Zionis

Andai aku memiliki sedikit saja kekuatan, tentu mereka telah kumusnahkan.
Andai aku memiliki sepenuh amarah, tentu mereka telah kubinasakan.
Andai aku memiliki kekuasaan, tentu mereka telah kukepung dari kiri-kanan atas dan bawah.
Andai….

Mengapa tidak ada persatuan ? MENGAPA TIDAK ADA PERSATUAN ?!!!

Mengapa negara yang begitu kecil mampu menghalau negara yang besar ?! Mengapa negeri yang begitu lemah mampu membalik seluruh umat ?!

Aku ingin kekuatan Tuhan, aku ingin kekuatan. Kekuatan kasih yang mampu membalikkan hati. Aku ingin mereka semua beriman, namun Engkau tidak menginginkannya.

Tunggulah masa dimana semua akan dibangkitkan, dan dimana mulut-mulut terkunci dan tangan-tangan dibekukan. Hanya hati yang berbicara dengan Tuhannya.

Tunggulah !!!

Terkutuk

Sepenuh hati aku mencintaimu, namun apa balasanmu ?

Sepenuh hati aku menunggumu, namun kemana langkahmu berpacu ?

Aku ini sebenarnya apa bagimu ?

Hanya sampah kotor yang tidak berarti ?!

Aku ini apa ?!

Sepenuh hati… sepenuh hati… namun teganya kau melukai.

Terkutuk kamu yang menyakiti. Terkutuk kamu yang menyakiti. Terkutuk kamu yang menyakiti.

Aku….. mengutukmu !!!

Neraka, Iblis, Membumi

Dimana letak neraka,
Kemana tujuan iblis,
Kapan akhir bumi.

NERAKA, IBLIS, MEMBUMI

Ahh… semakin lama hidup, semakin aku merasa seperti IBLIS. Entah berapa dosa yang terlakukan. Aku dalam kubang.

Dalam sebulan ini, sudah 2 teman yang aku putuskan. 2 teman yang baik namun dalam keegoisanku, mereka ku telantarkan, kubiarkan, kucuekkan, ku… sejuta ku yang pasti untuk mereka. Aku benar-benar dalam kesesatan.

Tidak ada rasa bersalah dalam hati ini, aku benar-benar IBLIS.

Bukan tidak ada, ada… pasti ada. Ada sejumput rasa yang entah apa itu terasa sesak dalam hati. Aku ingin mengeluarkannya namun tidak tahu harus mengeluarkan apa. Sejumput rasa yang mampu membuatku terisak nangis, dan membuatku tak mengerti aku.

Tuhan, pernahkah seorang IBLIS menangis ?

Tuhan, aku tidak ingin menjadi IBLIS, namun mengapa dalam evolusiku, aku semakin tidak mengerti siapa aku.

Sejuta bilangan negatif, sepenuh ucapan yang mampu terkatakan. Aku dalam keadaan koma.

Aku benar-benar sesak, namun aku tak tahu harus menyesakkan apa.

….

NERAKA, IBLIS, MEMBUMI

Aku Hanya Ingin Sendiri, Kembali Sepi

Aku hanya merasa cemburu, teracuhkan, dan tak diberi kepercayaan.
Semua yang dulu menggumpal, kuledakkan sekarang.
Aku hanya ingin sendiri, kembali sepi.

Ah, aku lupa bagaimana aku terlahir. Tiba-tiba saja seingatku, aku ada. Yah ada, lalu hari-hari kulalui dengan biasa. Tak ada keistimewaan, inilah aku.

Aku terlahir mungkin dengan sedikit teman yang ditakdirkan berjalan bersama melangkah bersamaku. Aku memang kurang pandai bergaul, yang berteman denganku malah sering aku cuekin.

Mungkin temanku mampu dihitung

Entah mengapa, ada beribu, berjuta, bermilyar kemarahan menjalari nadi darahku yang aku tidak tahu darimana asalnya. Ada sedemikian kebencian yang menjalar yang sewaktu-waktu siap untuk diledakkan.

Aku tidak mengerti hingga saat ini, sungguh mengapa, darimana, dan kemana seluruh aliran kebencian, kemarahan, dengki, dan sejuta, semilyar, sepenuh bilangan yin akan mengalir ?

Entah berapa hati tersakiti, entah berapa jiwa kuhancurkan, entah berapa orang yang tercuekkan.

Aku memang lebih buruk dari iblis…

Tuhan, siapakah seburuk-buruk makhluk di mata-MU ? Aku ?!

Ahhh…. andai aku tidak terlahir, atau… ahhh

Wanita, Ijinkan Aku Menunduk

Entah sejak kapan kebiasaan ini dimulai, mungkin sejak saya menginjak kelas 3 MTsN. Sebuah kebiasaan yang unik mungkin menurut ukuran awam, kebiasaan : BERJALAN MENUNDUK.

Hanya sebuah kebiasaan biasa namun memberi dampak yang luar biasa.

Saya menjadi begitu dingin saat berjalan (COOL kata adik-adik kelas waktu saya menginjak bangku SMU). Bahkan yang lebih parah adalah ada beberapa adik kelas yang menganggap saya ini sombong, padahal sejatinya bukan seperti itu.

Yahh… mulai saat itu saya terbiasa berjalan dengan menundukkan kepala. Bahkan kakak kelas ROHIS di SMU sering mengejek saya dengan kata-kata : “Cari duit jatuh ya Ben ?!”.

Ah, saya tidak peduli. Terserah kata orang karena hidup adalah hak milik personal dan milik pribadi asal tidak menganggu toh tidak apa-apa, hidup saya bukan milik orang lain tetapi milik saya sendiri. Terkesan egois memang, tetapi itulah hidup. Karena itu adalah arti sebuah KEBEBASAN.

Wanita, ijinkan aku menunduk

Juga entah mengapa jika berjalan lalu berpapasan dengan wanita, ada rasa malu dalam hati ini hingga otomatis membuat saya menunduk.

Kadang saya pribadi merasa diri saya ini aneh, saat dimana teman-teman lain malah jelalatan matanya kok saya malah ga berani yach. Ingin rasanya seperti mereka hidup normal.

Ahh… sudah lah, mungkin jalan menunduk memang menjadi takdir saya atau barang kali jika ditelaah secara mendalam ternyata ada gen jalan menunduk di dalam kromosom saya, hehehe… mungkin saja khan ?!.

Kadang saya berargumen sendiri untuk menutupi kelemahan ini dengan berkata, mungkin saya terlalu menghormati wanita hingga berjalan menunduk. Namun fenomena ini tidak terjadi dengan teman yang telah saya kenal dekat. Malah kalo temen wanita yang sudah terasa akrab saya mudah saja mencandai mereka.

Aneh, yah begitulah seorang Baiquni.

Mudah-mudahan kebiasaan ini dapat saya ambil hikmahnya…

Amien