Semakin Melekat

Saban hari, ingatan-ingatanku tentangnya semakin melekat. Ya. Hampir tanpa jeda kepada dia yang aku sebut istimewa. Terkadang ketika aku membuka email, aku cuma ingin melihat log kunjungan dia ke tiap halaman di websiteku ini.

Kadang ketika malam tiba, aku pun membuka Yahoo! Messenger-ku lebih lama cuma ingin melihat namanya ada. Terkadang aku membiarkannya, tidak menyapa, karena aku mencoba untuk mengerti betapa sibuknya dia dengan segudang kegiatannya. Cukup hanya melihat nama, hatiku sudah dingin dibuatnya.

Di dalam keheningan, kerinduan tentangnya semakin saja hebat dan berkelebat. Rasanya, 1000 hari yang aku janjikan kepada diriku sendiri terlalu lama datangnya. Aku berusaha membangun pondasi-pondasi punggungku. Aku memang salah. Teramat lalai dalam hidup, membuatku lupa bahwa kelak aku akan hidup sebagai seorang lelaki dewasa yang harus memikul tanggung jawab juga kiranya.

Baca Selengkapnya

Kebingungan Mutlak

Dari kemarin aku tidak enak mood, tetapi berusaha tetap menjadi biasa. Perasaan itu sangat mengangguku. Perasaan bersalah. Nantilah akan kuceritakan bagaimana kronologisnya tentang kesalahan yang aku perbuat terhadap dosenku tersebut. Aku sangat kebingungan.

Sebenarnya tidak butuh pendapat orang lain bahwa yang jelas-jelas salah adalah aku, namun aku ingin menuangkan semua rasa kesalku terhadap diriku sendiri. Dan keadaan semakin rumit. Aku adalah tipe cowok yang agak penakut dan hampir dipastikan tidak berani memasang wajah untuk meminta maaf.

Makan rasanya hambar. Aku cuma makan kalau memang sudah teramat lapar dan kakiku menggigil serta kedinginan. Aku ingin bercerita kepada dia namun rasanya dia terlalu sibuk. Jadi lebih baik aku bercerita kepada kawanku yang lain.

Baca Selengkapnya

Mencari Binaan

Kata murabbi-ku, dakwah ini perlu regenerasi, karenanya kelompok kami diwajibkan untuk mencari binaan, minimal satu orang. Kita tidak cukup menjadi orang saleh, namun dalam agama dakwah ini kita dituntut agar menjadi bekal bagi kesalehan orang lain. Mungkin dakwah ini akan berjalan di tangan kita, namun jika kita telah habis masa maka akan berhenti jika tidak ada proses berkelanjutan dalam membina suasana tarbawi ini.

Ketika dipaparkan hal demikian, aku cuma terdiam. Diam yang mendalam.

Aku merenung. Jangankan untuk memberi makan hati orang lain, untuk memberi seteguk iman kepada hatiku sendiri saja aku kerepotan. Aku compang-camping. Mungkin tanpa berada dalam lingkungan orang-orang yang ketika berada di dekat mereka kita menjadi tenang, aku akan lebih liar dari saat ini. Bahkan ketika berada bersama mereka, aku masih belum lagi mampu menegakkan muka.

Baca Selengkapnya

Selamat Ulang Tahun

Hari ini dia berulang tahun. Dari semalam aku berjaga-jaga untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Aku memang sudah niatan untuk mengucapkannya dalam 2 waktu, satu waktu tempatnya berdiri, dan satu lagi waktu tempatku berdiri.

Kami memang berdiri dengan terpisah jarak dan waktu. Aku berada di UTC+7 dan dia UTC+8.

Sayang, untuk kali kedua mengucapkan selamat itu aku terlambat 11 menit. Tapi dia merespon dengan sangat baik sekali, “its ok ben.” Aku senang dan juga tersenyum.

Sebenarnya aku ingin membelikannya kado via eBay dan akan kukirimkan kepadanya barang 3-4 hari sebelum hari ini, tetapi uangku sudah habis untuk kubeli akun scribd.com agar aku bisa mengunduh file-file scribd.com selama setahun. Uang yang sama juga aku gunakan untuk melakukan donasi ke Wikipedia.

Baca Selengkapnya

Istimewa

Aku cuma ingin bilang, bagiku dia teramat istimewa.

Setiap hari, dia menjadi semakin istimewa. Aku berharap, aku bisa melakukan sesuatu yang berarti baginya, namun pada kenyataannya dialah yang sering membantuku. Menyemangatiku. Berdoa atas namaku. Dan beberapa hari ini aku sering memintanya melakukan sesuatu, ini-itu, seperti memintanya mendownloadkan bahan kuliahku.

Ketika ada sesuatu file yang ingin aku ambil dan aku membaca, aku bertanya kepadanya. “Apakah file ini bisa diunduh?”

Jika ya, aku sangat senang karena pasti emailku esoknya akan kemasukan surat dari hotfile mengabarkan aku tentang seseorang yang telah mengirimkan aku sebuah berkas yang hendak aku baca.

Baca Selengkapnya