Mungkin Jodoh

Aku teramat sering merindukanmu
Menunggumu seringnya dalam diam
Berkaca di layar yang penuh dengan aksara
Melihatmu bercerita tentang segala hal
Walau sejujurnya, yang aku tunggu
:kau bercerita tentangku

Pikiranku terbang
Di awan yang tidak putih
Dan langit tidaklah serupa bumi
Di sini, setiap rintik hujan
Jatuh menetes, membentuk namamu

Dari seluruh perjumpaan
Ingin rasanya aku hidup dalam sel-mu
Menuliskan namaku dalam setiap dna-mu
Jadi, jika engkau beregenerasi, aku pun ikut
Saat kau membiak, aku pun ada
Namaku abadi dalam jejak keturunanmu

Entah mengapa,
Kata orang, mereka yang serupa adalah jodoh
Dan kau perhatikanlah
Senyum manisku berubah menjadi semanis kamu

— Bandung, 6 Juni 2015 —

Automatic Proxy Script

proxy

Kadang suka malas, setiap ganti koneksi harus mengganti proxy. Misalnya, saat di kampus, saya harus mengganti proxy menggunakan proxy kampus agar dapat terhubung ke internet. Begitu juga di kosan, kadang harus mengganti proxy agar dapat membuka website-website yang diblokir oleh pemerintah Indonesia, seperti situs mangapanda.com tempat favorit saya untuk membaca manga One Piece dan Naruto.

Awalnya saya menggunakan foxyproxy, tetapi addons itu cuma ada di browser Firefox. Sedangkan di Internet Explorer dan di Google Chrome tidak ada.

Akhirnya saya menemukan cara untuk melakukan automatic proxy script. Sudah lama sih ada, hanya saja saya yang telat tahu. Hehehe… Dengan menggunakan automatic proxy script ini, saya tidak perlu lagi direpotkan dengan usaha mengganti proxy. Cukup cek lingkungan IP, atau website khusus yang ingin saya daftarnya untuk menggunakan proxy khusus.

Baca Selengkapnya

Saya Takut!

closed
sumber: wired.co.uk

Beberapa waktu yang lalu, saya ngobrol dengan seseorang tentang keinginan saya menutup blog ini. Seseorang itu lantas bertanya, “kenapa?”

“Saya takut,” jawab saya saat itu.

Sudah beberapa hari ini saya takut dengan blog saya sendiri. Sesuatu yang mulai saya tulis sejak bertahun-tahun yang lalu. Tentang perjalanan hidup, sakit hati, menyakiti, disakiti, bahagia, kebanggaan, kekecewaan, dan segalanya. Namun, bukan itu yang saya takuti, tetapi lebih ketika saya menuliskan apa yang saya rasakan tentang Tuhan, dan bayangan-bayangan saya mengenai Dia.

Seperti tentang tulisan saya yang berjudul “Evolusi Terakhir“, bagaimana saya menceritakan tentang Tuhan yang memeluk, yang tersenyum, untuk segala lika-liku perjalanan hidup ini. Boleh jadi, apa yang saya tulisankan itu amat sangat tidaklah pantas.

Atau seperti cerpen saya yang berjudul “Kathmandu” dan “Kepak Sayap-sayap Tumpul“, betapa saya terlalu berani melangkah dalam kebutaan. Seperti para rabbi yang diceritakan, mereka yang mereka-reka tentang Tuhan.

Jika saya mati, apakah semua kesesatan yang pernah saya catat ini akan terus ada? Mengaliri dosa seperti umpama pada sedekah jariyah, maka ini adalah dosa jariyah. Itu yang saya takutkan.

Baca Selengkapnya