Journey to Ie Seuem

“Bai, kita rihlah hari Sabtu ya. Kaustar tunggu di mesjid.”

Deg, Sabtu?! Kontan aku bingung, soalnya hari Sabtu aku kan dah janji ketemu Datul. Aku kira janji rihlahnya itu hari Minggu, tapi ya mau bagaimana lagi soalnya dah janji duluan ikutan rihlah daripada ketemu sama Datul.

Trus aku langsung sms Datul yang intinya cuma mau bilang, ”Datul, maaf ya ketemuan di pustaka besok ga bisa soalnya Beni ada rihlah.”

Udah deh, lalu keesokannya dari rumah aku berangkat jam 9.30 telat tiga puluh menit dari jadwal awal jam 8.00 WIB (amat sangat tidak wajib ditiru). Aku langsung aja menuju ke mesjid Lampineung, tapi aku tak menemukan jejak Kautsar di sana. Trus coba telp dia, ”Kaustar di mana, Baiquni dah di mesjid neh.”

”Kaustar tunggu di mesjid Lamgugop, mesjid besar dekat kantor Kautsar.”

Deg. Aku ga tau dimana itu, maklum aku termasuk orang yang tidak suka travel atau keliling kota. Tapi alhamdulillah Kautsar orangnya pengertian, ”Bai tunggu di mesjid Lampineung aja yah, ntar Kautsar ke sana.”
Baca Selengkapnya

Sepenggal Puisi Pagi

Ben, saya ga mau jika harus sampai kehilangan dia karena dia selalu salah paham ke saya. Saya ga tahu harus bagaimana lagi menjelaskan ke dia kalau saya ga bisa jauh dari dia. Tetapi dia sekarang menjadi pembenci, terlalu membenci…

Mungkin aku lebih mengerti darimu teman apa itu arti sebuah cinta, terlebih jika cinta itu tertahan hanya di dalam hati dan tak ingin melebar menjelaskan segala makna yang tersirat, mungkin aku lebih mengerti.

Teman, aku mungkin cuma mampu berkata, ”Cinta terjadi karena sebab dan akan hilang oleh sebab. Amat sangat mudah melupakan cinta sama seperti mudahnya melupakan dingin oleh panas yang menyengat.

Beni, tolongin saya… tolong telepon dia, katakan bahwa kita hanya teman. TIDAK LEBIH! Tolong ya… terima kasih.
Baca Selengkapnya

Jangan Pernah Curhat

JANGAN PERNAH CURHAT!

Yah, jangan pernah curhat dengan seorang wanita, terutama wanita yang memiliki hubungan dekat dengan teman-temanmu, atau saudara-saudaramu. Jangan salahkan aku kalau kau tetap curhat dengan mereka, jangan pernah salahkan aku jika isi curhatanmu akan tersebar seperti api menggumuli minyak. Jangan pernah menyesal.

Harusnya aku mengambil pelajaran dari yang dulu-dulu. Dulu aku pernah curhat dengan kakak kandungku soal wanita yang menjadi cinta pertamaku, seorang wanita chinese yang anggun namun sayang dia non-muslim. Hampir bisa dipastikan semua keluargaku tidak setuju. Awalnya aku kira kakakku akan menjadi tong sampah yang aman, namun ternyata tidak! Sama sekali tidak! Isi curhatan menyebar secepat air meresapi kapiler-kapiler kasa.
Baca Selengkapnya

Bidadari Jadi 2

Bidadari jadi dua, so what? Lantas kenapa…

Tidak apa-apa, cuma hanya ingin berkata demikian, toh bidadari tak memasuki wilayah hatiku. Tidak seperti sang puteri atau “dia” yang begitu mendobrak hati ini.

Dari bidadari yang dulu aku belajar bagaimana arti puasa pada 2 hari yang indah, senin dan kamis. Dan bidadari kali ini mengajarkan aku untuk tunduk pada Tuhanku dengan sepenuh-penuh ketundukan pada malam harinya, mempersempit tidurku dan memaksa untuk sujud, rukuk, menangis kepada-Nya walau harus memaksa di tengah kantuk yang begitu mendera.

Dalam hidupku, bidadari kini menjadi 2.
Baca Selengkapnya

Waktu Yang Terulang

Sang puteri hari ini berulang tahun. Sumpah dari kemarin aku sudah memikirkan sebuah hadiah yang pantas untuknya, namun aku memang terlalu bodoh dan idiot sehingga aku tak akan mengerti apa yang diinginkannya.

Jauh hari aku memikirkan bahwa tepat di hari ulang tahunnya aku akan mengirimkan hadiah ke rumahnya, tepat jam 00.00 WIB aku akan menelepon dia, namun semua itu terasa buyar… amat sangat tidak tepat. Bahkan aku merelakan kesempatanku yang telah kusiapkan jauh hari untuk mengikuti lomba merancang sepeda hilang begitu saja demi dia. AKU MEMANG TOLOL!

Aku memang tak akan pernah peduli apakah ia akan juga sepertiku, mengingat hari jadiku. Aku memang tak akan pernah peduli apakah ia akan mengirimi aku hadiah atau tidak karena aku amat sangat mengerti memang aku tak pernah hadir dalam kamus hidupnya, tetapi paling tidak aku ingin melakukan sesuatu yang kuanggap pantas untuknya.
Baca Selengkapnya