ABC Negeri Cinta

Kerinduan yang bagaimana jikalah semua telah ada di depan mata. Ketika semua tabir-tabir hati telah terbuka, dan keduanya telah saling memahami apa yang dirasa. Ketika Layla telah menerima Majnun dan begitu pula sebaliknya. Ketika Hawa telah berdiri di samping Adam. Ketika satu hembusan napas menjadi satu kesatuan. Namun saat itu kerinduan tetap hadir. Kerinduan yang bagaimana?

Aku selalu merindukan dia. Walau tidak sepatah mungkin terucap. Atau ketika beribu ucap tentang kerinduan hadir. Saat itu, kerinduan tetaplah ada. Tidak berkurang, bahkan semakin menjadi.

Aku ingat, dulu pernah ada sebuah cerita tentang kerinduan yang diibaratkan sepenuh lautan dan samudera, dan yang mengalir dari ucap adalah seperti apa yang menetes dari jarum yang dicelupkan ke dalam lautan, dan sebutir tetes itulah kerinduan yang hadir dari semua ucap. Lainnya, tetap menjadi lautan yang berisi palung-palung yang teramat dalam.

Bidadari ketiga. Sungguh aku rindu.

Baca Selengkapnya

Sufisme Dunia Maya

Simbol agama-agama
gambar.mitrasites.com
Aku adalah orang yang tertarik dengan hal-hal mistik setiap agama. Yup, setiap agama apapun juga. Seperti aku tertarik dengan hal-hal di luar kewajaran yang dibawakan oleh Walisongo, atau tentang betapa hebatnya perang Mahabharata. Aku pun tertarik dengan kisah-kisah para Santo, juga sama tertariknya bagaimana Budha menemukan pencerahannya.

Bagiku. Mistis yang di luar logika adalah sesuatu mutiara di mana dalam fana aku tidak menemukannya.

Aku pun bertemu dengan mereka yang mengakui bahwa mereka sufi. Menarik! Karena jarang sekali aku bertemu langsung dengan seorang sufi, terlebih yang mengaku-aku sufi. Mereka yang tidak gelap mata dengan dunia dan segala isinya, karena mereka memandang dunia hanyalah sebagai permainan fana.

Sufi yang nyentrik. Aku menemukannya di twitter. Aneh memang, seorang sufi di dunia twitter. Mentwit tentang apa itu sufistik, bagaimana proses dia ikut suluk dan menjalani hidup tasawuf.

Ada poin penting yang aku ingin garis bawahi tentang perjalanan pembelajaran orang tersebut. Ketika seorang mursyid bertanya dengan selembut bahasa, “Tuhan yang mana?” dan dia bercerita bahwa ketika itu pikirannya seperti dikuras habis untuk menjawab satu pertanyaan itu yang bagi kita menganggap enteng. TUHAN YANG MANA?

Baca Selengkapnya

Sebelum Pukul 9

Hari ini adalah awal hari yang menegangkan. Ini adalah awal pertama aku akan berdiri di hadapan banyak orang, berbaju putih dipadu dengan celana hitam. Aku yang berada di depan komputer yang akan menembakkan infokus ke dinding-dinding layar. Berbicara dengan bahasa yang gugup lagi gemetaran. Tentang apa yang akan aku perbuat demi kelulusan.

Lulus. Itu adalah syarat awal yang diberikan bidadari ketiga kepadaku untuk melamarnya. Dulunya, aku hampir kehilangan alasan untuk apa aku kuliah dan lulus. Kuliah di suatu bidang yang aku sama sekali tidak mampu memahaminya hingga saat ini. Kadang aku berpikir, kuliah di jurusan informatika lebih aku sukai.

Nanti, pukul 9.00 WIB. Di depan teman-teman dan dosen aku akan mempresentasikan proposal yang hendak aku buat: “Analisis Simulator Gempa Bumi Berbasis Stewart Platform Menggunakan Metode Inverse Kinematik

Baca Selengkapnya

Anak Haram

Bapakku setan. Ibuku jalang. Orang-orang bilang, aku anak haram.

Aku pernah ingin tanya, “Ibu, mengapa tidak aborsi saja?” Mengapa harus melampiaskan dendam kepada Bapak terhadapku. Mengapa pula harus selalu memakiku, menumbukkan kepalaku ke dinding, menamparku, dan menyuapi aku dengan darah yang mengalir dari bibir-bibirku yang pecah. Pernah aku ingin bertanya tentang hal itu, namun aku tak berani.

Lelaki yang disebut Bapak yang tidak aku tahu siapa dia. Kelak jika aku bertemu dengannya, aku ingin juga tanya hal yang serupa, “Bapak, mengapa tidak paksa saja Ibu aborsi. Agar aku tidak pernah lahir, agar aku tidak tersiksa.

Anak-anak lain jika ditanya, ingin bercita-cita menjadi apa? Mereka mungkin akan riang menjawab ingin menjadi dokter, pilot, guru, atau apapun. Aku, jika ditanya hal yang serupa, aku cuma ingin jawab: aku ingin bunuh mereka.

Baca Selengkapnya