Koin Keadilan Prita

Masih ingatkah Anda dengan Prita Mulyasari? Seorang ibu rumah tangga yang terjerat pelanggaran Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pencemaran nama baik.

Wanita 32 tahun ini didakwa telah mencemarkan nama baik dua dokter Rumah Sakit Omni Internasional, Grace Hilda Yar Nel Nela dan Henki Gozal dengan mengirimkan surat elektronik (email) ke 20 alamat email temannya. Dalam surat tersebut Prita mengeluhkan pelayanan yang diberikan RS Omni Internasional. Dalam waktu singkat email itu beredar luas di sejumlah milis dan blog. Surat itu pun terbaca manajemen RS Omni Internasional. Atas keluhan Prita, rumah sakit di kawasan Alam Sutera itu kemudian menyeret Prita ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Kasus Prita Mulyasari ini telah menyedot perhatian publik dan masih menggaung hingga saat ini. Perkembangan terakhir menyebutkan bahwa Prita mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Indonesia. Di tingkat banding, Pengadilan Negeri Banten menjatuhkan putusan denda terhadap Prita yaitu sebesar Rp.204 juta. Selain itu, Prita juga masih terbelit kasus pidana dengan dakwaan pencemaran nama baik dokter RS Omni Internasional.

Koin Untuk Prita

Apa yang dialami Ibu Prita sangatlah memprihatinkan. Keluhan yang disampaikan malah berbuntut penahanan atas dirinya. Gugatan denda sebesar Rp. 204 juta secara perdata sungguh mencerminkan betapa hukum di negeri ini sungguh tidak adil. Padahal jika dikaji ulang pesan yang diutarakan Prita adalah sebuah opini karena mendapat pelayanan yang mengecewakan dari Rumah Sakit OMNI Internasional.

Oleh karena itu, marilah kita semua mengumpulkan koin guna mendukung Prita Mulyasari. Tidak tertutup kemungkinan jika Anda ingin menyumbang dalam nominal yang lain. Diharapkan sebelum keputusan Mahkamah Agung keluar, kita sudah mengumpulkan koin, untuk menggenapi pembayaran denda yang dijatuhkan kepada Prita senilai Rp 204 juta.

Mari lawan segala bentuk keangkuhan kekuasaan yang ingin mengenyahkahkan kebebasan berpendapat melalui kriminalitas seperti yang dituliskan dalam koinkeadilan.com. Mari kita kumpulkan koin untuk membela Prita dan kebebasan berpendapat.

Sumber: liza fathia

  • Itulah kelebihan “keadilan” di negeri garuda. keadilan pandang bulu. Siapa yang bulunya banyak itu yang menang.. :-“

  • Bang mymoen yuk, kita cabutin bulu-bulu yang banyak itu biar keadilan sama rata….

  • ok…teruskan kawan!

  • keadilan yang sangat mengecewakan di negeri orang2 yang pinter hukum… sayang seribu x sayang,, pinternya hanya ke orang-orang bawah saja,,,,
    DIkala raja disinga kan, hakim disrigalakan, menteri di harimaukan, tapi rakyat dikebirikan…. mo lari kemanakah kebiri-kebiri diantara singa, srigala dan harimau..? ๐Ÿ™

  • master cracker

    SEBENAR NYA KASUS INI SANGAT CACAT DAN APA LAGI PIHAK RS OMNI TIDAK MAU MENGALAH

    JUJUR AJA RUMAH SAKIT ITU LEBIH2 DARI BANGSAT

    COBA DEHH UDAH GAK TAU DIRI SALAH!!! MASIH AJA GAK MAU NGAKU LEBIH2 DARI PECUNDANG MENURUT SAYA (GAK MAU NGAKU SALAH

    KALAU BAGI SAYA DALAM DUNIA CYBER KALAU MEMANG TERBUKTI SALAH JELEK DALAM SESUATU HAL YG DI KERJAKAN NYA DAN MERUGIKAN PIHAK LAIN (SEPERTI RUMAH SAKIT OMNI) GPP DI CEMARKAN NAMA BAIK NYA (BEDA KALAU FITNAH .TIDAK TERBUKTI. BOLEH LAH DI KENAKAN SANKSI)

    KRN SIFAT DARI DUNIA CYBER ITU EXTREME!!!!
    KALAU LAGI TERKENAL BISA SAMPAI SELURUH DUNIA

    TAPI KALAU MENJATUH KAN BISA SANGAT MENGERIKAN