Teriakanku Sepi

Jika suaraku cuma hingga laring-laring
terhenti getaran tak menimbulkan bunyi
dan lidahku kelu
menjadi bisu aku

Dan sadarkah engkau?
bagaimana sepi meredam bunyi
memaksa sepi meringkuk erat
dan kebebasan jiwa sekarat dalam badan

Aaaaaggghhhhhhhh……!!!

Runtuhlah langit
kacaukan saja bumi
teriaklah seluruh umat
agar sepi hilang dalam kekalutan
dan sunyi tak pernah singgah dalam kekacauan
itu lebih baik

Goyangkan singgasana Tuhan
agar dia ikut turun bernyayi
menghentak sepi jauh mendesak ke dalam neraka
dan tumpahkan seluruh neraka dan surga
agar bersorak sama-sama kita
dan sepi hanya menjadi mitos
dongeng perkataan orang-orang terdahulu

Baca Selengkapnya

Hanya Sekedar Kenangan

Ku berdiri, kau malah pergi tinggalkan aku
Ku mengejar, kau pun ketus perkata “Ini yang terakhir darimu”
Ku diam, kau semakin menjauh
Ku mundur, aku mati dihatimu

Malamku lebih dingin, lebih sepi
Dan rusuk memelukku erat
Namun aku masih bisa tersenyum
Karena luka yang amat sangat

Kau tahu?
Tiap doaku namamu selalu ku sebut
Terlalu takut aku
Kau menjadi mangsa buaya
Atau serigala di belantara manusia

Apakah ada yang seperti aku?
Terlalu memperhatikanmu
Bahkan sakit dan sehatmu
Pada bulan-bulan yang selalu berganti

Wahai pecinta mawar
Yang rela terluka saat ingin menyentuhnya
Wahai yang selalu menangis
Yang selalu memiliki benci dijiwa

Sempurna…
Masihkah kau mengingat tentang itu?
Atau kau lebih mengingat yang lain
Usai sudah

Terlalu cemburu
Karena eratnya cinta yang harus dikungkung
Membuatmu tak akan pernah nyaman

Puisi ini hanya sekedar kenangan
Ditulis oleh hati yang merindu
Dari seorang pria: yang kau anggap tidak dewasa