Ada Apa dengan ISLAM ?

Ada apa dengan umat ISLAM dewasa ini ? Mengapa sebuah persatuan sulit sekali terbangun.

Kemarin malam saya melihat acara berita di TV, di sana terlihat anak-anak muda NU memblokir jalan Pantura melakukan DEMO.

Dalam poster mereka mengatakan “Ganyang FPI“.

Ahh, betapa miris hati melihat. Lalu saya berpikir andai Nabi yang melihat peristiwa ini, apa yang ada dalam benak beliau.

Saya sungguh tidak mengerti.

Saya bukan berasal dari kalangan pasantren, juga bukan mereka yang terlalu paham agama.

Memang dari MIN hingga MTsn saya di masukkan dalam sekolah yang menitik beratkan kepada Agama, namun itu belum secukup apa yang di dapat oleh mereka dari kalangan pasantren, terutama kalangan NU.

Entah apa yang terjadi, tetapi dewasa ini kaum yang dianggap sebagai pemikir umat malah begitu mengacaukan umat. Mereka menjadi begitu hedonis, menjadi begitu liberalis, menjadi begitu pluralis, hingga semua menyatu dalam sebuah titik evolusi yang begitu tidak saya mengerti.

Kebebasan telah menjadi keblinger dan begitu terlalu disalahpahamkan.

Teringat dengan majalah SABILI yang saya baca tadi sore; “Dosen IAIN Melecehkan ISLAM“.

Ada Apa dengan ISLAM ?!

Mungkin pertanyaan saya harus menjadi PR bagi kita semua.

Bukannya saya tidak menyukai Gusdur, awal ketidak sukaan saya pada dia dimulai saat dia berkata bahwa dirinya Nabi Orang Aceh. Amit-amit cabang bayi, darimana pikiran nyeleneh itu timbul, darimana ?!

Dan yang lebih membingungkan adalah, mereka yang saya anggap pemikir umat kok malah lantas membela.

Mari kita ambil garis…

Mana yang lebih anda bela, Nabi atau Gusdur ?!

Sesungguhnya hukum Allah itu pasti, sangat amat pasti. Saya hanya tidak ingin Allah menjadi murka terhadap kita semua.

Mungkin Allah harus memberikan tsunami pada kalian semua, mungkin Allah harus memperlihatkan tsunami tepat di depan mata kalian agar kalian sadar. Agar kalian paham letak titik dimana ketidakmengertian saya.

Pahamkah kalian ?!

Patah Hati

aku hanya sedang patah hati
berjuta pesan telah ku kirimkan
andai waktu mampu kubalikkan
aku ingin menjadi pertama yang terlihat
menjadi pertama yang kau cintai
menjadi yang pertama yang memegang tanganmu menuntun

aku hanya sedang patah hati
berjuang dengan segala cinta untuk kau tinggalkan
berjuang dengan segala asa untuk kau hancurkan
maafkan aku yang selalu memaafkan
aku yang tak pernah tegas
aku dengan sejuta maaf
mungkin aku bukan lelaki bagimu
namun hanya dirimu wanitaku


Ah, ternyata CINTA begitu membuat seorang menjadi pemaaf. Cinta sejati adalah sebuah pengorbanan, mengorbankan segala cinta demi cinta. Mengorbankan keserakahan, ketamakan, keinginan, hasrat, perasaan, demi hanya demi CINTA.

Aku begitu letih menjadi pecinta.

Aku begitu letih…

Ah…. Ternyata semua berjalan sesuai proses, berjalan sesuai aturan.

Cinta adalah cinta, begitu kata seorang baiquni. Jika dia bermetaforpase menjadi apapun, itu pun demi sesuatu atas nama demi cinta.

Cinta sejati itu mutlak, cinta yang tak akan pernah tersakiti, cinta yang tak pernah terpatahkan.

Cintai Dia… Cintai Dia… Cintai Dia !!!

Ah, selamat datang para pecinta !!!

SELAMAT DATANG PECINTA SEJATI

Puisi Hari Ini ?

SEMANGKUK COKLAT HANGAT HARI INI

Di pagi ini
kuhirup jiwa bumi
betapa manis hangat dijiwa
seindah semangkuk coklat

Kuhirup hidup
betapa aku mengerti
tak akan ada hari esok
karena mimpi cuma hari ini

Coklat terhangat bukan terbaik
yang terindah adalah yang terhangat
dari jiwa disuguh
dari hati diracik

Coklat… coklat
aku merindukan
bukannya tetapi esensi
bukan coklat namun kehangatannya
dari tangan jiwa hati
semangkuk coklat hangat hari ini.

CINTA SEPARUH HATI

Kata mereka aku jatuh cinta
padahal aku sendiri tak merasa
hanya ada jutaan sayang
dan milyaran rasa rindu

Kalau ini cinta
itu hanya separuh hati
kalau ini cinta
aku tak peduli

Baru kemarin aku mati
tapi dia sudah berpengganti
benar-benar kacau
CINTA SEPARUH HATI

HARI INI HIDUP BESOK AKU TAK PEDULI

Sepekan aku merenung
mengapa aku masih hidup hingga hari ini
tetap bernafas dengan paru
dan merasa hangat pagi

Sampai kapan nafas terakhir tiba
aku ingin melihat canda maut
aku muak dengan botakku
aku muak dengan nyeriku
aku ini menderita Tuhan

Semalam aku bermimpi
Tuhan menjadi semua
dari rambut hingga kaki

Aku hanya ingin
hidup tanpa malam dan pagi
hari ini aku hidup
besok siapa peduli

KAOS KAKI SEJATI

Baunya tidak seberapa
hanya yang bermasker sanggup bertahan
3 tahun tak tersentuh deterjen
kaos kaki sejati

Tak pernah aku menerima hadiah dalamnya
entah dari setan mana
namun kaos kaki itu tetap kosong
dengan bau sejuta rupa

Hitam bukan warnanya
hanya abu yang melapisi
terus dikaki
KAOS KAKI SEJATI

Nikahkan Aku dengan Bidadari

Aku ingin menikah, aku ingin menikahi bidadari, itu mimpiku dalam sebuah pernikahan.

Bidadari identik dengan keindahan, namun keindahan tidak harus berarti kecantikan. Kecantikan tidak berarti harus merupakan keindahan. Kecantikan palsu bukanlah sebuah keindahan, kecantikan tanpa didasari jiwa yang indah bukanlah sebuah keindahan.

Tuhan, ijinkan aku menikahi bidadari.

Bidadari juga identik dengan sebuah kesucian. Karenanya aku mengimpikan seorang bidadari, bidadari yang tersuci, bidadari yang tak pernah tersentuh dengan lelaki lain, bidadari yang hanya tersedia untuk pemiliknya, bidadari yang selalu ada untuk suaminya. Karenanya aku merindukan sosok itu.

Tuhan, adakah seorang bidadari tercipta untukku ?

Aku ingin bidadari yang taat kepada-MU, aku ingin bidadari yang yang setia, aku ingin bidadari yang bila kutinggalkan maka aku merasa aman dan jika melihatnya aku merasa senang, aku ingin bidadari yang TIDAK pernah PACARAN.

Egoiskah aku Tuhan ?!

Apakah bidadari hanya akan menjadi angan-angan, atau dapatkan aku memilikinya.

Ijinkan aku menikahi bidadari Tuhan, bidadari yang pantas untukku, bidadari dalam dunia ini.

Tuhan, selama ini aku selalu berusaha mati-matian untuk menjaga diriku, untuk menjaga agar diri ini tidak tersentuh dengan sesuatu yang bernama PACARAN, maka karenanya ijinkan agar bidadariku kelak juga TIDAK PACARAN.

Tuhan, pantaskah aku mendapatkan bidadari ?!

Aku tidak mengerti Tuhan, bagaimana kelak aku akan menemukan bidadariku. Karena Engkau yang lebih mengetahui diriku daripada diriku sendiri. Aku yang selalu penakut, aku yang grogian, aku yang selalu menjauhi apa yang dinamakan wanita, aku yang selalu menunduk saat melewati mereka, aku yang ingin cepat berlalu bila berpapasan dengan mereka. Aku tidak tahu Tuhan, bagaimana kelak aku akan menemukan bidadariku.

Tuhan, ijinkan aku mempersunting seorang bidadari, ijinkan aku.

Terima Kasih Tuhan….

Wanita Terindah

Bunga yang terindah laksana perhiasan
Perhiasan termahal adalah mereka yang tersimpan rapat untuk pemiliknya
Yang murahan selalu tersedia untuk disentuh.

Wahai wanita,
jaga dirimu untuk suamimu

Wahai wanita,
jaga martabatmu untuk anak-anakmu

Wanita terindah adalah yang tersuci,
namun sedikit dari mereka yang mengetahui

Terkadang ada rasa miris memikirkan nasip kaum hawa dewasa ini. Betapa kesucian telah bermetaforpase sedemikian hingga bahkan berevolusi menjadi sesuatu yang sulit untuk diterima.

Entah berapa wanita dewasa ini yang masih memegang teguh terhadap apa yang dinamakan kesucian. Tanyakan pada diri anda ?

Berbekal dari kemirisan tersebut, saya menerapkan HUKUM BLACKLIST CINTA.

Aku memang bukan yang tersuci, namun dari ketidak sucian ini aku masih merindukan sebuah kesucian.

Betapa konsep cinta telah banyak memakan korban karena banyak orang memaknai cinta setipis mereka memaknai hasrat nafsu dan birahi. Dan lihatlah, betapa banyak anak yang tak berdosa harus mati karena keberadaannya tak pernah diinginkan. Mereka harus meregang nyawa dengan cara yang sangat amat tidak pantas. Masihkah ini terus berlanjut ???

Terkadang mereka lupa bahwa wanita adalah makhluk yang paling terkasih. Makhluk yang begitu lembut, namun menjadi tanpa hati saat mereka membunuh darah daging mereka sendiri. Aku benar-benar tak sanggup memikirkan, dari mana datangnya kebencian yang sangat saat mereka membunuh janin yang tumbuh dari bagian diri mereka sendiri seolah janin itu adalah kanker yang harus dibasmi.

Mengapa aku memilih wanita yang belum pernah pacaran ?

Itu karena aku menganggap mereka bagaikan sungai gangga yang suci

Dari mana aku mampu menjamin yang tak pacaran adalah yang tersuci ?

Tidak pernah, aku tak pernah mampu menjamin apapun, namun menurut hematku adalah seperti itu.

Karena aku selalu merasa bahwa yang terindah adalah yang selalu tersimpan rapat untuk pemiliknya, mereka yang tak pernah tersentuh.

Wahai wanita,
jaga dirimu untuk suamimu

Wahai wanita,
jaga martabatmu untuk anak-anakmu

Wanita terindah adalah yang tersuci,
namun sedikit dari mereka yang mengetahui