Apakah aku sedemikian buruknya?
Episode-episode pertanyaan berjejal di tempurung otakku. Memintaku menjawab semua tanya yang muncul, entah itu dari logika atau dari rasa.
Kadang aku merasa begitu amat buruk, terlebih ketika seseorang mulai berjalan membelakangi punggungku ke arah yang berbeda. Ketika seseorang yang selalu tersenyum mulai memudarkan senyumnya kepadaku. Atau, ketika sentuhan yang langsung menyentuh dadaku mulai ditarik pelan-pelan. Aku bertanya: apakah aku sedemikian buruknya?
Hingga berapa lama waktu untuk mengingat tersedia?
Pertanyaan yang lain tiba. Datang, sejengkal demi sejengkal. Menunggu waktu untuk sebuah jawaban. Hingga kapan waktu untuk mengingat tersedia? Aku tidak tahu berapa lama total waktuku tersedia di dunia, jadi aku akan bertanya hingga kapan episode mengingat itu memperkosa hidupku, menahan semua ingatan lain yang hendak muncul.