Ada Hantu di Sini

Ternyata di rumah pamanku ini ada hantu.

Begini ceritanya, tadi malam waktu aku pulang, nenek yang membukakan pintu. Nenek tanya, “Lho, kok kamu baru pulang, terus waktu maghrib yang di atas siapa?”

Deg. Jantungku mulai tak karuan. Ditambah, mamak juga menyinggung hal yang serupa bahwa dikira aku itu ada di rumah, karena tadi Maghrib di kamar atas seperti ada orang berjalan kaki, tingkahnya sama sepertiku.

Masuk ke kamar tidur, aku checking di foursquare, sebuah sosial networking berbasis tempat. Isi pesannya: Ada hantu di rumah. Pesan serupa langsung terkirim juga ke facebook dan twitter secara otomatis.

Baca Selengkapnya

Ubud Writers Festival

Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan notifikasi email di facebook. Kata ada kiriman surat di facebook untukku. Ternyata yang mengirim adalah Winda, teman sekelasku waktu smu dulu. Dia mengabarkan bahwa dia sedang mengikuti kontes flash fiction di Ubud Writers Festival dan meminta kami mem-vote-nya.

Penasaran, aku membaca ceritanya dan kesanku adalah bagus. Ceritanya bagus, lebih bagus daripada cerita-ceritaku.

Aku pun merasa tersindir, karena seperti yang orang-orang tahu, yang lebih sering menulis adalah aku. Maka aku pun ikutan juga, aku mencoba membuat sebuah fiksi mini di ajang Ubud Writers Festival tersebut, judulnya Anak Haram.

Judul link tulisanku itu ada di http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/09/anak-haram/ TOLONG DI VOTE YA !!!

Baca Selengkapnya

Sebuah Beban

Masih ingat ceritaku tentang Surat Perjanjian di mana kakakku akan membelikan aku motor dengan syarat aku harus menyelesaikan kuliahku? Jujur, aku merasakan itu sebagai sebuah beban, terlebih ketika beberapa hari yang lalu aku berbicara dengannya.

Saat itu aku berada di mesjid Oman, Lampriet, bersama kawanku di FLP, Ibnu. Dari Dhuhur kami di sana sambil menunggu Ashar. Kira-kira pukul 15.00 lebih sedikit, Anda, kakakku telepon.

Pada suatu pembicaraan, Anda, kakakku bertanya apakah Yahdun (pamanku) ada datang ke rumah? Selidik, ternyata kakakku hendak mengambil kredit. Aku tanya untuk apa? Jawabnya, ya untuk membelikanku motor.

Mendengar jawaban itu, hatiku tertohok. Sangat dalam, namun aku mencoba menyembunyikannya di dalam tawa. Saat itu, aku merasa seperti sebuah beban. Aku merasa menjadi beban bagi orang lain. Aku tidak suka.

Baca Selengkapnya

My BlackBerry Cannot be Repaired

Ketika sedang mengaji di mesjid Oman, Lampriet, untuk menghabiskan jatah 9 halaman setiap habis shalat, aku dikejutkan oleh sebuah sms. Isi pesannya: “HP BB NYA TDK DPT D PERBAIKI, VIRTUAL COM

Sedih rasanya ketika membaca pesan tersebut. Bagaimana tidak, BlackBerry yang aku beli via eBay, dengan harga $245, belum sebulan digunakan, telah rusak.

Awalnya, sekitar 3 minggu yang lalu BlackBerry-ku terbanting dari tempat tidur ketika aku sedang bersih-bersih kamar. Aku tidak sengaja menjatuhkannya ketika aku hendak melipat selimut. Ketika sedang aku kepakkan selimutnya, eh BlackBerry-nya ikutan terangkat dan terjatuh.

Aku kira bakal sama dengan handphone-handphone-ku yang lain, alias tidak bakal terjadi apa-apa, namun kali ini berbeda. BlackBerry-ku padam, tidak hidup.

Baca Selengkapnya

Diantara Tumpukan Email

Ga tahu kenapa, hari ini aku pengen bersih-bersih inbox email lamaku.

Aku adalah pengguna email dengan memanfaatkan akun di Yahoo! Mail. Walau diberikan kapasitas unlimited space, tetapi rasanya jika email terlalu banyak ya semak juga. Akhirnya kuputuskan hendak bersih-bersih email yang menumpuk.

Sebelumnya, aku sudah mencoba menerapkan sistem folderisasi untuk mendata email. Email yang dikirimkan oleh email-email tertentu secara otomatis akan masuk ke folder yang sudah aku setting. Misal, email-email notifikasi bahwa ada member baru yang mendaftar dilayanan web hostingku akan masuk ke dalam folder Customer Hosting.

Ternyata, dari email-email lama itu aku merasakan semacam dejavu. Semacam nostalgia tentang aku yang dulu. Ada beberapa email dari mereka yang penasaran dengan blog ini, merasa kisahnya sama denganku lantas mengirimkan email. Ada yang menyukaiku, dan lain sebagainya. Dan ada beberapa petikan surat-menyurat antara aku dan bidadari, dulu, jauh sebelum dia menikah.

Baca Selengkapnya