Ku Menemukan Surga Kedua

Tahukah engkau?
selaksa rindu membelengguku
memaksaku untuk terus mencintai
padahal aku telah mengering rapuh, dan dahaga telah hilang diganti kesunyian

Tahukah engkau?
ku temukanmu di jejaring manusia
ku minta engkau menjadi sahabatku
ku singgahi yahoo mu
namun kau membalasku dengan diam
tersudut aku tak mengerti
aku pun mulai mengeja langkah
mungkin telah ada yang salah

Aku berbisik pada seorang temanku
“Wahai gajah, aku menemukan taman surga”
gajahpun bingung
“taman surga kedua,” balasku
gajah cuma tersenyum, seolah dengan sejuta arti
bodohnya aku, sama sekali tak mengerti

Dalam lubuk, nama itu masih terus teringat
sedetik tak mampu lupa
mungkin hanya bidadari yang mampu menyapunya
entah bagai abrasi pantai atau topan badai
sunggu aku tak mengerti
mungkin tidak untuk saat ini

Oh cinta…
badai hatiku menggerus
tak tersisa sedikitpun jeda
mungkin aku harus segera mati
dan bidadari surga menanti

Baca Selengkapnya

Kripik Ungu

Semalam, aku berhenti di Sare setelah perjalanan panjang dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh.

Jam satu pagi, mamak turun dari mobil Avanza kami. Saat itu sedang hujan lebat, teramat lebat. Mamak turun untuk membeli kripik yang khas yang sering dijual di Sare. Aku hanya melihat, aku menunggu.

Kripik ungu…

Baca Selengkapnya

For Palestine

Tadi siang, aku mendengarkan khutbah Jumat dari laring-laring suara khatib di mesjid Al-Istiqamah, Komplek Arun, Lhokseumawe.

Awalnya aku terkantuk-kantuk mendengarkan khutbah itu, entah setan apa yang bermukim di tubuhku atau mungkin ini pengaruh sakit kepala teramat sangat yang menderita cuma pada sebelah kepalaku. Migrenku memang kumat saat itu.

Namun pada pertengahan Jumat, kantukku sirna. Yah, seperti matahari yang menghapus mendung. Sirna begitu saja. Ketika gemuruh suara khatib menderu menyerbu memberontakkan rasa kantukku. Aku terkesiap.

Baca Selengkapnya