Nasehat Seorang Teman

Entah kenapa tiba-tiba si Faisal temanku telepon. Waktu kuangkat ternyata dia mengabari bahwa senin ini dia sidang. Salah satu pembahasnya adalah dosen pembimbing makalahku, dosen yang selama ini aku kagumi sekaligus aku segani.

Ini mungkin sidang perbaikannya. Kemarin itu si Faisal sudah sidang, cuma ada seorang dosen yang mungkin entah mengapa mungkin kurang senang dengan dia. Dari 3 orang dosen, 2 orang memberikan nilai A dan cuma dosen tersebut yang memberikan nilai D. Jadilah si Faisal ini tidak lulus sidangnya.

Ben, kamu mengapa tidak pernah lagi ke kampus?” Tanyanya.

Aku malu,” jawabku.

Baca Selengkapnya

Subhanallah, Rekor 203 pengunjung terpecahkan !!!

Aku tadi iseng lihat-lihat statistik pengunjung harian blogku ini, dan aku terkejut. 212 pengunjung !!! Subhanallah, rekor 203 pengunjung terpecahkan.

Aku benar-benar suprise loh. Aku kira bakal membutuhkan waktu lama untuk memecahkan rekor 203 pengunjung itu, sama seperti ketika rekor dari 198 ke rekor 203 membutuhkan waktu sampai setahun.

WOW !!!

Harus ngadain syukuran neh… Apa da yang mau aku traktir? Tunjuk tangan, besok kita makan-makan.

Baca Selengkapnya

Neng Geulis Cemburu

SGVoZWhlLCBpbmkgdHVsaXNhbiBzZWJlbmFybnlhIGdhIGFkYSBodWJ1bmdhIGFtYSBqdWR1bC4gQ3VtYSBwZW5nZW4gYmlraW4gc2kgbmVuZyBnZXVsaXMga2VsYWJha2FuIHNhamEuIEhlaGVoZWhlLi4u

SGFiaXMgZGlhbnlhIG1hZW4gcmFoYXNpYS1yYWhhc2lhbiBzYW1hIGFrdS4gQWt1IGp1Z2EgcGFrZSBqdXJ1cyByYWhhc2lhIGFqYSBhaGggISEhIEJpYXIgc2FtYS1zYW1hIGthcG9rICEhISBwb2sgcG9rIHBvayAhISE=

O1A=

SHVlaGVoZWhl

Baca Selengkapnya

Mencoba Facebook Lagi

Sudah beberapa bulan aku mematikan facebook. Bosen. Aku pun beralih ke twitter.

Entah setan apa yang menjalar dalam otakku, akhirnya aku memutuskan: mencoba facebook lagi. Namun aku berjanji untuk tidak adiktif lagi terhadap facebook. Aku berjanji bahwa aku mampu mengontrol napsuku kepada facebook.

Aku pun login facebook. Entah kenapa itu facebook tidak bisa dihapus secara otomatis. Tidak seperti akun friendster.com ataupun wayn.com. Akun-akun tersebut aku hapus dan tidak memiliki dampak pengaruh apa-apa, mereka santai aja tanpa harus menahanku untuk tetap kembali kepada mereka.

Baca Selengkapnya

Menakar Rindu

Menakar rindu, namun tak pernah kunjung usai. Terus menderai, tak jua dia mereda.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Dari semalam mataku tak mampu juga tertutup. Kepalaku serasa ingin pecah. Namamu menderai memenuhi selaksa selaput korteksku. Aku hapalkan namamu agar aku reda, agar terlelap aku lantas memimpikan kamu. Namun tidur semalam tak pernah ingin bersahabat. Dia menjadi penentangku setentang-tentangnya: dia ingin aku alpa soal kamu.

Aku berontak. Aku luluhkan seluruh saraf yang berjejal di sekujur kulit ototku. Aku memaku napas-napas berlahan, dari perut dia aku masukkan lantas melalui mulut aku buang. Mataku terpejam, tegak punggung dengan posisi bersila. Namamu, aku sebut pelan-pelan di atas bayang. Namamu yang tak kunjung usai, tak pernah mati, nan abadi.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Baca Selengkapnya