Bagiku, kamu adalah puteri. Tak peduli telah berapa sering dan berkali-kali kamu berganti lelaki. Bagiku kamu tetaplah sang puteri. Aku memang tak pernah peduli.
Maafkan aku puteri, jika kebisuanku membuatmu ragu bahwa betapa cinta aku pada dirimu. Maafkan aku.
Sungguh aku ingin melepaskan tabir lisan ini, namun aku tidak ingin menjadi mereka yang kalah perang oleh cinta. Lalu aku pun menjadi ragu untuk mengungkapkannya.
Puteri, aku telah menjadi iblis…
Aku sudah tidak sesuci dulu lagi, mataku telah ternoda, hatiku telah menghitam. Hanya jasadku yang belum meng-iya-kan apa yang kuinginkan. Aku memang sudah tak pantas untuk bersanding dengan bidadari, aku sudah tak kuasa untuk mempersunting bidadari, namun jangan kau pungkiri aku karena bagiku kau bukan lagi bidadari, kau hanya sang puteri, tidak lebih.
Baca Selengkapnya