Bersabar Dalam Kerinduan

Aku harus bagaimana jika aku rindu padamu?” tanya seseorang dengan wajah penuh gelisah.

Bersabar. Aku pun demikian,” jawab lelaki itu tak kalah gundah.

Seorang lelaki dan wanita sedang berada dalam fase yang sangat mengerikan. Sebuah episode yang manusia bumi menyebutnya cinta. Episode yang memiliki fase-fase, dan kali ini mereka memasuki fase kerinduan.

Sangat susah sekali menahan apa yang dinamakan dengan kerinduan. Terlebih, ketika dua suara telah saling jujur apa yang tersimpan di dalam hati mereka. Dan terlebih lagi, ketika masing-masing telah membangun pondasi janji ke arah mana jalan yang akan mereka tempuh. Mengharapkan yang terbaik yang akan Tuhan berikan kepada mereka.

Lelaki tidak kalah gundah dengan sang wanita. Beberapa kali perjalanan, lelaki telah hampir pasti menjadi gila. Gila karena nama, gila semesta gila di mana setiap huruf cuma membentuk dua kata: namanya.

Baca Selengkapnya

Layla Majnun

Seorang lelaki sedang jatuh gila. Kali ini dia bukan lagi jatuh cinta. Namun cinta di atas cinta. Dia telah menjadi gila. Sangat gila. Teramat gila.

“Majnun, kamu!” hardik wanita yang sedang dicintainya itu.

“Sudah lama aku Majnun,” pasrah lelaki. “Kamu aja yang tidak tahu.”

Sudah berabad lamanya lelaki menjadi gila. Gila karena jatuh cinta. Dan cinta itu yang membabat habis edisi waras dari kehidupannya. Dalam hatinya, cuma ada goresan satu nama, yang lain telah pudar terhapus. Cuma nama wanita itu. Nama perempuan itu. Bidadari ketiga.

Baca Selengkapnya

Mencintai dan (tanpa) Dicintai

Ketika aku mencintai seseorang, aku ingin yang terbaik bagi kebahagian seseorang itu. Walau itu berarti, dia berbahagia dengan orang selain diriku. Bagiku itu bukan suatu masalah. Malah aku merasa senang, bahagia yang sulit untuk dijelaskan.

Seseorang yang aku cintai pernah bertanya kepadaku, mengapa aku selalu meminta dia untuk menyukai seseorang yang sedang dia cintai? Dalam artian, mengapa aku tidak memintanya untuk mencintai diriku sendiri.

Aku cuma ingin dia mencintaiku dengan setulus hati. Ketika di dalam hatinya aku mampu meraba ada orang lain di dalam sana, aku ingin dia menuntaskan dulu segala kegilaannya. Aku ingin dia mencerna, dia berpuas berjuang untuk cintanya. Saat dia telah lelah, saat dia telah berputus asa, saat itu ada aku di sana. Masih terus mencintainya.

Bagiku tidak masalah, ketika aku mencintai seseorang tanpa orang itu mencintai diriku. Sama sekali bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika kami sudah saling berikrar untuk sehidup-semati atas jawaban cinta, ketika itu dalam hati-hati kami muncul pengkhianatan. Itu yang menjadi masalah. Namun, sebelum ucap kata itu tiba, aku ingin segalanya menjadi jelas, terang, dan sejujur-jujurnya.

Aku tidak pernah meminta dia mencintai diriku. Yang aku ingin cuma satu, dia tahu bahwa aku mencintai dirinya.

Baca Selengkapnya

Sepi yang Menghujam

Aku sepi menjalar sumsum. Ingin bersamamu hingga akhir zaman. Aku tak kuasa untuk temukan jasad. Maaf, karena cuma sebegini aku mampu cinta.

Kesepianmu adalah kesepianku juga. Kekalutanmu adalah kekalutanku juga. Demikianlah.

Bukankah Tuhan pernah berkata, jika Aku telah cinta maka Aku akan menjadi matamu, Aku akan menjadi kakimu, Aku akan menjadi tanganmu. Sayangnya, aku tak punya kuasa sebisa Tuhan. Aku cuma mampu merasa apa yang engkau rasa. Ketika jenuh melandamu, aku pun rasa. Ketika kekalutan menyertaimu, aku pun ikut gundah. Salahkah?

Baca Selengkapnya

Nan Tak Kunjung Reda

Nan tak kunjung reda. Bingung. Entah bagaimana aku terus memikirkannya saban hari. Ingin berhenti sejenak dari deburan cinta ini, namun dia seperti ombak di pepantai, tak kunjung surut, tak kunjung reda.

Aku mungkin bisa tersenyum. Aku tertidur. Aku membaca. Aku tersujud, namun hatiku tak mampu dipungkiri, selalu mengarah kepadanya. Aneh nian, tak pernah kami saling bertatap wajah, namun mengapa namanya mengalir di sekujur pembuluh nadiku.

Ingatkah dia tentangku? Apakah dirinya memikirkan aku? Adakah aku di dalam satu bait kehidupannya. Aku ingin dia memikirkan aku seperti aku memikirkan dirinya. Aku ingin dia juga tak reda, seperti aku yang tak kunjung reda.

Baca Selengkapnya