My First Time

Hari ini adalah hari pertama aku menjadi moderator. Dadakan!

Awalnya bang Ferhat yang diminta kesediaan untuk menjadi moderator, karena bang Alimuddin maunya bang Ferhat. Soalnya mereka memiliki karakter unik yang sama: sama-sama lebay!

Tadi pagi, aku memoderasi acara perdana kelas intensif dengan tema besar: “Makna Sebuah Proses Kreatif Sehingga Menembus Media” dan aku merasa sangat tidak maksimal sebagai seorang moderator. Ada beberapa alasan, salah satunya adalah aku depresi karena ini adalah kali pertama aku menjadi moderator. Alasan kedua adalah, aku memiliki masalah dalam penyampaian verbal.

Asli banget, tadi itu aku merasa sangat gugup. Gak tahu harus bicara apa-apa. Otakku sama sekali blank. Parahnya, aku dalam kondisi demikian di hadapan ratusan peserta kelas intensif. Mana ada cewek-cewek cakep lagi, duh, jadi tambah grogi.

Bakat itu ditemukan! Well, ketika acara berlangsung dan kemudian aku menyerahkan kepada bang Ali untuk menyampaikan materi, aku permisi ke belakang, buang air karena aku sudah grogi sangat dan berwudhu. Mungkin aku lupa baca basmallah ketika memulai moderasi.

Sebelumnya, aku sempat disuruh ngaji, alasannya karena tidak ada orang lain yang ngaji. Padahal aku sudah wanti-wanti, aku ini masih Iqra 4 (alasan yang terlalu mengada-ada, hehehe…) namun karena ga ada peserta yang lain, akhirnya aku baca Quran juga. Aku membacakan Surat yang paling aku suka setelah surat Al-Ikhlas, yaitu Surat Al-Alaq. Membaca bait-bait Iqra, hatiku bergetar.

Well, mungkin aku harus lebih sering menyimak orang-orang ketika menjadi modetor. Sulit juga rasanya jika dikemudian hari aku kembali diminta. Kasihan juga FLP jika acaranya gagal cuma karena memilih moderator seperti diriku yang tiada memiliki pengalaman, bakat, dan aura.

Ah, kangen juga sama si Roby. Kalau ada dia kan, ada yang bisa dimintai menjadi moderator! Ke mana dia ya?

Hehehe… tetapi setelah acara selesai, setelah semua debar yang tidak biasa, aku pun kembali ceria!

Pulang dari sana, aku langsung terkapar. Capek! Senang! Berpengalaman.

  • hemmm…bagus bagus
    sudah naik ke iqra’ 6, beken pula
    Subhanallah

  • berkat Anda juga Pak Bos.

    Terima kasih atas semua hal terbaik yang bisa Anda berikan kepada saya.

    politik pencitraan diri