouse baru. Mereknya tidak tanggung-tanggung: LOGITECH. Tetapi, begitu sampai di rumah, waktu aku mencoba mouse baruku tersebut. ERROR! Tombol kirinya tidak berfungsi, alias aku tidak bisa mengklik kiri dengan menggunakan mouse.

Kemarin, waktu di pameran Aceh Comtech. Aku membeli sebuah headset. Begitu aku buka di rumah, eh headset untuk kuping sebelah kanan copot. Itu baru dibeli lho padahal!

Astagfirullah. Pasti ini karena dosaku bertumpuk, sehingga Allah membalasnya dengan cara demikian.

Yang jelas. Aku terkena KUTUKAN NOVEMBER.

Baca Selengkapnya

Lelaki Yang Berbeda

Semalam lelaki menangis. Tangannya menggenggam sebuah kitab. Hatinya bergemuruh tiada henti. Air mata tumpah. Setetes demi setetes, hati lelaki itu basah. Matanya menerawang langit-langit. Sudah sedemikian parahkah?

Mencari Mutiara di Dasar Hati, nama kitab itu.

Sebagian dari hatinya menangis, sebagian yang lain tertohok, selebihnya merasa malu yang mendalam. Dia mulai mengeja pelan langkah hidupnya, entah berapa lama dia berada di dalam kesesatan. Yang pasti, telah teramat lama.

Baca Selengkapnya

Jangan Kasar

Sebenarnya, aku paling tidak suka dengan orang yang kasar dan ketus. Sangat tidak suka.

Bagiku, menolak suatu keburukan dengan cara yang kasar. Tolaklah dengan lemah-lembut, karenanya karakter seperti Aa Gym sangat aku sukai daripada karakter-karakter seperti Amrozi.

Pergerakan Islam pun jangan melulu dilihat sebagai sebuah perang. Sebelum perang, Rasul mendidik kaum muslimin dengan sopan satun, kesabaran, karenanya Islam mudah diterima oleh berbagai pihak. Islam disambut karena ketidak kasarannya tersebut. Bahkan saat bangsa lain masih di bawah bangsa lain, mereka menyambut Islam dengan tangan terbuka, karena mereka tahu bahwa Islam akan membebaskan kita dari segala keburukan. Sekarang?

Mengapa orang sekarang begitu membenci Islam? Islam phobia muncul di mana-mana. Apa yang salah?

Baca Selengkapnya

No 34, Aku, dan Pak Bos, juga Sang Nama

Aku kesal dengan Pak Bos. Aku ungkapkan hal itu kepadanya. Kadang, dalam sebuah organisasi kita harus menjadi terang-terangan, jangan ditahan-tahan. Karena yang kita butuhkan adalah transparansi agar semuanya jelas dan masing-masing lebih mengerti agar tercipta suasana yang kondusif.

Pak Bos membuat aku kehilangan 1 kali Jamaah hari itu. Aku sudah berkali-kali telepon dia, kadang sms, tolong gantikan aku menjaga rental tempat aku numpang cetak sertifikat tetapi dianya tidak bisa. Padahal, kami berjanji akan membagi 3 pekerjaan itu.

Sebenarnya, murni kesalahan ada di aku juga. Aku memiliki cacat teknis ketika mendesain sertifikat di Microsoft Word. Jadinya, diawal terencana untuk mem-print A4 dibagi dua, namun untuk menyiasati harus diprint menjadi empat. Awalnya aku membuat dalam bentuk lanscape, namun ketika di print di A4, selalu muncul dalam bentuk pontrait, dan tidak bisa diubah ke lanscape, sehingga jatah A4 dibagi dua terbilang percuma.

Dari pukul 15.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB aku berada di rental. Cuma untuk nge-print!

Tetapi sebenarnya masalah kesalku sudah selesai semenjak Pak Bos menawari aku mentraktir kebab! Aku minta 3, namun dia menawar menjadi 2. Terpaksa aku setuju.

Baca Selengkapnya

Ebook Pertamaku: Lelaki Yang Berbicara Tentang Angin

Alhamdulillah. Ebook pertamaku sudah terbit, walau bukan dalam bentuk buku konvensional yang diperjual-belikan tetapi aku senang. Aku sangat menghargai pihak-pihak yang begitu apresiasi terhadap tulisan-tulisanku.

Summary

“Lelaki yang Berbicara Tentang Angin” adalah kumpulan cerita karya Muhammad Baiquni. Gaya berceritanya yang banyak menyelipkan metafora dan kalimat puitis adalah kekuatan utama yang menjalin antara cerita yang satu dengan cerita yang lainnya. Anda akan diajak mengepakkan sayap-sayap imajinasi bersama angin yang akan membuatnya terbang tinggi.
______

“Angin adalah dirimu, angin itu hatimu. Terkadang sesuatu berubah dengan sedemikian cepat, namun semua memiliki jeda,” lelaki itu berbicara seolah langsung menuju telingaku. Namun aku sudah cukup tuli untuk mendengar ocehannya.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Aku cinta. Engkau harus tahu!

Baca Selengkapnya