Aku TIDAK memiliki tekad untuk BERHENTI membaca, namun membaca membuat aku semakin sesak. Jantungku selalu berdebar lebih kencang saat membaca, suatu fase yang aku sendiri tidak paham.
Buku-buku semakin aneh. Aku bingung dengan laku yang diceritakan pada setiap buku. Aku semakin tak paham, tak juga mampu tuk dimengerti. Kadang kisah dalam buku adalah kisah-kisah yang indah, namun mengapa sekarang aku membaca kisah yang pilu. Aku belum sanggup untuk menanggung semua derita, derita dari setiap buku atau aku yang menderita karena buku.
Aku cuma seorang pembaca. Membaca apapun yang terserak.
Hati-hati manusia itu seperti buku. Agak sulit membaca banyak buku dalam waktu beriringan. Sebelum satu buku khatam, engkau membuka lembar lain dari buku yang berbeda. Ejaan perasaan, tekad, kesabaran, cinta, usaha, kegigihan, dan keterpurukan. Semua aksara telah dengan jelas diguratkan pada lembaran-lembaran kisah, namun pada aksara mana kita menulis.