Ketaatan Belum Lagi Hadir

Imanku masih belum sempurna.

Tadi siang, aku tertidur setelah membaca “Rahasia Selma” karya Linda Christanty sambil tiduran, mataku menutup. Dari ketika khutbah Ied Adha, aku sudah mengantuk. Setelah pulang, makan sebentar sembari menonton film Doraemon, selepas itu aku naik ke atas. Bosan, aku mengalihkan diri membaca. Ketika membaca itulah aku tertidur. Aku ingat, bab yang kubaca ketika itu adalah Mercusuar.

Ketika aku terlelap itu, ternyata sayup azan Zuhur berkumandang. Aku bisa mendengarkan dengan jelas bunyi suara azan, namun aku lebih memilih tetap tidur. Terlebih, saat itu hujan lebat sekali di luar. Aku semakin meringkuk, dingin, menina-bobokan diriku semakin dalam. Ada dua alasan yang aku coba-coba reka, pertama kantukku, kedua hujan saat itu.

Imanku belum lagi sempurna.

Baca Selengkapnya

Jangan Takut Riya

Kutipan ini saya ambil dari buku “Mencari Mutiara di Dasar Hati“, semoga mampu menjawab jawaban rekan-rekan yang mengurangi ibadah mereka dengan alasan takut riya.

Seorang pemuda pernah bertanya kepada Ustad Fathy Yakan, juru dakwah terkenal asal Jordania. “Saya gagal, putus asa, tidak sempurna dalam berbagai amal karena saya selalu dihantui perasaan riya,” kata pemuda itu. Ia bahkan berniat akan mengurangi amal ibadah dan aktivitas dakwahnya supaya tidak terjerumus pada sikap riya.

Ustad Fathy Yakan menjawab, “Siapa manusia yang tidak pernah terganggu oleh bisikan riya? Kita manusia. Semua kita mengalaminya.” Ia lantas mengutip sebuah hadist Rasulullah saw, “Andai manusia tidak melakukan kesalahan niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan kesalahan kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” (HR Muslim dan Ahmad)

Fathy Yakan mengatakan, “Ibadah dan amal kebaikan itu sendiri merupakan bagian dari terapi dan ampuh atas dosa yang engkau lakukan.

Baca Selengkapnya

Aku Mencintai-Mu dan Engkau Mencintaiku

Seorang lelaki sedang berjalan santai, hingga pada suatu koordinat takdir, dia bertemu dengan malaikat. Malaikat itu sedang sibuk mencatat sesuatu. Lelaki penasaran, dihampirinya malaikat tersebut.

“Apa yang sedang kamu catat?” lelaki mesem-mesem menunjukkan senyum terbaiknya. Sok kenal sok dekat.

“Daftar orang-orang yang mencintai Tuhan,” jawab sang malaikat datar.

“Apakah aku ada di antara daftar orang-orang tersebut?” lelaki penasaran. Rasa ingin tahu sekali.

“Sebentar,” malaikat meminta tempo.

“Tidak ada,” cuma butuh 5 detik bagi malaikat untuk menjawab setelah mencari nama lelaki itu di seluruh daftar manusia yang mencintai Tuhan.

Baca Selengkapnya

Kutukan November

Sepertinya aku dikutuk di bulan November ini. Apa pasal? Yang jelas aku sial melulu.

Baru saja, aku kelupaan membawa dompet. ketika hendak mengambil fruit tea untuk kubeli, eh ketika merogoh celana, dompet tidak ada. Malu, aku meletakkan fruit tea tersebut kembali ke tempatnya semula.

Tadi sore juga, aku membeli mouse baru. Mereknya tidak tanggung-tanggung: LOGITECH. Tetapi, begitu sampai di rumah, waktu aku mencoba mouse baruku tersebut. ERROR! Tombol kirinya tidak berfungsi, alias aku tidak bisa mengklik kiri dengan menggunakan mouse.

Kemarin, waktu di pameran Aceh Comtech. Aku membeli sebuah headset. Begitu aku buka di rumah, eh headset untuk kuping sebelah kanan copot. Itu baru dibeli lho padahal!

Astagfirullah. Pasti ini karena dosaku bertumpuk, sehingga Allah membalasnya dengan cara demikian.

Yang jelas. Aku terkena KUTUKAN NOVEMBER.

Baca Selengkapnya

Lelaki Yang Berbeda

Semalam lelaki menangis. Tangannya menggenggam sebuah kitab. Hatinya bergemuruh tiada henti. Air mata tumpah. Setetes demi setetes, hati lelaki itu basah. Matanya menerawang langit-langit. Sudah sedemikian parahkah?

Mencari Mutiara di Dasar Hati, nama kitab itu.

Sebagian dari hatinya menangis, sebagian yang lain tertohok, selebihnya merasa malu yang mendalam. Dia mulai mengeja pelan langkah hidupnya, entah berapa lama dia berada di dalam kesesatan. Yang pasti, telah teramat lama.

Baca Selengkapnya