Bergetar Ia dan Segalanya Bergetar

Bergetar hatiku amat hebat, berdebar kencang tak menentu saat pumbuluh menyempit, aliran darah menjadi begitu kencang, mengguncang nadi. Tuhan, mengapa ini kembali terjadi?

Aku jatuh cinta…

Entahlah, aku tidak mengerti apakah ini cinta atau hanya kekaguman biasa. Namun yakinlah wahai seseorang yang sedang kucintai, ku pastikan engkau tidak akan pernah mengetahui betapa aku mencintaimu. Tak akan kembali aku terperosok seperti dulu lagi, menjadi budak nafsuku dengan menggumbar kata-kata cinta. Aku berjanji, itu tidak akan terjadi lagi.

Tahukah kamu seseorang yang sedang kucintai? Terkadang air mataku menetes, berharap sangat Tuhan mencabut rasa yang mulai mengakar dihatiku ini karena ku mengerti; Sungguh tak pantas diriku bersanding dengan dirimu. Sungguh tak pantas sebelum aku juga memiliki keimanan setangguhmu.

Lelaki mana di dunia ini yang tak ingin mempersunting seorang bidadari? Lelaki mana? Katakan padaku.

Baca Selengkapnya

Seseorang itu…

Tadi pagi, kira-kira jam 3.00 WIB aku telpon Apip, dia Sang Novelis Yusaku yang pernah kuceritakan itu.

Entah kenapa, akhir-akhir ini aku suka aja menelepon si Apip. Aku biasanya nelepon dia malam-malam, hitung-hitung saling membangunkan tahajud. Hehehe…

Aku kagum pada karakter Apip, dia seseorang yang kuanggap tangguh, dan luar biasa. Walau tidak mengaku akhwat, namun amat sangat jarang ada akhwat yang memiliki karakter setangguh dia. Puasanya daud, bukan senin-kamis lagi dan saban malam insya Allah dia selalu tahajud. Gimana akhwat yang lain? Iri tidak, padahal Apip tidak ikut haloqah lho

Yang paling menakjubkan adalah, dia bisa menjaga hati yang terkadang akhwat lain tumbang. Hingga sekarang, belum pernah tuh dia menyukai seseorang. Terkadang aku malah meledeknya “abnormal” karena prestasinya tersebut. Malu soalnya karena aku telah berulang kali patah hati… 😀

Baca Selengkapnya

Jauh di Lubuk Hatiku

Kau Masih Kekasihku

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

tak bisa ku tahan laju alir
untuk semua kenangan yang berlalu
hembuskan sepi
merobek hati

meski raga ini tak lagi milikmu
namun di dalam hatiku sungguh engkau hidup
entah sampai kapan
ku tahankan rasa cinta ini

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

dan ku berharap semua ini
bukan kekeliruan seperti yang kukira
seumur hidupku
akan menjadi doa untukmu

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

andai saja waktu bisa terulang kembali
akan kuserahkan hidupku di sisimu
namun ku tahu itu takkan mungkin terjadi
rasa ini menyiksaku
sungguh sungguh menyiksaku

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

Lautku

Sabtu, 23 Agustus 2008

Entah kenapa aku sedang pengen gabung dengan anak-anak chatting ke pantai. Mungkin karena hari terakhir mau bulan Ramadhan ya? Akhirnya aku putuskan untuk ikut mereka ke pantai besok, Minggu 24 Agustus 2008 ke pantai. Setiap orang dikutip biaya Rp 15.000,-

Biasanya, aku paling jarang gabung dengan anak-anak chatting. Aku lebih suka bermain di balik layar, tertawa, cekikikan, tanpa ada yang tahu siapa sebenarnya aku.

Baca Selengkapnya

Memilih Kerikil Yang Terbaik

Tiba-tiba Tuhan berdirikan aku di hamparan ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, trilyunan kerikil. Seperti padang pasir yang mahaluas, tetapi ini bukan pasir, ini adalah kerikil-kerikil.

Tuhan memintaku berjalan sesanggup yang aku bisa, tak ada paksaan, tak ada celaan. Dia hanya ingin melihat sampai batas mana kesanggupanku. Dan berapapun kesanggupanku, dia selalu tersenyum. Ini yang terkadang membuat aku jengkel, mengapa tidak pernah memarahi dan mengapa harus selalu senyum. Mungkin untuk itu, aku akan segera menemukan jawabannya.

Aku berjalan di atas kerikil-kerikil tajam. Tuhan memintaku mengambil kerikil-kerikil tersebut, memilahnya, dan menyimpan kerikil yang terbaik.

Sungguh, ada begitu banyak kerikil dalam jutaan ragam dan bentuk. Terkadang ada yang begitu indah dari luar namun rapuh dari dalam, terkadang ada yang begitu kokoh namun kusam, ada yang standar, ada yang begitu berharga.

Tuhan tidak memintaku menyimpan yang terbagus, tidak memintaku menyimpan yang terkuat, tetapi memintaku menyimpan yang terbaik. Yang terbaik menurutku.
Baca Selengkapnya