Selaksa Hampa

Selaksa hampa!

Berjuta perasaan yang ada di dalam hati, semuanya hanya satu; jenuh. Dan jenuh itu akan terus ada, serasa abadi. Begitu absolut. TAK TERGUGAT!

Tak pernah aku membagi perasaan ini, tak pernah kecuali pada seseorang. Saat jenuh ini mencapai titik akumulasi, aku menghubunginya. Seseorang nan jauh ada di sana, di pulau Jawa, di Malang. Kepadanya aku membagi perasaan ini, namun aku tak pernah ingin jujur. Aku hanya jenuh teman.

Apakah kamu mengerti apa yang disebut dengan sepi?

Apakah kamu paham apa yang dimaknai dengan kehampaan?

Apakah kamu pernah mengeja arti tiap kesunyian?
Baca Selengkapnya

Mas Wawan

“Mas Wawan tu dah berubah, ga kaya dulu. Gara-gara Datul bilang kalo Beni mo nikah ma Datul.”

”Buat apa kasih dia? Foto itu dirobek aja atau dibakar aja, gampang kan?”

”Bukan gitu tapi Datul emang ga suka foto-foto. Mas Wawan tuh mungkin saja sekarang dah punya pacar. Mana boleh Datul ganggu dia.”

”Beni ga salah kok. Ga usah minta maaf ya… :). Tentang Mas Wawan dah berubah itu lupain aja. Datul ga pernah harap apa-apa. Cuma ga pengen kehilangan teman aja. Kalo emang dia ga mau sms-an ma Datul lagi, ya ga papa, terserah dia, asal dia senang. Itu udah cukup :-).”

”Cinta apaan, kan cuma suka.”

……….

Baca Selengkapnya

Saat Bintang Menjadi Iblis

Langit, mengapa kau membisu padaku dengan sejuta bahasa yang tidak dapat kumengerti atau itukah bahasamu?

?

Mengapa terus diam tanpa memberikan jawaban pasti. Tolong berikan aku sedikit petunjuk, dengan pelangimu, gunturmu, petir dan hujanmu. Aku ingin gemuruh, agar kalut aku dalam kebencian. Aku ingin badai dan topan agar terseret aku dalam keheningan. Aku ingin sejuta muson yang berlalu tanpa iklim dan musim. Aku ingin pelangi agar hanyut aku dalam khayalan. Aku menginginkan itu.

?

Dan tidaklah bintang-bintang penghiasmu di malam itu mampu menundukkan kejenuhanku. Tiada itu berarti bagiku, amat sangat tidak dia berarti. Dan saat purnama menghias cakrawala malam dengan terangnya yang mampu menyinari awan-awan malam juga tak membuatku menjadi lebih tenang, atau saat sabit di penghujung bulan.

?

Haruskah engkau tetap diam wahai langit? Haruskah!

Ada berjuta keheningan di langit puncak sana, saat bintang beredar pada lintasannya, saat satelit dan planet mengelilingi bintang, saat mereka menjadi sistem dan pada yang besar beredar ke yang lebih besar.

Apakah engkau pernah melihat mawar di langit sana? Mawar yang amat merah, mawar yang amat cerah. Saat ledakan bintang terjadi.

Pada awal mula hitam di langit
Saat bintang menjadi iblis
Pada awal mula hitam di langit
Saat ledak bintang terjadi
Saat mawar menghias langit
Cerah merah membayangi langit
Saat cerah habis terjadi, saat itu bintang pun mati
Pada itu hitamlah langit
Ketika massa menjadi iblis

Cinta Itu Berat

DatulSumpah aku benar-benar mencintainya. Cinta yang dalam yang sedang kurasakan. Aku masih menyimpan SMS tanggal 9 Juli 2007 jam 3:59 pagi saat dia juga berkata suka padaku, aku masih menyimpannya hingga sekarang. SMS yang selama ini kukenang. SMS yang jika kubaca mampu membangkitkan semangatku ditengah keletihan jiwa, SMS yang selalu kumaknai mampu membuatku menempus atmosfir-atmosfir bumi untuk meluncur ke langit ketujuh. Sumpah!

Salahkah aku?

Aku mungkin bukan pria seperti pada umumnya. Aku tak mudah untuk melupakan cinta, tidak mudah. Saat pagi ini tanggal 23 November 2007 jam 6.00 pagi dia sms ingin berteman saja denganku, aku cuma bisa pasrah. Saat menerima itu, aku menggigil, muntah-muntah, tanganku gemetaran, aku serasa sakau. Sungguh, cinta itu amat berat dan dia amat menyakitkan.
Baca Selengkapnya

Episode Monolog

“Aku lelah… teramat lelah.”

Tiba-tiba saja dia berkata seperti itu, aku tak mengerti dari mana suara itu timbul. Dari bibirnya, atau dari hatinya. Aku sungguh tak tahu.

”Ben, hidup ini rasanya terlalu lama. Terkadang juga begitu singkat.”

Kali ini aku menoleh kepadanya, mencoba lebih fokus terhadap setiap ucapannya, ucapan yang biasa saja namun terkadang sulit untuk ku pahami. ”Mengapa demikian?”

”Lihatlah langit itu,” katanya sembari mengangkat dagunya berusaha menatap langit. ”Berapa lama ia telah demikian, menaungi bumi dan semesta. Apa tak terbersit bosan dihatinya?”
Baca Selengkapnya