Blogger Award Untuk Sahabat

Saya terkejut ketika mas Ichsan tiba-tiba memberikan saya sebuah award. Ini adalah kali kedua saya mendapatkan award, pertama dari seorang yang sangat saya cintai berupa award untuk menceritakan tentang diri kita sendiri. Thanks cinta.

Award yang diberikan oleh mas ichsan pertama sekali dicetuskan oleh mas batavusqu (waktu saya membuka blog si mas itu ada lagu chayya-chayya lho, sayang sekali ga ada video si mas itu joget-joget ;))

Sebenarnya ingin memberikan award kepada semua orang, tetapi award ini khusus bagi 5 orang yang beruntung saja. Hehehe, dan yang menerima award ini silahkan diberikan kepada 5 orang lainnya yang dirasa layak.

Baca Selengkapnya

Tuhan Bersama Mahasiswa Tingkat Akhir

Sudah lama sekali aku tidak ke kampus. Lama aku berdiam di dalam rumah cuma untuk mempelajari MATLAB (maklum, aku sama sekali tidak familiar dengan MATLAB), dan bagaimana menghitung algoritma untuk membuat permodelan Stewart Platform. Aku penasaran, bagaimana membuat animasi dengan Stewart Platform, dan akhirnya tadi pagi kelar juga.

Masih sederhana, namun aku rasa cukuplah untukku yang mahasiswa di ujung tanduk.

Hari ini, aku ke kampus, langsung menemui dosen pembimbingku. Langsung berhadapan muka, langsung memberi salam, langsung duduk di depannya, langsung membuka laptopku, langsung berkata, “Programnya sudah siap, Pak.”

Aku memperlihatkan hasil animasi dari pergerakan Stewart Platformku. Masih berupa animasi sederhana dari program MATLAB menggunakan aturan matriks homogen. Aku belum memasukkan masalah dinamik di sana karena itu bukan bagian dari TA-ku.

Baca Selengkapnya

Halusinasi

Semakin parah saja. Tiba-tiba aku berpikir hendak memencet jam di bagian sudut kanan bawah layar monitor laptopku. Aku merasa hendak menghentikan waktu, namun saat hendak aku lakukan aku tersadar: tidak ada orang yang bisa menghentikan waktu.

Hampir semingguan ini aku tidur setelah matahari terbit. Kadang pukul 8 pagi kadang pukul 9. Malah kadang aku tidak tertidur sama sekali. Ada sebuah proses yang harus aku kejar dan aku benar-benar gelisah. Ketika aku terhenyak betapa bodohnya aku dengan kapasitas otak yang tidak bisa dipress untuk bekerja dengan lebih lincah.

Beberapa hari ini aku mengantuk sekali, sampai hampir seperti halusinasi. Seperti orang terhipnotis. Apa yang masuk ke otakku tidak aku tangkap dengan sepenuhnya, antara masuk dan tidak dia melayang-layang seperti bisikan arwah gentayangan.

Sakit kepala yang berlebihan sudah tidak lagi. Dalam artian aku sudah jeda dengan berkoyok-ria. Namun, jika sudah mengantuk begini, kepala belakangku rasanya seperti berat dan mataku susah sekali dibuka.

Semoga setelah ini berlalu, aku bisa kembali normal lagi.

Anak Ingusan

Well, hari ini aku menjadi anak ingusan. Anak ingusan dalam pengertian yang sebenarnya yaitu hidungku terus menerus mengeluarkan ingus dan mengeras. Agak aneh rasanya ketika hidungnya mengeras, aku menjadi merasa tidak mood untuk mengupil.

Tetapi ada yang aneh di sini. Ingusku tidak seperti ingus anak pada umumnya yang kental, berlendir, dan lengket. Ingusku ini cair, malah seperti air dan warnanya kuning. Jika aku menengadah ke atas dan mengesap ingus yang belum keluar itu kembali, kepalaku terasa saat pusing dan sakit. Sama seperti rasanya ketika tanpa sengaja kamu mengesap air melalui hidungmu. Parahnya lagi adalah, aku tidak mampu menghentikan ingus cair ini seperti ingus-ingus pada umumnya.

Aku baru tersadar bahwa aku beringus pagi tadi. Saat aku terbangun dengan terpaksa karena aku mengesap ingus tanpa sengaja yang membuat kepalaku seperti kemasukan alien. Saat aku bangun, ingusnya belum keluar. Baru saat aku membaca beberapa journal yang sudah aku print, tanpa kusadari ada air yang keluar dari hidungku dan menetes di lembaran-lembaran putih jurnalku. Warnanya kuning.

Baca Selengkapnya

Minggu Terburuk Dalam Sejarah

Aku punya satu kelemahan jika tidak ingin dikatakan penyakit. Aku akan selalu mengantuk jika aku bangun sebelum subuh. Hatta walau aku sudah tidur 50 jam lebih, aku akan tetap mengantuk. Celakanya, hari ini aku bangun pukul 4 pagi, aku juga shalat subuh di mesjid. Otomatis, paginya aku mulai mengantuk lagi.

Ada dua agenda walau aku tidak membalas sms mereka (tidak mengiyakan) tetapi sudah aku tegaskan aku akan hadir. Kadang, aku agak malas untuk bepergian ke suatu tempat, maunya di rumah. Seperti ada lem yang menempel di pantatku jika aku hendak bepergian.

Agendanya adalah rapat kaderisasi di FLP dan pukul 2 harus ke TVRI.

Aku tertidur lagi pukul 8 pagi, setelah makan 2 porsi nasi gurih Rasyid dengan lauk dendeng yang aku beli bersama Ayah pagi ini. Selepas makan itu, aku pun ke kamar karena Ayah memintaku mematikan lampu atas yang masih hidup. Agak malas turun ke bawah, aku pun ke kamar untuk melihat laptop.

Tak terasa, rasanya ingin tidur karena kepalaku agak berat dan mata masih berasap. Ada beberapa masalah yang mengganjal dipikiranku. Aku pun tertidur.

Baca Selengkapnya