My First Time

Hari ini adalah hari pertama aku menjadi moderator. Dadakan!

Awalnya bang Ferhat yang diminta kesediaan untuk menjadi moderator, karena bang Alimuddin maunya bang Ferhat. Soalnya mereka memiliki karakter unik yang sama: sama-sama lebay!

Tadi pagi, aku memoderasi acara perdana kelas intensif dengan tema besar: “Makna Sebuah Proses Kreatif Sehingga Menembus Media” dan aku merasa sangat tidak maksimal sebagai seorang moderator. Ada beberapa alasan, salah satunya adalah aku depresi karena ini adalah kali pertama aku menjadi moderator. Alasan kedua adalah, aku memiliki masalah dalam penyampaian verbal.

Asli banget, tadi itu aku merasa sangat gugup. Gak tahu harus bicara apa-apa. Otakku sama sekali blank. Parahnya, aku dalam kondisi demikian di hadapan ratusan peserta kelas intensif. Mana ada cewek-cewek cakep lagi, duh, jadi tambah grogi.

Baca Selengkapnya

Surat Perjanjian

Sepertinya status mahasiswa-ku telah membuat panik seisi dunia. Mulai dari Ayah, Mamak, sampai kakakku. Mulai dari nasehat, teguran, diam, dan sebagainya. Sebenarnya malu juga aku masih mahasiswa sementara teman-temanku yang lain sudah S2, kerja, atau beranak.

Tadi pagi, baru bangun aku disodorin Anda, kakakku, sebuah surat perjanjian. Isinya begini:

Baca Selengkapnya

IQ Aku Jongkok

Anda telah mendaftar di Intelligent Elite. Anda sekarang dapat melihat hasil tes anda begitu juga untuk mengikuti lebih banyak tes profesional lainnya. Namun, nilai IQ anda masih dibawah nilai yang ditetapkan untuk dapat bergabung dengan kami. Anda dapat mencoba untuk mengikuti tes ulang disini: http://www.intelligentelite.com/iq/info/short/

Yang Lin
Customer Relationship Manager
Intelligent Elite

Itu adalah cuplikan email yang saya terima dari pendaftaran akun Intelligent Elite. Awalnya tertarik dengan tes yang dilakukan oleh teman saya Judotens sang programmer tunggal website tuitwit.com

Menurut hasil penelitian dengan tes yang dilakukan selama 10 menit. Skor IQ saya adalah 87. Saya sangat senang sekali walau mungkin masih dikategorikan orang dengan lemah dan cacad otak, daripada dengan IQ 60 seperti yang saya duga sebelumnya.

Baru kali ini saya mengetahui nilai IQ saya, walau belum tahu apakah hasil tersebut benar-benar tepat atau tidak.

Baca Selengkapnya

Sony Ericsson G705 diperbaiki

Paling cepat 1 bulan, paling lama 3 bulan,” kata salah seorang customer service di perwakilan Sony Ericsson cabang Banda Aceh.

Baru kemarin handphone-ku tidak bisa ditelepon. Earphone-nya rusak menurut customer service tempat aku bertanya itu. Yang jelas, setiap aku menerima telepon maka aku tidak bisa mendengarkan suara orang diseberang terkecuali jika aku mengaktifkan loud speaker.

Aku hari ini sudah dua kali bolak-balik ke kantor cabang Sony Ericsson itu. Yang pertama aku mengeluh hal serupa, namun ditanya apakah aku masih memegang kartu garansi? Ya sudah kemudian aku pulang, ternyata kartu garansi tidak ada di rumah karena aku pindahan ke rumah saudara jadi tidak tahu lagi di mana kuletakkan kartu garansi itu. Alhasil, dari chatting dengan si Mimi, Admin Sony Ericsson, aku putuskan memperbaiki tanpa kartu garansi.

Baca Selengkapnya

Pindah Rumah

Ini adalah hari pertama aku tinggal di rumah Om ku. Aku pindah rumah. Rumah yang lama mau direnovasi.

Kamar yang aku tempati ini berada di lantai 2, ber-AC, double bed, dan luas. Sungguh berbeda sekali dengan kamar di rumahku dulu, panas, tidak ber-AC, dan sempit.

Koneksi Telkomsel juga dapat HSDPA walau tidak kupasangkan antena di laptopku. Mungkin aku akan mencoba beberapa koneksi lain untuk kebutuhan internetku.

Selamat tinggal Telkom Speedy, karena aku pindah otomatis aku tidak lagi bisa menggunakan Telkom Speedy yang ada di rumahku. Padahal ada beberapa film yang ingin sekali aku download. Hehehe…

Baca Selengkapnya