Menanam Mawar

bunga mawar
bunga mawar
Atas saran seorang teman, aku disarankan untuk menanam bunga agar saat aku bosan memiliki kegiatan lain untuk menghilangkan rasa bosanku. Awalnya dia menyarankan aku menanam bunga “lidah mertua”, nama bunga yang aneh sekali menurutku. namun saat itu aku bertanya, “bunga apa yang paling susah untuk ditanam?

Bunga mawar,” jawabnya.

Tetapi jangan bunga mawar yang sudah ada di polibet, yang dijual-jual itu. Harus bunga yang belum dirawat. Kalau beli mawar yang udah jadi itu namanya merawat bukan menanam.” Lanjutnya lagi.

Aku mengangguk-angguk ketika itu. Saran itu aku catat di dalam hati.

Tadi siang, di kantin aku tanya sama Mirza, bagaimana cara menanam mawar? Soalnya aku ingin menghilangkan stressku dengan menanam mawar. Tetapi jawaban Mirza lebih aneh, kalau aku menanam mawar malah ko semakin bosan dan stress!

Mendapatkan jawaban itu aku jadi bingung. Haruskah aku menanam mawar?

Baca Selengkapnya

Hal Yang Paling Menyakitkan

Hal yang paling menyakitkan adalah ketika kita menyakiti orang lain.

Aku merasa telah berkali-kali menyakiti orang lain. Kali ini, yang aku sakiti adalah orang yang paling aku cintai. Entah mengapa, apakah aku si makhluk tega? Dia yang mampu menyakiti orang-orang yang paling dia cintai. Entahlah.

Andai orang itu langsung katakan, “Beni! Kamu menyakiti diriku!

Walau tidak dalam sekejap, mungkin aku akan berangsur berubah. Namun hal tersebut harus dikatakan dengan tegas, bukan dengan candaan atau suara yang lembut. Terkadang, lelaki memang harus dikerasi.

Manusia seringnya lupa. Hal yang mereka rekam dengan mudah mereka lupakan. Aku pun sama, ada banyak hal nilai-nilai yang aku rekam namun aku lupakan. Entah demi kepuasan sejenak, demi kesenangan, atau apapun itu, intinya adalah terlupa atau dilupakan.

Aku berharap sedapat mungkin tidak menyakiti orang lain. Rasanya sungguh pedih, walau orang lain yang tersakiti namun aku pun merasa sangat bersalah dan berdosa. Walau mungkin sejam kemudian aku mampu kembali tertawa, namun ingatan tentang menyakiti lama mungkin baru mulai akan pupus.

Aku berharap tidak akan menyakitinya lagi, karena bagiku itu pun teramat sakit. Mungkin lebih baik aku pergi menghilang daripada kehadiranku cuma mampu menimbulkan rasa sakit yang mendalam.

Kebingungan Keinginan Manusia

Manusia sering sekali bingung dengan apa yang mereka inginkan. Beberapa waktu yang lalu aku pernah digugat, agar lebih memperhatikan. Namun ketika perhatian itu aku berikan, sang penggugat malah ingin ditinggal sendirian.

Dia tidak sendiri. Ada banyak manusia yang bingung dengan apa yang telah mereka tetapkan.

Aku banyak menemukan orang yang melanggar konsensus yang mereka ciptakan. Sama seperti pelanggar hukum, dia tahu apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan namun tetap saja melanggar. Bahkan aku punya teman yang model seperti itu, jika naik motor di belakangnya aku harus ekstra waspada dan terus-menerus beristigfar.

Menyalip mobil sembarangan, memotong lampu merah, menyeberang sembarangan. Dia merasa kuasa karena belum pernah terjadi celaka. Sayangnya, dia menilai itu dari sudut pandang pribadinya sendiri padahal mungkin ada orang lain yang bisa celaka karena ulah dan tingkahnya.

Hidup bukanlah rangkaian peristiwa yang terjadi cuma satu babak. Ini seperti efek domino, ketika engkau melangkah satu langkah, takdir yang lain akan terbentuk untuk langkah berikutnya. Demikianlah bagaimana dunia bekerja.

Baca Selengkapnya

Bosan Itu Datang

Pada beberapa orang aku bertanya, “apa yang kalian lakukan ketika rasa bosan datang menyerang?

Beberapa memberikan saran:
– coba lakukan hal-hal yang baru,
– ajak teman-temanmu bermain,
– tidur lantas berkhayal tentang keindahan,
– membaca terjemahan bahasa Inggris,
– memasak,
– dll.

Intinya adalah lakukan sesuatu yang membuatku tidak bosan. Sayangnya ketika bosan aku cenderung malas, dan merasa mudah sekali menyerah. Aku pun mencoba meng-sms beberapa teman, namun sepertinya mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Tidak ada yang bisa diharapkan.

Tidak ada? Tidak juga. Beberapa dari mereka yang sudah memberiku saran, mereka walau tidak disadari telah membongkar sedikit rasa bosan itu untuk pergi. Aku menemukan kehangatan dari percakapan dengan mereka. Aku menemukan kesenangan, walau cuma sms balasan ringan tentang apa yang mereka lakukan.

Baca Selengkapnya

Sempurna Itu Sederhana

Sempurna itu sederhana. Bagiku, sempurna itu adalah: “aku ingin ketika aku bosan, seseorang ada di depanku di mana aku bisa bercerita tentang segala hal kepadanya untuk mengusir setiap bosan yang melanda“.

Sayangnya, sempurna itu tidak ada.

Orang-orang yang kita cintai atau mengaku mencintai kita, mereka hidup dalam dunia dan perspektif mereka masing-masing. Mereka tidak selalu ada ketika kita membutuhkan mereka. Mereka tidak benar-benar ada ketika kita mengharapkan mereka. Masing-masing dalam ego kemanusiaannya ingin diperhatikan daripada memberikan perhatian. Itulah watak manusia.

Dulu ada seseorang yang memperhatikan aku dengan begitu sempurna namun aku menyia-nyiakannya. Sekarang dia telah memiliki seseorang yang memang pantas untuk dia cintai. Dan sekarang aku berusaha memberikan apa yang aku bisa kepada seseorang yang lain, yang aku duga mampu memperhatikan diriku, namun hidup tidak selamanya statis dan berjalan linier. Seringnya, hidup itu dinamis dengan naik-turun kehidupan yang cukup fluktuatif.

Baca Selengkapnya