Sepi yang Menghujam

Aku sepi menjalar sumsum. Ingin bersamamu hingga akhir zaman. Aku tak kuasa untuk temukan jasad. Maaf, karena cuma sebegini aku mampu cinta.

Kesepianmu adalah kesepianku juga. Kekalutanmu adalah kekalutanku juga. Demikianlah.

Bukankah Tuhan pernah berkata, jika Aku telah cinta maka Aku akan menjadi matamu, Aku akan menjadi kakimu, Aku akan menjadi tanganmu. Sayangnya, aku tak punya kuasa sebisa Tuhan. Aku cuma mampu merasa apa yang engkau rasa. Ketika jenuh melandamu, aku pun rasa. Ketika kekalutan menyertaimu, aku pun ikut gundah. Salahkah?

Baca Selengkapnya

Semangat !!!

Tuhan akan menjawab doa pada waktunya.

Dari beberapa semester yang lampau aku berdoa kepada Tuhan agar membebaskanku dari beban kuliah dan segera meluluskan aku. Aku berdoa agar semester yang lalu itu aku lulus. Namun doaku belum juga terkabulkan. Aku masih menjadi seorang Baiquni yang pemalas, suka tidur, dan jarang membaca hal-hal yang berkaitan dengan akademikku.

Hingga semua orang menjadi cemas terhadapku. Semuanya. Namun aku tetaplah si Baiquni yang keras kepala.

Mungkin tahun ini adalah tahun di mana Tuhan akan menjawab semua doaku. Entah mengapa mulai tadi malam aku menjadi begitu semangat untuk membuka buku hijau yang berjudulkan KINEMATIC CHAINS AND COMPONENTS DESIGN. Walau pun semangat itu harus berjuang melawan napsu bermain Point Blank.

Baca Selengkapnya

Aku Ini Lemah

Masih ingat tentang ceritaku di posting sebelumnya? Soal Nasehat Seorang Teman.

Hari ini Ayah melihatku membaca komik Naruto dan One Piece. Lantas nyeletuk: “itu gambar robot ya?

Akhir-akhir ini memang Ayah sering begitu, menyindirku. Niatnya sih ingin membuat aku malu pada diriku sendiri dan berharap dengan malunya aku, maka aku akan lebih giat mengejar ketertinggalanku. Sebenarnya, semua di rumah pada cemas. Aku tidak pernah ke kampus lagi, aku di rumah pun tidak melakukan apa-apa. Yang kulakukan setiap hari hanya tidur, chatting, dan main game.

Sebenarnya aku ingin berubah. Namun begitu meletakkan tanganku di buku yang berjudul: Kinematic Chains and Machine Components Design, napsu membacaku langsung surut. Buku full Inggris yang tidak kumengerti. Padahal yang diajarkannya pun hanya dasar-dasar, tentang vektor lantas dibawa ke dalam kaedah matriks, kemudian sedikit trigonometri 3 dimensi lantas baru dimasukkan ke aplikasi kinematika.

Membaca buku dengan bahasa Indonesia saja membuatku pusing, terlebih dengan bahasa yang bukan bahasa Ibuku. Eh, bahasa ibuku berarti bahasa Aceh donk? Hehehe…

Baca Selengkapnya

Neng Geulis Cemburu

SGVoZWhlLCBpbmkgdHVsaXNhbiBzZWJlbmFybnlhIGdhIGFkYSBodWJ1bmdhIGFtYSBqdWR1bC4gQ3VtYSBwZW5nZW4gYmlraW4gc2kgbmVuZyBnZXVsaXMga2VsYWJha2FuIHNhamEuIEhlaGVoZWhlLi4u

SGFiaXMgZGlhbnlhIG1hZW4gcmFoYXNpYS1yYWhhc2lhbiBzYW1hIGFrdS4gQWt1IGp1Z2EgcGFrZSBqdXJ1cyByYWhhc2lhIGFqYSBhaGggISEhIEJpYXIgc2FtYS1zYW1hIGthcG9rICEhISBwb2sgcG9rIHBvayAhISE=

O1A=

SHVlaGVoZWhl

Baca Selengkapnya

Menakar Rindu

Menakar rindu, namun tak pernah kunjung usai. Terus menderai, tak jua dia mereda.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Dari semalam mataku tak mampu juga tertutup. Kepalaku serasa ingin pecah. Namamu menderai memenuhi selaksa selaput korteksku. Aku hapalkan namamu agar aku reda, agar terlelap aku lantas memimpikan kamu. Namun tidur semalam tak pernah ingin bersahabat. Dia menjadi penentangku setentang-tentangnya: dia ingin aku alpa soal kamu.

Aku berontak. Aku luluhkan seluruh saraf yang berjejal di sekujur kulit ototku. Aku memaku napas-napas berlahan, dari perut dia aku masukkan lantas melalui mulut aku buang. Mataku terpejam, tegak punggung dengan posisi bersila. Namamu, aku sebut pelan-pelan di atas bayang. Namamu yang tak kunjung usai, tak pernah mati, nan abadi.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Baca Selengkapnya