Aku Ini Lemah

Masih ingat tentang ceritaku di posting sebelumnya? Soal Nasehat Seorang Teman.

Hari ini Ayah melihatku membaca komik Naruto dan One Piece. Lantas nyeletuk: “itu gambar robot ya?

Akhir-akhir ini memang Ayah sering begitu, menyindirku. Niatnya sih ingin membuat aku malu pada diriku sendiri dan berharap dengan malunya aku, maka aku akan lebih giat mengejar ketertinggalanku. Sebenarnya, semua di rumah pada cemas. Aku tidak pernah ke kampus lagi, aku di rumah pun tidak melakukan apa-apa. Yang kulakukan setiap hari hanya tidur, chatting, dan main game.

Sebenarnya aku ingin berubah. Namun begitu meletakkan tanganku di buku yang berjudul: Kinematic Chains and Machine Components Design, napsu membacaku langsung surut. Buku full Inggris yang tidak kumengerti. Padahal yang diajarkannya pun hanya dasar-dasar, tentang vektor lantas dibawa ke dalam kaedah matriks, kemudian sedikit trigonometri 3 dimensi lantas baru dimasukkan ke aplikasi kinematika.

Membaca buku dengan bahasa Indonesia saja membuatku pusing, terlebih dengan bahasa yang bukan bahasa Ibuku. Eh, bahasa ibuku berarti bahasa Aceh donk? Hehehe…

Aku merasa AKU INI LEMAH. Lemah dalam segala hal, dan bukan pria yang pantas seharusnya untuk berdiri tegak di muka bumi. Aku lelaki yang bodoh, pemalas, lemah, kurus, berkacamata, hobinya tidur. Tak ada yang patut dibanggakan.

Mungkin butuh suatu keajaiban agar aku berubah. Tidak, bukan cuma keajaiban, namun lebih daripada itu. MUKJIZAT.

  • ijal

    tadi ada sms masuk ke hp fi, atas nama beni tapi mungkin yang kirim kakak beni..atau ga tau juga jaman sekarang, bisa jadi orang lain ngirim lewat internet mengatasnamakan beni..

    isinya, meminta fi untuk mengingatkan beni untuk segera selesaikan skripsinya..

    walopun fi pikir beni pasti ga dengar juga..soalnya bahkan dalam hal yang paling pribadi dari fi pun beni ikut2an dan berbuat sesuka hati beni..tanpa pernah berpikir dampaknya ke fi..seolah2 fi ni wayanag apa, yang beni anggap ‘kuasa’ nya terkait diri dan hati fi ada di beni…?
    hahahahaha..(ngetik paragraf ini sambil memaki beni dengan sumpah serapah juga sejumlah hewan yang ikut juga tersembur..hahahahahaha)

    tapi fi sepakat ben, cepatlah selesaikan..tanya ke anak matematika, senior atau kawan sejurusan kalo memang ada materi yang ga beni ngerti..kemarin itu di romen fi ada ketemu sama bang… (lupa fi namanya, biasa di panggil dengan nama marganya sama kawan2nya..sepertinya asal medan; kawannya bang hendra/kakek juga –senior beni di mesin–) kayaknya dia paham tentang materi yang pernah beni tanya ke fi dulu..kalo perlu fi bisa coba bantu pertemukan beni sama abang tu..

    kalo memang ga bisa juga, segera aja ganti judul.mulai sekarang harus gerak cepat (seperti yang biasa beni gunakan waktu mengejar para wanita hahahaha..) kalo ga nanti makin ga semangat jadinya..soalnya liat kawan2 lulus bisa bikin kita makin down..

    segeralah..termasuk biar segera kawin juga nantinya..hahahaha

    * untuk semua wanita yang baca ini dan peduli sama beni mari sama2 kita dorong beni..hahahahahahaha..

  • cobalah rihlah bro. pergi ke tempat baru. santai, kembali dengan amunisi yang siap rentet. isi ulang energi positif untuk menggerakkan kembali gear yang macet. gantilah oli sebulan sekali. bro, aku pernah kagum padamu dan salah 1 chat kita tahun 2006 yang lalu. aku masih ingat struk atm yang bro kopi. (fans baiquni)

  • struk atm apaan???

  • ada deh

    setuju tu ama “fi”.
    kalo emang gak ngerti ya pake mulut buat bertanya. kejar siapa aja yang bisa dikejar untuk berbagi ilmu.
    jangan cuma ngejar cewek aja bisanya.
    belajar itu juga termasuk jihad. ada kata2 almarhum dosen teknik (kalo gak salah pak mukhtar lulusan Jepang) bahwa ketika kamu mati tertabrak di jalan karena ingin menuntut ilmu karena Allah maka pahalanya sama dengan syahid berperang di jalan Allah.
    belajar itu juga bagian dari jihad. jihad melawan kebodohan.
    berperang melawan kemalasan juga jihad.
    lalu, kalo ternyata ladang jihad terpampang luas di depan mata. apakah masih tetap mau bermalas2an?
    USAHA………..USAHA………..
    masalah hasil kita pasrahkan kepada-Nya, yang penting usaha.
    Allah tidak buta, tidak bisu atau tuli. Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Pengasih dan Penyayang. Dia tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi kemampuan hamba-Nya karena Dia adalah Maha Segalanya maka Dia pasti lebih mengetahui.
    Tapi Allah juga tidak menyukai hamba yang hanya bisa berpasrah diri tanpa berusaha.
    Bukankah ada hadits (kalo tidak salah) yang berbunyi: jika besok akan datang kiamat dan hari ini masih ada batang pisang yang harus ditanam maka tanamlah.
    artinya kita WAJIB BERUSAHA.