Selamat Tinggal

Karena kita bukan Tuhan, maka tidak ada yang abadi. Setiap perjumpaan selalu memiliki perpisahan.

Selamat Tinggal
sumber: http://cahayasalaf.wordpress.com/
Kini telah sampai kita pada saat perpisahan. Mungkin — jika umur panjang — kita akan berjumpa kembali di tahun depan. Engkau, wahai bulan yang mulia, ini adalah saat perpisahan. Setelah sebulan bersamamu kami ditempa, bulan berikutnya adalah saat menjabarkan apa yang telah kami pelajari bersamamu selama ini. Mampukah kami berjalan dengan amalan di punggung, atau lebih buruk lagi: dosa yang menggunung.

Di antara dahaga dan rasa lapar, engkau mengajarkan tentang kesabaran. Engkau haramkan bagi kami apa yang halal sebelumnya untuk kami sentuh pada siang hari. Engkau katakan, itu demi kami menjadi lebih bertakwa daripada sebelumnya.

Pertanyaannya: sudahkah kami menjadi lebih bertakwa?

Baca Selengkapnya