Nasehat Seorang Teman

Entah kenapa tiba-tiba si Faisal temanku telepon. Waktu kuangkat ternyata dia mengabari bahwa senin ini dia sidang. Salah satu pembahasnya adalah dosen pembimbing makalahku, dosen yang selama ini aku kagumi sekaligus aku segani.

Ini mungkin sidang perbaikannya. Kemarin itu si Faisal sudah sidang, cuma ada seorang dosen yang mungkin entah mengapa mungkin kurang senang dengan dia. Dari 3 orang dosen, 2 orang memberikan nilai A dan cuma dosen tersebut yang memberikan nilai D. Jadilah si Faisal ini tidak lulus sidangnya.

Ben, kamu mengapa tidak pernah lagi ke kampus?” Tanyanya.

Aku malu,” jawabku.

Ngapain malu. Ayo terus kejar! Coba lihat aku, kalau aku menyerah dulu mungkin aku tidak akan sidang-sidang. Masih banyak tuh teman yang bahkan masih ngulang mata pelajaran. Kan ko Ben cuma tinggal sedikit lagi itu.” Nasehatnya.

Ko kejar terus itu ya. Jangan malu-malu. Ngapain juga malu,” sambungnya.

Sebenarnya alasanku sebenarnya bukan malu, tetapi aku bingung ngapain ke kampus. Aku tidak punya lagi mata kuliah, semua sudah selesai. Yang sisa sekarang adalah Makalah/Karya Ilmiah dan Tugas Akhir. Tetapi ya itu, yang belum juga aku selesaikan.

Salahku juga, mengambil judul yang terlalu tinggi menurutku dan tidak mengambil yang standar saja.

Aplikasi Invers Kinematik pada Stewart Platform” itulah judul yang aku ambil. Selama ini literatur bahasa Inggris yang kubaca membuatku semakin pusing. Aku tidak bisa jika dijejali rumus-rumus tanpa mengerti darimana rumus itu berasal. Seperti Jacobian Transfers.

Kemarin-kemarin aku mencoba membedah vektor dan matriks, namun begitu otakku buntu ya aku tinggalkan. Dan berbulan-bulan tidak kusentuh. Mungkin aku tipikal pria yang mudah menyerah.

Tidak cuma di makalah, dalam pertemanan pun aku sepertinya begitu. Jika ada masalah dengan teman, ketika aku sudah menjelaskan duduk persoalan, tetapi kemudian mempermasalahkan hal-hal yang itu lagi, aku jadi bosan dan mendiamkan serta membiarkannya. Itu adalah salah satu sifat terburukku.

Aku bingung dengan vektor, matriks, ruang eucledian, matriks transpormasi, matriks translasi, invers kinematik, forward kinematik, jacobian, dan segala tetek bengeknya. Belum lagi aku menjanjikan kepada dosenku untuk membuat simulasi pergerakan tersebut dalam bentuk MATLAB.

Haiyah, lengkap sudah penderitaanku.

Sudah bodoh, malas lagi. Sudah bodoh, malas, eh malah tidak mau berusaha. Sudah begitu eh malah cari susah, pake judul yang tinggi-tinggi.

Hiks hiks hiks…

  • flavor of life

    semangat bung, beribu-ribu nasihat, motivasi, ga akan ada gunanya jika dari diri kita sendiri tidak ada keinginan untuk berubah.

    • iya, udah banyak kali yang nasehatin tapi ya akunya ini ndableg