Ego

Menggelitik. Hari ini aku mulai belajar memperhatikan egoku sebagai bukan bagian dari diriku. Aku menempatkannya di pelosok yang berbeda, dan aku memperhatikannya.

Gila. Begitu banyak keinginan yang ingin dicapai oleh egoisme tersebut. Tak cukup satu dia akan meminta yang lain, dan begitu tak terpenuhi sepenuh amarah menjalar. Dulu, amarah-amarah itu ku pendam. Sekarang, amarah-amarah itu ku pelajari, ku runut dimana letak keegoannya dan kemudian ku ulur hingga reda dia.

Ego itu terus bergolak. Kata guru-guru zaman, “biarkan ego itu mengalir, jangan dibebankan dan jangan pula ditahan, biarkan dia menikmati keegoisannya hingga segalanya menjadi begitu melelahkan dan selepas ego lelah maka jiwa yang memegang peranan. Tugasmu adalah memperhatikan.

Ada beberapa hal yang ego ilusikan pada kita; ketakutan, nilai, rasa, cinta, kebahagiaan, dll. Namun yang diilusikan adalah bagian terendah dari kadar-kadar. Ego memberikan alasan untuk setiap kebahagiaan, dengan memberikan nilai-nilai, rasa, atau ketakutan.

Baca Selengkapnya

Jejak Yang Hilang

Seharian aku stress. Bukan seharian, namun sepanjang tahun ini. Tepatnya sejak awal aku selesai Kerja Praktek (KP) di Arun. Tugas KP yang belum tuntas ku laksanakan, hingga… ah sudahlah, tak perlu rumit kuceritakan. Toh tak akan ada gunanya juga, tak pernah ada penyelesaian dari hanya beberapa komentar pembaca.

Namun ada satu yang kusadari, aku terlalu dalam menyimpan perasaan beku hatiku ini. Hingga kemarin, aku mencoba untuk lepas tertawa namun rasanya hatiku ini sesak. Bertingkah sok lebay namun diriku ini kosong hampa.

Beberapa hal telah ku coba. Apakah itu mengikuti perintah Tuhan atau turut nafsuku dicocok iblis. Semua hal telah, namun rasa sepi sunyi hampa ini tetap absolut tak pernah lekang oleh waktu. Tidak mengendur dia malah semakin menjadi.

Proses peluruhan diriku sedang berlangsung, dan dimulai hari ini.

Baca Selengkapnya

Datul Ultah ke 23

Semalam bela-belain begadang ampe jam 00:00 WIB cuma buat ucapin ultah ke Datul.

Awalnya takut juga seh Datul bakal cuekin, tetapi ternyata tidak. Paginya dia balas sms. Senangnya…

Datul, met ultah ya. Moga selalu diberi kebaikan dan sukses skripsinya. Chayoo… jangan pantang menyerah. Kamu pasti bisa!

Bayangan Dusta

Membohongi diri sendiri itu tidak mudah, terutama membohongi hati. Membohongi bahwa cinta itu telah lama mati, padahal aku masih terus mengingatnya dan belum menemukan seorang pengganti. Taman Surga…

Aku lupa, tak pernah ku menghitung hari yang berlalu. Entah berapa lama hatiku masih terus teriris, masih terus perih oleh guratan-guratan rasa sesak yang sulit untuk kuungkapkan. Oleh rasa cinta. Bidadari…

Atau aku pun bingung, mengapa aku mampu setegar ini. Tak ada yang mengajari aku berjalan dalam jalan cinta atau merangkak daripadanya. Tak seperti kecilku ketika ku terjatuh aku tak dipapah, dibiarkan aku terluka agar tegar tulang-tulangku memijak tanah dengan tegak. Tangisanku tak digubris, karena aku sedang berjalan kawan. Berjalan tegak untuk kemudian berlari. Namun tak ada yang pernah memperhatikanku menyusuri jejak-jejak patahan hati, bagaimana dahsyatnya aku ketika mencintai. Sang Putri…

Baca Selengkapnya

Diantara Detik Waktu

Semalam, dari jam 00:00 WIB hingga jam 06:00 WIB aku membuka lembaran kertas. Aku menunggu diantara detik waktu yang hanya ada satu setiap tahun itu, sesiapa yang masih mengingatku. Aku menulis nama-nama mereka yang mengingatku, dalam lembaran kertas putih itu. Ku tulis dengan tinta biru.

Aku menunggu detik-detik waktu, menunggu handphoneku berdering, menunggu nama-nama itu muncul. Nama-nama yang menganggap aku tetap ada dihati mereka. Nama-nama yang memberi selamat ulang tahun padaku dan mendoakan semoga segala kebaikan tetap ada padaku.

Berikut adalah nama-nama mereka:
Baca Selengkapnya