Kita Bukan Pecundang

Judul di atas tidak salah. Memang kita bukan pecundang, kita semua adalah pejuang. Terlepas dari menang atau kalah, kita tetap bukan pecundang. Pecundang hanyalah mereka yang kalah oleh diri sendiri, mereka yang tidak berani mencoba setelah tersungkur untuk kesekian kali.

Sadarkah kita bahwa sesungguhnya kita adalah pemenang kehidupan. Sebelum kita bersekutu dengan ovum, kita telah menyisihkan jutaan pejuang lainnya. Mulai sejak awal ejakulasi, kita bertarung sesama kita, adu cepat, adu tangkas untuk mencapai ovum yang kita kejar. Sungguh, kita adalah satu dari jutaan kontestan. KITA BUKAN PECUNDANG!

Namun terkadang, setelah tulang ini berbalut daging dan dibalut lagi oleh kulit dari epidermis-epidermis yang bersekutu, lantas mengapa kita menjadi pengecut? Kita menjadi takut kalah perang, kita menjadi begitu cengeng, dan hanya mengharapkan euforia. Teman, sadarkah engkau?

Apakah engkau tidak mengingat saat dimana dirimu hanya satu dari sejuta, lantas Kami keluarkan kamu daripada mani-mani untuk menjadi pejuang lalu Kami tentukan sesiapa diantara kamu yang paling berhak untuk maju menjadi pemenang. Dan diantara para pemenang ada yang Kami matikan sebelum menjadi darah dan daging, ada pula yang Kami matikan setelah teriakan pertama, dan ada yang Kami panjangkan umurnya hingga rambut memutih dan Kami jadi dia kembali ke asal. Sungguh, Kami telah menetapkan kamu agar selalu berjuang dan tidak berputus asa dari rahmat Kami. Sungguh Kami berkuasa atas segala sesuatu.

Apa Arti Cinta?

Rentang nafas,
aku kamu mereka dia
Letih merumput, menyumput kesam
Lantas apakah arti cinta?

Apakah arti binal itu cinta?
Atau birahi yang menggolak?
Atau saat peraduan selangkang antara kita
Itukah cinta menurutmu?

Dan lihatlah akhir dunia,
saat tak ada lagi birahi di sana
saat anakmu bukan lagi milikmu
saat istrimu bukan lagi hakmu

Bersumpahlah demi Tuhan
kamu mencintaiku
Bersumpahlah demi Tuhan
kamu tidak akan memperkosaku

Arti cinta itu seperti apa?
haruskan aku menjadi pelacur untuk membuktikannya?
Arti cinta itu seperti apa?
apa hanya terkatakan dari peraduan sejenak dalam mayapada

kakanda…
adinda…
sayangku…
kasihku…
jangan bilang cinta jika kau cuma ingin tubuhku

Baca Selengkapnya

Penjara Hati

Pernahkah kamu terpenjara teman, pernahkah? Sebuah penjara sunyi nan gelap, sebuah penjara yang ada jauh di dalam perut bumi, sebuah penjara yang tak memiliki setitik cahayapun yang bahkan rembulan tak akan pernah bersinar dan langit hitam tak berbintang. Sebuah penjara hati, aku menamakannya.

Sunyi kelam hati ini, begitulah ia. Sebuah penjara tanpa ruang untuk memasukinya, sebuah penjara yang hanya dikelilingi oleh tembok ilusi dan rupa-rupa. Sebuah eksistensi yang begitu menggugat, sebuah hati yang hitam. Tolong jangan pernah menyentuhnya.

Teman, aku berharap kau tidak akan pernah mengalaminya. Tak akan pernah ia menyapamu, atau paling tidak ia tidak akan menjadi sekelam ini. Sebuah bagian tanpa ruang tanpa waktu, lebih pekat dari hitam terpekat, lebih menghisap daripada bintang mati yang terhisap oleh gravitasinya sendiri. Amat menggugat, ia amat menggugat.
Baca Selengkapnya

Tuhan Tidak Sedang Bermain Dadu

Cari-cari di google.com eh taunya nyasar ke blogsnya mas hericz.net, lalu ada sebuah pemikiran yang indah di sana, disadur dengan menggunakan kisah. Judul aslinya Gusti Allah Tidak Sedang Bermain Dadu. Selamat menikmati!

Sebulan lebih aku nggak nulis, sudah begitu banyak hal yang terjadi di dunia ini. Kantorku sudah pindah, aku juga pindah rumah (tapi tetep ngontrak), aku sudah beli sepeda motor, Bush datang ke Bogor, dan sebuah pelajaran bahwa hujan durian di negeri tetangga yang tak seindah hujan air di negeri sendiri.

Tapi aku lagi tertarik sama kisah yang sinetron banget di negara alfabet.
Baca Selengkapnya

Surga VS Neraka

“Jika diberi pilihan, pilih SURGA atau NERAKA?

Mending pilih neraka Ben! Bisa ketemu Brad Pitt ama bininya…. ;P

Aku ga percaya Tuhan Ben, sama seperti aku tidak percaya keberadaan surga dan neraka!

Ahhh… ntahlah, aku yang salah atau mereka. Namun yang jelas hidup adalah pilihan!

Mungkin di dunia ini kita bisa saja memaki Tuhan, berbicara dengan lantang mencaci kebenaran, namun kembali lagi; ITU ADALAH PILIHAN. Sama seperti Tuhan menciptakan Surga dan Neraka, lalu membuat kita menentukan pilihan.
Baca Selengkapnya