Kartu Pos Dari Surga

Beberapa hari yang lalu, aku sangat bahagia. Aku mendapatkan kartu pos dari surga, pengirimnya adalah seorang bidadari surga.

Memang, sudah beberapa hari sebelum kartu pos tersebut sampai di tanganku, dia sudah ngomong akan mengirimkan sebuah kartu pos dari sebuah pulau yang indah. Dan beberapa hari sebelumnya, aku sudah bertanya kepada orang depot, apakah ada kiriman sebuah kartu pos untukku?

Hari-hari ketika aku menunggu kartu pos itu tiba seperti sebuah penantian panjang. Penantian dengan harapan cemas, juga bahagia. Sampaikah kartu posnya? Apakah benar dia akan mengirimnya? Apakah ini mimpi?

Baca Selengkapnya

First Time Futsal

Gara-gara futsal, aku gagal melihat Anis Matta.

Padahal Anis Matta tidak pernah kulihat secara langsung, aku cuma membaca catatan-catatan kakinya di majalah Tarbawi dan aku sangat suka. Majalah Tarbawi adalah salah satu majalah yang membentuk karakter diriku.

Ingin sekali aku berjumpa dengan Anis Matta. Minimal, mendengarkan suaranya langsung membelah gendang-gendang telingaku. Aku cemburu pada mereka yang langsung bertatap muka, bersihadapan dengan dirinya.

Semua ini gara-gara futsal!

Baca Selengkapnya

Cintaku Padamu Tak Akan Berubah

Beberapa hari ini aku suka mendendangkan lagu ini dengan syiar khas aku sendiri. Aku tipe orang yang sulit sekali menghapal, jadi kalau ada lagu, aku cuma tahu nadanya bagaimana, namun liriknya aku ubah semauku.

Hahaha, alhamdulillah belum ada yang protes selama ini. Paling yang ada cuma beberapa orang cekikikan mendengarkan kalau aku bernyanyi.

Cintaku padamu, tak akan berubah
walau diterang waktu <– harusnya ditelan waktu
dadada…

Dan karena sedang ketagihan kebab, lirik lagu itu aku ubah tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada sang pencipta lagu. Hasil gubahanku yang sangat luar biasa dan jenius itu begini:

Kebabku padamu… tak akan berubah
walau berganti resep
rasanya akan tetap sama

Tetap dinyanyikan dengan nada yang sama. Hohoho…

Baca Selengkapnya

Bab Satu (I am Dummies)

Meleset. Tidak seperti yang aku pikirkan. Ternyata aku lebih dungu dari yang aku kira.

Aku tahu aku ini sebenarnya bodoh. Jelas, hasil tes IQ juga setelah aku lakukan secara online juga berada di bawah rata-rata. Nilai TOEFL-ku juga sangat buruk sekali, di bawah anak TK yang bisa berbicara bahasa Inggris. Pokoknya aku ini bisa dikatakan dummies sekalilah.

Bisa kuliah bahkan hingga semester 13 saja sudah membuat aku bangga. Kenapa? Karena aku bisa bertahan untuk tidak didepak secepat mungkin dari universitas ini. Bahkan bisa kuliah saja sudah membuat aku sangat bangga! Aku kira aku tidak akan pernah mengecap pendidikan tinggi ini jika mengingat betapa tumpulnya otak kiriku ini.

Tetapi ini tidak seperti yang aku duga. Aku lebih bodoh dari yang aku kira. Ini sudah kelewatan!

Baca Selengkapnya

Mimpi Buruk

Semalam aku bermimpi buruk. Lagi.

Aku merasa tidur selama seharian, namun ketika melihat jam aku cuma tidur sekitar 1 jam. Beruntunglah mereka yang tidur namun hampa mimpi. Mereka yang benar-benar menikmati nyanyian sunyi.

Baru awal tidur, aku sudah menduga aku akan bermimpi buruk. Baru awal tidur, aku sudah merasa seperti ditarik ke udara, dan aku tidak mampu bangun. Kalau kuhitung, mungkin ini mimpi berlapis. Di dalam mimpi itu, aku adalah seorang yang sedang bermimpi buruk. Mimpi di dalam mimpi. Ketika aku terbangun dari mimpi buruk, aku tidak terbangun total, cuma bangun dari lapisan mimpi.

Ruh-ku seperti dipaksa keluar.

Baca Selengkapnya