Ayo Tersenyum!

cerita hati 1 Komentar »

Senyum itu indah, walau terkadang teramat pahit melakukannya. Apalagi jika sesuatu yang terlalu menyakitkan dada, bahkan ketika engkau menangis. Senyum itu sungguh teramat indah.

Dia menjadi diam, lebih diam dari biasanya. Aku cuma tahu, dia sedang menangis. Begitu pun aku di sini, aku menangis.

Sulit memang rasanya jika seseorang yang kita cintai namun ditolak oleh orang-orang sekitar kita cuma karena mereka belum mengenal dia. Rasanya begitu sesak, bahkan bergalon-galon air mata rasanya tidak juga cukup untuk menutupi seluruh lara yang mendera.

Yang harus kamu pahami bahwa, mereka melakukan itu karena mereka mencintai dirimu. Ribuan kali rasa cinta lelaki itu terhadapmu tiada mampu menggantikan rasa cinta ibumu kepadamu. Ikutilah ibumu, sebelum ucap kata dengan seorang lelaki mengikatmu, kamu masih menjadi milik ibumu. Kelak, ketika ucap kata terikat, baru engkau akan menjadi milik lelaki itu.

Baiquni bacain donk »

Aku Munafik

cerita hati Kagak ada komentar »

Beberapa hari ini aku merasa menjadi munafik. Mengapa? Karena ada banyak janji yang tidak bisa kupenuhi dan aku terus berjanji.

Sore kemarin, Ibnu telepon apa aku bisa bertemu dengannya di mesjid Oman selepas Ashar? Aku iyakan dengan menjawab iya. Namun apa yang terjadi? Karena terlalu asik menonton film “The Blind Side” aku terlupa untuk pergi ke mesjid dan shalat berjamaah di mesjid Oman. Film selesai dan aku melihat jam sudah pukul 16:00 lewat. Aku sadar namun aku menunda.

Sadar hal tersebut, selesai shalat aku menelepon Ibnu namun ternyata terjadi masalah jaringan. Telepon tidak diangkat dan terus bernada sibuk dan mengatakan bahwa Ibnu tidak dapat dihubungi. Baru setelah beberapa lama, setelah aku berada di Aceh IT Center, aku dapat menghubungi Ibnu.

Aku kecewa sekali dengan diriku sebagai seseorang yang tidak mampu menepati janji. Aku merasa, aku ini munafik.

Baiquni bacain donk »

Cinta Tanpa Kelamin

cerita hati Cuma ada 2 komentar »

Ya, aku mencintai lelaki itu. Jangan berburuk sangka bahwa ini adalah percintaan sejenis. Bukan, ini adalah cinta tanpa kelamin.

Lelaki yang kucinta itu adalah lelaki yang selalu kurindu. Aku teramat salah kepadanya. Cintaku yang membuta, menjadikan nasipnya nestapa. Aku terlalu cinta, tak kusadari telah terlalu jauh aku mengguncang pribadinya. Aku salah. Aku berdosa.

Cintalah yang menggerakkan aku agar dia mendapatkan cintanya. Namun, mungkin caraku dianggapnya salah. Namun, untuk segala prasangkanya itu kepadaku, dia juga salah. Tak pernah ada di dalam hatiku mencintai wanita yang sedang dicintainya. Tak pernah sekalipun.

Baiquni bacain donk »

Reruntuhan Langit-langit Biru

cerita hati Kagak ada komentar »

Langit-langit biru runtuh, tepat di mataku. Langit berganti rupa, hitam lebih pekat dari malam. Bintang-bintang pun padam. Matahari telah terhapus dari gugus galaksi. Bumi, negeriku, seolah padam dan tersedot lubang hitam. Segala hal suram, tak ada ruang bernapas. Bahkan oksigen pun menjadi sesuatu yang tak mampu diterima paru.

Ah cinta. Segala hal yang kusebut di atas semerta berubah warna. Bahkan cinta membuat polusi nuklir menjadi seindah pupuk kompos. Menghidupkan bunga segala bunga. Aku yang sepi terbangun. Bukankah cinta adalah anugerah?

Berapa lama lagi harus kutahan. Sangat hendak aku bilang: engkaulah segala napas mengapa aku tetap hidup, denyut-denyut yang tak terbantahkan mengaliri tiap pori kulitku. Warna dalam setiap dimensi hidup.

Baiquni bacain donk »

Rahasia Di Ujung Lidah

cerita hati Cuma ada 3 komentar »

Aku rasa bidadari ketiga tahu bahwa aku mencintai dirinya, namun aku tetap memilih diam. Dan terkadang aku merasa dia juga menyukai diriku, dan dia juga diam.

Hampir setiap malam, melihat namanya, demamku menjadi kumat. Rinduku seperti tak tertahan, namun aku mencoba bertahan. Terkadang, jika rindu itu meletus, aku pun menyapanya. Kadang, aku harus menunggu untuk sebuah jawaban, dan aku menikmati fase tersebut.

Rahasia di ujung lidah. Ingin aku katakan, namun selalu aku tahan. Aku masih percaya, ada saat yang tepat nanti ketika semuanya tersingkap.

Tetapi ada satu ketakutan dalam diriku. Jikalah dia menjadi pergi, akibat ketiadatahuan betapa namanya bertalu-talu di dalam hatiku. Saban malam, di keheningan malam, ingatan-ingatan tentangnya menjalari sarap pikirku.

Baiquni bacain donk »

Si Baik Hati yang Aku Cinta

cerita hati Cuma ada 2 komentar »

Bidadari ketiga mungkin akan kusebut dengan si baik hati. Kebaikannya menjadi inspirasiku.

Aku mencintainya karena kebaikan hatinya. Betapa kagumnya aku atas kebaikan yang ada di dalam dirinya dan usahanya untuk menjadi lebih baik. Sungguh, aku begitu tersilau dan terpesona sehingga tanpa sadar hatiku berdebar menjadi tidak menentu dan hingga mampu kupastikan bahwa: itu adalah cinta.

Jika berbicara tentang kecantikan, tentu gadis-gadis di kotaku atau minimal di kampung jelas lebih cantik daripada dirinya. Di kampusku juga para gadis juga lebih cantik, namun ada satu yang dia miliki dan yang lain jarang memiliki: ketulusan, kebaikan, empati, perhatian, dan keinginan menjadi lebih baik.

Aku sering mendengar orang-orang berkata bahwa mereka baik, atau mereka berkata akan lebih baik. Namun, di dalam diri si baik hati, aku tidak menemukan semua kata-kata, yang aku temukan adalah fakta. Sama seperti teori menulis yang selama ini aku pelajari di FLP: don’t tell it, but show it.

Si baik hati yang aku cintai.

Baiquni bacain donk »

Miskin Bukan Tipuan

cerita hati Cuma ada 3 komentar »

Miskin itu ditentukan oleh negara!

Salah! Yang benar, miskin itu ditentukan oleh bank!

Lho, teori dari mana pula itu? Lah, ya benerlah bahwa kemiskinan itu ditentukan oleh bank. Orang-orang dengan rekening gemuk adalah mereka yang kaya, sedangkan indeks kemiskinan seseorang bisa dihitung dari seberapa tebal kantong rekeningnya di bank.

Aku adalah salah satu kaum marginal yang terkena proses kemiskinan oleh bank. Tabunganku terakhir dicek cuma berkisar Rp 190.000,- dan di kantongku cuma ada kurang dari Rp 200.000,- itulah kekayaan terkini seorang Muhammad Baiquni.

Sungguh, aku jatuh miskin bukan buatan.

Baiquni bacain donk »

Menggenggam Awan

cerita hati Kagak ada komentar »

Aku pernah naik pesawat. Ketika berada di puncak bumi, aku melihat sekumpulan awan. Mereka seperti sebuah negeri. Engkau tahu? Aku rasanya ingin terjun bebas di sana, berdikari bersama awan-awan, tidur, dan menikmati pancaran matahari yang mengelus lembut kulit-kulit putihku yang halus.

Apa yang dipikirkan manusia, terkadang berbeda dengan realitas yang nyata. Aku beberapa terakhir ini sering berpikir tentang push up, rasanya mudah sekali melakukan push up, namun ternyata ketika aku coba rasanya sulit sekali. Perutku sampai sakit dibuat, padahal dalam nalarku, segalanya berlangsung dengan mudah.

Begitu juga dengan awan-awan. Suatu hari, aku berpikir ingin menggenggam awan. Memeluknya, menjadikannya tidak sekedar khayalku.

Kita sering seperti diriku. Berkhayal tentang sesuatu yang ternyata tidak mampu teruji di dalam dunia nyata. Walau terkadang khayalan ada yang memiliki nilai dalam pergerakan dunia. Khayalan Einstein tentang andai dia berjalan secepat cahaya, dan melihat dunia seperti adegan stop sebuah film kehidupan. Atau bayangan Copernicus tentang bumi, matahari, dan bintang-bintang.

Baiquni bacain donk »

Kepak Sayap-sayap Tumpul

cerita hati Cuma ada 6 komentar »

EL!” pekiknya.

Aku menengadah ke atas, mencoba mencari El di atas langit-langit dunia. Pekikan-pekikan kami terbitkan, demikian seperti yang diajarkan para murshid. Pekikkan nama El di mana kalian butuh dia, kapan pun, di mana pun.

EL !!!” Aku ikut serta memekik. Semoga El belum lagi tuli.

Kau tahu? Aku hampir tidak percaya dengan keberadaan El. Aku rasa, omongan-omongan El yang sering kudengar lebih seperti mitos, atau dongeng-dongeng. Ketakutan manusia atas ketidakberdayaan mereka, lantas mencari sosok supreme untuk mampu membuat mereka merasa tenang. Diciptalah dia yang bernama El.

El adalah keberadaan. Ide mutlak dari setiap khayalan. Dia yang bahkan tidak memiliki nama, namun memberi nama agar mampu dimaknai. Dia yang ada dalam ketiadaan. Sesuatu yang tak mampu dibicarakan. Lebih ada dari semesta mayapada, lebih hening dari laksa labirin-labirin hitam ekstase. El, kerinduan.

Baiquni bacain donk »

Sebongkah Lelah

cerita hati Cuma ada 6 komentar »

Aku tak ingin maksud, untuk mewartakan semua lelah. Tentang jasadku yang mulai melemah, dan batinku yang semakin mengalah. Engkau tidak akan pernah tahu, di hadapanmu aku selalu tersenyum, menyimpan semua tangis berukir air dari pipi-pipiku. Aku simpan semua, agar engkau bahagia.

Bolehkah aku mengeluh? Barang sekali saja. Dan bolehkah aku meminta? Engkau diam dan dengarkan semua apa yang ingin aku sampaikan. Tentang penatku, lelahku, rinduku, juga cintaku.

Aku mencintai dengan tiada lelah. Harus engkau tahu itu. Terserahmu jika engkau bersikap tidak mau tahu.

Lelah yang aku tanggung ini bukan karena aku mencintaimu. Ini adalah lelah fitrahku sebagai lelaki, sebagai manusia, sebagai mereka yang terlalu banyak harap daripada kerja. Namun, bukan pula hendak ingin mengeluh. Aku cuma ingin dimengerti. Tidak lebih. Jangan pula kurang.

Baiquni bacain donk »

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in