Budaya Hening

Lantas apakah hening?

Adakah sembilu menusuk relung? Atau kehampaan dalam jiwa?

Sumpah aku tak mengerti, mungkin belum mengerti, mungkin tidak untuk saat ini.

Rasa sepi itu begitu pekat terasa dan tak ada seorangpun yang mampu menggugatnya, tidak bidadari, tidak sang puteri, dan tidak juga kamu sayangku. Rasa yang begitu hampa yang tidak akan pernah kuceritakan yang menjadi bagian 50% seluruh kehidupanku hingga saat ini.

Lalu apakah makna suara tawa yang membahana dalam tiap detik waktuku? Tak akan bermakna ia hanya menjadi sebagai pemanis bibir. Sungguh sayang, aku amat begitu kesepian.
Baca Selengkapnya

Sepenggal Puisi Pagi

Ben, saya ga mau jika harus sampai kehilangan dia karena dia selalu salah paham ke saya. Saya ga tahu harus bagaimana lagi menjelaskan ke dia kalau saya ga bisa jauh dari dia. Tetapi dia sekarang menjadi pembenci, terlalu membenci…

Mungkin aku lebih mengerti darimu teman apa itu arti sebuah cinta, terlebih jika cinta itu tertahan hanya di dalam hati dan tak ingin melebar menjelaskan segala makna yang tersirat, mungkin aku lebih mengerti.

Teman, aku mungkin cuma mampu berkata, ”Cinta terjadi karena sebab dan akan hilang oleh sebab. Amat sangat mudah melupakan cinta sama seperti mudahnya melupakan dingin oleh panas yang menyengat.

Beni, tolongin saya… tolong telepon dia, katakan bahwa kita hanya teman. TIDAK LEBIH! Tolong ya… terima kasih.
Baca Selengkapnya

Jangan Pernah Curhat

JANGAN PERNAH CURHAT!

Yah, jangan pernah curhat dengan seorang wanita, terutama wanita yang memiliki hubungan dekat dengan teman-temanmu, atau saudara-saudaramu. Jangan salahkan aku kalau kau tetap curhat dengan mereka, jangan pernah salahkan aku jika isi curhatanmu akan tersebar seperti api menggumuli minyak. Jangan pernah menyesal.

Harusnya aku mengambil pelajaran dari yang dulu-dulu. Dulu aku pernah curhat dengan kakak kandungku soal wanita yang menjadi cinta pertamaku, seorang wanita chinese yang anggun namun sayang dia non-muslim. Hampir bisa dipastikan semua keluargaku tidak setuju. Awalnya aku kira kakakku akan menjadi tong sampah yang aman, namun ternyata tidak! Sama sekali tidak! Isi curhatan menyebar secepat air meresapi kapiler-kapiler kasa.
Baca Selengkapnya

Penjara Hati

Pernahkah kamu terpenjara teman, pernahkah? Sebuah penjara sunyi nan gelap, sebuah penjara yang ada jauh di dalam perut bumi, sebuah penjara yang tak memiliki setitik cahayapun yang bahkan rembulan tak akan pernah bersinar dan langit hitam tak berbintang. Sebuah penjara hati, aku menamakannya.

Sunyi kelam hati ini, begitulah ia. Sebuah penjara tanpa ruang untuk memasukinya, sebuah penjara yang hanya dikelilingi oleh tembok ilusi dan rupa-rupa. Sebuah eksistensi yang begitu menggugat, sebuah hati yang hitam. Tolong jangan pernah menyentuhnya.

Teman, aku berharap kau tidak akan pernah mengalaminya. Tak akan pernah ia menyapamu, atau paling tidak ia tidak akan menjadi sekelam ini. Sebuah bagian tanpa ruang tanpa waktu, lebih pekat dari hitam terpekat, lebih menghisap daripada bintang mati yang terhisap oleh gravitasinya sendiri. Amat menggugat, ia amat menggugat.
Baca Selengkapnya

Waktu Yang Terulang

Sang puteri hari ini berulang tahun. Sumpah dari kemarin aku sudah memikirkan sebuah hadiah yang pantas untuknya, namun aku memang terlalu bodoh dan idiot sehingga aku tak akan mengerti apa yang diinginkannya.

Jauh hari aku memikirkan bahwa tepat di hari ulang tahunnya aku akan mengirimkan hadiah ke rumahnya, tepat jam 00.00 WIB aku akan menelepon dia, namun semua itu terasa buyar… amat sangat tidak tepat. Bahkan aku merelakan kesempatanku yang telah kusiapkan jauh hari untuk mengikuti lomba merancang sepeda hilang begitu saja demi dia. AKU MEMANG TOLOL!

Aku memang tak akan pernah peduli apakah ia akan juga sepertiku, mengingat hari jadiku. Aku memang tak akan pernah peduli apakah ia akan mengirimi aku hadiah atau tidak karena aku amat sangat mengerti memang aku tak pernah hadir dalam kamus hidupnya, tetapi paling tidak aku ingin melakukan sesuatu yang kuanggap pantas untuknya.
Baca Selengkapnya