Entah kenapa tiba-tiba si Faisal temanku telepon. Waktu kuangkat ternyata dia mengabari bahwa senin ini dia sidang. Salah satu pembahasnya adalah dosen pembimbing makalahku, dosen yang selama ini aku kagumi sekaligus aku segani.
Ini mungkin sidang perbaikannya. Kemarin itu si Faisal sudah sidang, cuma ada seorang dosen yang mungkin entah mengapa mungkin kurang senang dengan dia. Dari 3 orang dosen, 2 orang memberikan nilai A dan cuma dosen tersebut yang memberikan nilai D. Jadilah si Faisal ini tidak lulus sidangnya.
“Ben, kamu mengapa tidak pernah lagi ke kampus?” Tanyanya.
“Aku malu,” jawabku.