Sebuah Kisah Yang Indah

Sebuah kisah yang indah, yang terkirimkan dalam surat di friendster.com

Kisah ini ingin kembali kuceritakan, tentang arti sebuah makna di dalam suatu tindakan. Terkadang yang kita lupakan. Maka jamahlah ia dengan hatimu:

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’An seperti yang engkau lakukan tetapi aku masih saja tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’An?
Baca Selengkapnya

Sepatu Hak Tinggi

Sumpah! Gw ga ngerti banget dech kenapa sech cewek-cewek pada doyan pakai sepatu hak tinggi. Malah sebagian dari mereka makin histeris kalo hak sepatu mereka makin tinggi, kalau memang demikian kenapa ga sekalian aja pakai engkrang? Kan lebih tradisional.

Malah bela-belain kaki mereka keseleo dan cepat letih untuk demi hanya biar nge-gaul dengan hak tinggi. Bener-bener edane kali yee, tuh otak ditaruh dimana? Modis boleh modis, namun kalau harus mengorbankan diri sendiri kok rasanya amat sangat tidak gw banget dech.

Memang yang namanya cewek itu memusingkan, bener-bener bikin kepala puyeng 7 keliling lapangan senayan ditambah sama 7 kali Bandara Soekarno-Hatta lalu diikuti oleh 7 keajaiban dunia. Maksud loe…
Baca Selengkapnya

Manusia Itu Berubah, TERAMAT CEPAT

Saya suka tersenyum ketika melihat anak-anak kecil, terkadang sambil berpikir; “Jika mereka dewasa, takdir seperti apa yang akan mereka tapaki ?“.

Hidup ini selalu berubah, terlalu cepat berubah malah. Pernahkah kita luangkan waktu sejenak untuk menatap masa lalu? Menatap masa kecil kita, menatap kembali saat-saat kita berusia tanggung, menatap masa-masa kita mulai belajar arti sebuah kedewasaan.

Teman-teman sering berkelalar, “Ben, kamu itu ga berubah ya dari dulu-dulu“ atau “Ben, kok kamu tuh masih macam kanak-kanak ?“. Jika saya menoleh ke kanan-kiri, ternyata mereka memang tidak berbasa-basi. Saya memang belum mampu untuk menjadi dewasa. Hidup dalam kemanjaan membuat saya selalu ingin dimanja, dan satu yang saya sadari bahwa terlalu berat rasanya meninggalkan kemanjaan itu.
Baca Selengkapnya

Poligami dalam Padangan Syariah

Sebuah tulisan menarik tentang poligami, dengan tinjauan yang cukup berimbang dari berbagai sisi. Sumber : http://www.eramuslim.com/ust/nkh/4573eb6e.htm
Assalaamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Pak Ustadz, bagaimana sebenarnya hukum poligami di Islam, apakah ini syariatkan? Kenapa manusia sekarang sepertinya sangat buruk menganggap orang yang mampu melakukan poligami, seakan-akan poligami ini suatu yang tidak manusiawi?
Baca Selengkapnya

Temanku Bisa Dihitung

Dari 600 lebih temanku di friendster, dari seratusan lebih testimonial, dari begitu banyak ruang canda dan tawa di kehidupan keseharianku, TEMANKU BISA DIHITUNG. Malah dengan hanya menggunakan satu tangan, yach… satu tangan !!!

Kali ini aku sengaja menunggu, siapa saja yang masih ingat padaku. Siapa saja yang mengirimkan ucapan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA kepadaku. Aku kira akan banyak pesan yang masuk, namun kali ini aku kecewa. Hanya ada pesan dari: lisa, kausar, eka, mahijir, nuzul, dan rahma.

Yach, hanya ada mereka dalam inbox handphone-ku. Hanya ada mereka dalam kamus temanku. Teman-teman yang memperhatikan aku. Teman-teman yang masih menganggap bahwa aku ini ADA, AKU EKSIS !!!

Sekarang coba anda perhatikan kehidupan anda. Berapa banyak mereka yang tertawa bersama anda, mereka yang berpegangan tangan. Namun kemana mereka saat kesusahan menyertai anda ??? Mereka hanya bermain dalam batasan tawa dan canda… mereka hanya bermain dalam lapisan pertemanan, bukan dalam lapisan persahabatan dan persaudaraan.

Baiquni, sudahkah kamu melihat apa yang terjadi padamu ???

Jadikan itu sebagai pelajaran… cam kan lah… tak banyak teman sejatimu, maka berhati-hatilah dengan langkahmu…

Semoga anda, kita, dan saya mengerti. TAK BANYAK SAHABAT DALAM HIDUP INI.