Nasyid Parodi

Teguh maju ke hadapan
Jagalah pandangan karena banyak ikhwan
Perjuangan lebih ringan dengan bantuanmu
Kibrah dakwahmu mampu menyejukkan hatiku

Jangan bimbang ragu membaca dataku
Hapus bayang semu tentang usiaku
Orang tuaku telah ridha memberi restu
Mereka tak sabar lagi untuk punya mantu

Majulah wahai mujahidahku
Jangan langsung buru-buru tutup pintu
Walaupun kau digoda pembantu
Fitnah harus segera berlalu

Majulah wahai mujahidahku
Hari ini aku ingin mengkhitbahmu
Katakan pada orang tuamu
Jangan pernah tolak lamaranku

Baca Selengkapnya

Aku Bukan Pengecut

sekarang aku malah bingung
malu menyebut nama setelah lahir cinta
takut-takut nama akan menjadi belati
menghunusku dalam…
ahh, cerita sang pengecut kembali terukir

haruskah seperti itu?
pengecut ditandai dengan katakan tidaknya cinta
haruskah seperti itu?
pengecut adalah mereka-mereka yang tidak punya malu

lantas kemana sabda nabi,
saat dia berkeras kata:
jika sudah tidak punya malu, maka lakukanlah sesukaku
kemana?
matikah kata itu ditelan jaman?
atau telah menjadi pasir yang tersapu ombak

salahkah bila aku malu?
salahkah bila nama itu hanya terkata dalam relung
salahkah bila nama tak pernah terucap
ini karena malu
bukan karena aku pengecut

maaf teman,
aku bukan pengecut
terlalu salah engkau menduga

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Berbaik-baiklah kamu terhadap umat manusia, walau kebanyakan dari mereka bukanlah makhluk yang baik. Bersikap lemah-lembutlah kamu dan tahanlah amarahmu kepada mereka walau terlalu banyak dari mereka yang membuatmu ingin menengadah tangan ke langit meminta bencana segera ditimpakan. Maka bersabarlah.

Mari kita mengevaluasi diri, setelah Ramadhan singkat yang kita lalui, status sebagai apakah yang kita sandang? Sang pemenang atau sang pecundang.

Apakah setelah Ramadhan ini kita lebih bersikap hati-hati? Apakah kita telah mampu melatih emosi kita? Apakah kita masih seperti yang dulu atau lebih buruk lagi!

Baca Selengkapnya