Kategori: Personal
Semua yang berasal dari diriku dan ditulis sejujurnya untuk diri sendiri
My Email Has Been Hacked
Seseorang ternyata telah berhasil mengambil alih satu akun emailku yang berada di gmail, yaitu [email protected], seingatku terakhir aku mengganti passwordnya menjadi “ir1&*#n4177 k_nA13” untuk membuat akun Google Adsense namun ternyata tidak berhasil.
Awalnya aku tidak begitu ngeh saat gagal masuk ke emailku tersebut, namun keadaan semakin rumit aku mencoba berkali-kali dan selalu gagal. Harap diketahui, akun Youtube-ku menggunakan account gmail tersebut.
Aku mencoba opsi forgot password, namun pilihan security question, email untuk kirim password serta opsi mengirimkan password via sms, semuanya telah diubah oleh sang interuder tersebut.
Aku bingung. Dari mana dia mendapatkan akses ke dalam akunku tersebut ya?
Anak Haram
Bapakku setan. Ibuku jalang. Orang-orang bilang, aku anak haram.
Aku pernah ingin tanya, “Ibu, mengapa tidak aborsi saja?” Mengapa harus melampiaskan dendam kepada Bapak terhadapku. Mengapa pula harus selalu memakiku, menumbukkan kepalaku ke dinding, menamparku, dan menyuapi aku dengan darah yang mengalir dari bibir-bibirku yang pecah. Pernah aku ingin bertanya tentang hal itu, namun aku tak berani.
Lelaki yang disebut Bapak yang tidak aku tahu siapa dia. Kelak jika aku bertemu dengannya, aku ingin juga tanya hal yang serupa, “Bapak, mengapa tidak paksa saja Ibu aborsi. Agar aku tidak pernah lahir, agar aku tidak tersiksa.”
Anak-anak lain jika ditanya, ingin bercita-cita menjadi apa? Mereka mungkin akan riang menjawab ingin menjadi dokter, pilot, guru, atau apapun. Aku, jika ditanya hal yang serupa, aku cuma ingin jawab: aku ingin bunuh mereka.
Rindu dan Gila
Kerinduan. Berjalan pelan-pelan di antara hati kita. Walau kita sama-sama berdiri dalam keberdiaman, jauh dari suatu kebisingan. Aku dan kamu yang saling jatuh rindu. Sama-sama yang saling jatuh gila.
“Bagaimana jika aku rindu?” Seseorang kembali bertanya.
Aku diam. Entah mungkin bisa dijabarkan lewat seribu bahasa. Yang jelas, aku cuma mampu diam. Karena jika aku berbicara, aku tidak akan mampu berbicara dengan satu bahasa. Butuh banyak bahasa untuk mengungkapkan kerinduan. Jika dipaksakan cuma satu bahasa, yang ada cuma racauan. Ricuh bertubi-tubi dari bibir yang tidak lagi mampu akulturasi dengan otak yang dihimpit beban.
Kadang, jika demikian aku akan bertanya. “Apa kau rindu aku?”
Cemburu
Aku cemburu. Tetapi bukan kepada manusia. Aku cemburu sama blogku yang lain yang beralamat di http://blog.baiquni.net. Kenapa? Karena ternyata blog itu lebih banyak pengunjung daripada blogku yang ini. Padahal blog yang di sana sengaja jarang aku update dibandingkan blogku yang ini.
Kemarin aku melihat, statistik pengunjung blogku di sana sekitar 200-an orang. Sedangkan pengunjung di sini masih berkisar 100-an orang.
Padahal aku ingin menurunkan alexa blogku ini. Memang sih, di blogku yang di sana beberapa artikel tentang komputer dan pemograman, sedangkan di sini isinya cuma curhat-curhat-curhat dan sesekali tentang apa yang aku pikirkan.
Tetapi, yang jelas aku cemburu.