Motorku Hilang Part 1

Beberapa hari yang lalu, saat aku ikut acara “Pesta Buku” yang ada di Gedung Sosial, motorku sempat hilang. Awal ceritanya begini.

Hari itu, aku ditugasi oleh kawan FLP untuk mencetak pamflet. Jadi, hari itu (29 Oktober 2011) aku mengambil cetakan pamflet di percetakan Elhanief yang ada di kotaku, namun celakanya ternyata pamflet yang aku pesankan itu ternyata lupa diberikan kepada tukang cetak. Padahal, janji pukul 12 lewat sudah siap, ini aku pergi pukul 2 malah belum siap. Akhirnya setelah menunggu kira-kira 1 jam lebih, pamflet yang aku pesankan itu siap juga. Awalnya jam 2 pamflet itu sudah siap tayang di pesta buku, namun karena kejadian tersebut menjadi tidak terwujud. Maafkan aku kawan-kawan FLP, ini di luar tanggung jawabku.

Karena aku tidak membawa teman pada waktu kejadian itu, untuk membawa pamflet itu terpaksa aku masukkan ke dalam tas punggungku dengan posisi tas punggung aku hadapkan ke depan. Itu ternyata menyulitkanku mengendarai motor.

Setiba di lokasi, inilah awal kejadian. Saat aku hendak mengamankan helm-ku di bagasi motor, saat itu air mineral yang aku sematkan di tas punggungku terjatuh karena posisi tas punggungku itu ada di depan. Saat aku mengambil air mineral itu, aku lupa dengan kunci motor yang masih ada di bagasi.

Baca Selengkapnya

Migrain

migrain
sumber: tanyadokteranda.com
Tiada hari tanpa keluhan. Kadang saya merasa wajar jika saya mengeluh, “toh saya adalah manusia“, demikian pembelaan saya terhadap diri saya sendiri setiap saya mengeluh. Beberapa hari ini saya suka migrain, sakit kepala sebelah pada bagian tengkorak koyo sebelah kiri.

Biasanya kejadiannya berlangsung singkat. Tidak sampai 5 menit saya sakit kepala kemudian sudah sembuh dengan sendirinya begitu saya menekan-nekan pada bagian yang berdenyut-denyut itu. Tetapi, kadang begitu saya terlalu banyak mengkonsumsi cahaya (seperti berada di terik matahari, atau di depan komputer) rasa sakit itu kembali muncul. Mungkin itu erat kaitannya dengan masalah optik mata saya.

Aneh sekali rasanya. Menurut yang saya baca, otak adalah salah satu bagian tubuh yang tidak merasakan sakit. Karenanya, jika seorang dokter akan melakukan pembedahan otak, yang dibius tentu bukan otak si pasien. Saya tidak tahu benar atau salah tentang hal itu, untuk pastinya silahkan bertanya kepada dokter terdekat.

Baca Selengkapnya

Bodoh Atau Polos?

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang teman kampusku bertanya apa aku jadi mendaftar kerja di PT. Lafarge Semen Indonesia karena ada di buka lowongan di sana. Batas terakhir pendaftaran adalah tanggal 14 Agustus 2011.

Dari awal, aku berencana ingin mencoba mengajukan diri ke sana. Sekedar mengenal bagaimana teknik pengrekrutan pegawai di perusahaan-perusahaan, dan terlebih, aku ingin segera tegak berdiri karena ada seseorang yang harus segera aku genapkan agamanya. (cieee… xixixi…)

Tetapi kemudian, kepada temanku tersebut dengan berat hati aku katakan bahwa aku membatalkan melamar ke perusahaan tersebut. Transkrip nilaiku bermasalah. Seorang kawanku yang lain berkata bahwa di transkrip terbaru, nilai kuliah untuk Kerja Praktekku A padahal nilai sebenarnya B.

Mengetahui hal itu, timbul perasaan tidak enak di dalam hatiku. Walau dalam percakapan chatting itu aku angekin dia tentang nilaiku yang berubah, namun dalam hati kecilku aku tidak suka dengan hal yang sedang terjadi. Aku bertekad, bahwa nilai yang murnilah yang harus ada di transkripku walau pun nilai yang tertoreh lebih baik. Aku lebih menyukai kejujuran.

Aku pun sudah bertanya kepada dosen pembimbing skripsiku, dan beliau pun mengatakan lebih baik nilaiku diganti lagi menjadi nilai yang sebenarnya. Aku mengangguk sepakat.

Baca Selengkapnya

Penipu Berkedok Narkoba

Kemarin, pagi-pagi sekali (tidak pagi sekali juga sih, sudah pukul 8.00 WIB) Ayah menggedor kamarku. Saat aku buka, wajah Ayah memucat dengan napas tersengal. Dengan terbata-bata Ayah memintaku hati-hati, baru saja ada orang yang menelepon Ayah mengatakan bahwa aku ditangkap karena penyalahgunaan narkotika dan meminta uang damai Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Penipu yang tidak punya harga diri dan kemanusiaan itu menelepon depot air minum kami (Ayah yang sudah pensiun memiliki usaha depot air minum isi ulang RO untuk membiayai kehidupan kami serta membiayai kehidupan dua kakakku yang sedang mengambil S2 dan spesialis pulmo). Penipu itu mengaku bernama Briptu Eka (aku lupa-lupa ingat siapa nama penipu jadah tersebut).

Aku sendiri tidak khawatir, karena yang namanya penipu itu adalah sekumpulan pengecut yang cuma berani beraksi di balik telepon. Suaranya saja besar dan menggertak, tetapi nyali mereka itu sebenarnya ciut dan mungkin alat kelamin mereka itu tidak memiliki fungsi selain kecuali sebagai aksesoris. Yang aku sayangkan adalah Mamak dan Ayah, mereka sangat-sangat khawatir dengan keadaanku. Mamak yang paling panik aku rasa, malah mewanti-wanti agar aku hati-hati, siapa tahu ada orang menculikku lantas menyuntikkan narkoba ke dalam tubuhku baru kemudian ditangkap dengan tuduhan penyalah gunaan narkoba.

Baca Selengkapnya

Melirik Pascal

Tidak ada yang mampu membuat saya melirik Pascal kecuali karena seorang teman. Dia meminta dibuatkan PR tentang pemograman. Saya melihat sekilas lembaran hasil scan yang dikirimkan ke email saya dan kening saya pun mengkerut. Ini tidak mudah.

PR itu lebih kepada persoalan algoritma. Saya melihat kejanggalan dialek pemograman yang dipakai dalam lembaran kertas tugas itu.

var a, b, c: integer;

begin
   a := 0; while A=0 do
   begin
      Writeln; Write('Nilai a?'); Readln(a);
   end;

   Write('b?'); Readln(b); Write('c?'); Readln(c);
   Writeln('Nilai A = ',A,',',' Nilai B = ',b,',',' Nilai C = ',c); Writeln('b = ',b+c);
   Writeln('c = ', c-2);
end.

Setelah saya teliti ternyata pemogramannya menggunakan Pascal sebagai basic bahasa pemogramannya.

Baca Selengkapnya